Oleh: Bachtiar Daeng Sigollo
Di tengah suasana santai di sebuah warkop sederhana di Jalan Macan, Makassar, secangkir kopi hitam menjadi pengingat bahwa dalam hidup sebagaimana pahit dan manisnya kopi kerja sama dan kebersamaan adalah kunci keseimbangan.
Begitu pula dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, keseimbangan hanya akan tercapai jika Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berjalan beriringan, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Selama ini, masih sering muncul persepsi bahwa BPD hanyalah pelengkap dalam struktur pemerintahan desa. Padahal, BPD memiliki peran penting sebagai mitra strategis Pemerintah Desa, bukan sekadar lembaga yang memberikan persetujuan formal terhadap kebijakan kepala desa. BPD memiliki fungsi untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta mengawasi jalannya pemerintahan desa agar tetap sesuai dengan aturan dan kepentingan warga.
Namun realitas di lapangan menunjukkan masih lemahnya hubungan konsultasi, koordinasi, dan komunikasi antara Pemerintah Desa dan BPD. Akibatnya, muncul kesenjangan dalam pemahaman dan pelaksanaan kebijakan pembangunan. Pemerintah Desa sering merasa cukup berjalan sendiri, sementara BPD terkadang kurang dilibatkan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.
Desa tidak akan mandiri bila komunikasi dua arah tidak berjalan. Mandiri bukan berarti berdiri sendiri, tetapi mampu membangun kolaborasi yang kuat antar unsur penyelenggara pemerintahan desa. Desa yang kuat lahir dari sinergi, bukan dari dominasi salah satu pihak.
BPD dan Pemerintah Desa harus saling membuka diri berbagi ide, mendengarkan kritik, dan bekerja berdasarkan prinsip gotong royong. Kolaborasi yang sehat akan melahirkan transparansi, partisipasi masyarakat meningkat, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah desa semakin kokoh.
Mari kita sadari bersama, membangun desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang menumbuhkan rasa saling percaya dan tanggung jawab bersama. Karena sejatinya, desa yang mandiri adalah desa yang seluruh elemennya Pemerintah Desa, BPD, dan masyarakat mampu bergerak dalam satu irama menuju kemajuan










