UPT SPF SD Inpres Parang Hadirkan Inovasi Lingkungan “Montea” dan “Kalomang”, Dorong Sekolah Berbudaya Hijau

  • Bagikan
UPT SPF SD Inpres Parang, Kecamatan Mamajang, terus berinovasi dalam mendukung program Sekolah Adiwiyata dengan menghadirkan dua produk unggulan berbasis lingkungan, yakni Montea (Moringa Tea) atau teh daun kelor, serta Kalomang (Kaloe Mangga) yaitu asam mangga hasil olahan buah lokal sekolah, Selasa (7/10/2025).

TERAS, MAKASSAR – UPT SPF SD Inpres Parang, Kecamatan Mamajang, terus berinovasi dalam mendukung program Sekolah Adiwiyata dengan menghadirkan dua produk unggulan berbasis lingkungan, yakni Montea (Moringa Tea) atau teh daun kelor, serta Kalomang (Kaloe Mangga) yaitu asam mangga hasil olahan buah lokal sekolah.

Kedua inovasi ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pelestarian lingkungan sekaligus membentuk jiwa kewirausahaan sejak dini. Melalui bimbingan para guru, siswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan penanaman, pengolahan, hingga pengemasan produk ramah lingkungan.

Dok. Ist

Kepala UPT SPF SD Inpres Parang, Hj. Hasnah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter dan pembelajaran berbasis lingkungan.

“Pendidikan tidak hanya mengajarkan teori, tetapi bagaimana peserta didik mampu peduli terhadap lingkungan dan memanfaatkan potensi di sekitarnya. Melalui Montea dan Kalomang, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa dari kebun sekolah pun bisa lahir produk bermanfaat yang sehat, hijau, dan bernilai ekonomi,” ujar Hj. Hasnah.

Dok. Ist

Produk Montea (Moringa Tea) dikembangkan dari daun kelor yang kaya antioksidan, vitamin, dan mineral. Selain menjadi minuman herbal sehat, inovasi ini juga mendukung prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta edukasi lingkungan hidup aplikatif di sekolah.

Sementara itu, inovasi Kalomang (Kaloe Mangga) muncul dari ide memanfaatkan buah mangga muda yang sering terbuang saat musim panen. Dengan mengolahnya menjadi asam mangga, sekolah berhasil mengurangi limbah organik sekaligus melatih keterampilan pengolahan pangan dan kewirausahaan siswa.

Kedua program ini kini menjadi ikon inovasi lingkungan sekolah yang menginspirasi banyak pihak. Selain menciptakan lingkungan belajar yang hijau dan sehat, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi kecil bagi sekolah serta menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda.

Baca Juga  Bupati Barru Pantau Ujian Sekolah, Tekankan Fokus Pendidikan dan Wujudkan Mimpi

“Kami berharap inovasi sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara kreatif dan berkelanjutan,” tambah Hj. Hasnah.

Dengan langkah nyata tersebut, UPT SPF SD Inpres Parang menegaskan komitmennya menuju Sekolah Adiwiyata Provinsi yang tidak hanya berbudaya lingkungan, tetapi juga berdaya secara edukatif dan inovatif.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *