Peran Ideologi Dalam Menyatukan Bangsa (Part II) 

  • Bagikan
Mubha Kahar Muang (Foto.Ist).

TerasKota.Info – Vietnam salah satu bangsa Asia yang memiliki sejarah panjang dan kerap bergolak. Dikenal dunia modern sebagai bangsa yang menjadi wilayah pertarungan terakhir Perang Dingin.

Pendudukan Tiongkok.

Sejak tahun 111 SM hingga tahun 1427 M, Tiongkok menginvasi Vietnam sebanyak empat kali atau menduduki Vietnam sekitar seribu tahun.

Invasi tersebut berakhir setelah orang-orang Vietnam sukses mengalahkan militer Tiongkok di Sungai Bach Dang. Demikian pula Mongol yang menginvasi Vietnam sebanyak tiga kali tetapi tentara Mongol dapat dikalahkan.

Pendudukan Prancis.

Kerajaan Prancis pada tahun 1858 mulai menginvasi Vietnam, dan menduduki Vietnam setelah pasukan Prancis menyerang Da Nang.Kota terbesar di Vietnam dan salah satu pelabuhan terpenting di negara tersebut.

Prancis ingin mendapatkan hasil bumi dan kekayaan alam untuk menunjang industri di Prancis.

Ketika menduduki Vietnam, Kerajaan Prancis melakukan perubahan seperti  tatanan hukum, budaya, istiadat dan memperkenalkan sistim pendidikan modern gaya barat,  memperkenalkan agama Kristen.

Pengembangan ekonomi untuk kebutuhan ekspor seperti tembakau , nila, kopi, teh, beras, batubara, bahan baku mineral dan karet alam.

Prancis membangun infrastruktur tetapi  hanya dinikmati oleh kelompok kecil masyarakat. Seperti harga lahan dilelang dengan harga tinggi, sehingga yang dapat menjangkau hanya orang kaya.

Irigasi dibangun sehingga hasil produksi padi meningkat empat kali lipat.Tetapi 60 % petani hanya penggarap tidak punya lahan, sehingga hasil tersebut hanya dinikmati oleh orang kaya.

Kondisi diatas, mendorong masyarakat untuk memiliki pemerintahan sendiri. Beberapa kali terjadi pemberontakan dari kelompok Nasionalis sejak 1919, tetapi Prancis mengabaikan keinginan tersebut.  Akibatnya, pergerakan politik nasionalis yang dipimpin oleh tokoh muda Ho Chi Minh meminta kemerdekaan melalui Liga Bangsa Bangsa, tetapi Prancis tetap mempertahankan kontrol terhadap koloninya  tersebut.

Baca Juga  Sri Lanka dan Perjuangan Menjaga Keutuhan Bangsa

Ketika Perang Dunia II yang berlangsung tahun 1939 – 1945 Jepang menyerbu Indochina, Vietnam dikuasai oleh Jepang.

Seperti kita ketahui bahwa pada Perang Dunia II Jepang bergabung dengan Nazi Jerman melawan sekutu. Karenanya, walaupun Vietnam dikuasai Jepang tetapi Prancis yang dikuasai Nazi Jerman sejak Juni 1940, sehingga Prancis tetap berkuasa secara de facto di kawasan tersebut.

Pemisahan Vietnam

Di akhir Perang  Dunia II, Prancis tetap ingin memiliki kontrol di kawasan Indochina, maka dibentuklah “negara” Vietnam Selatan, sehingga Vietnam pun terpecah.

Pemisahan tersebut membuat  Ho Chi Minh marah karena ia menginginkan Vietnam merdeka dan hanya ada satu Vietnam.

Perang Indochina Pertama pada tahun 1946- 1954 Vietnam Selatan didukung oleh Prancis sedang Vietnam Utara didukung oleh Tiongkok.

 

Kekuatan bangsa Vietnam dalam berperang adalah perang gerilya. Prancis mengalami kekalahan besar menghadapi perlawanan grilya pasukan nasionalis Vietnam.

Sebanyak 16.000 pasukan payung Perancis yang mempertahankan Dien Bien Phu pangkalan Perancis mulai terkepung 1954, satu persatu benteng pertahanannya jatuh dan akhirnya pasukan Perancis mengibarkan bendera putih.

Pasukan Prancis kemudian ditarik dari Vietnam, Melalui Perjanjian Geneva (Geneva Accords). Vietnam dibagi, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.

Amerika Serikat menolak pemerintahan komunis atas Vietnam Utara. Kemudian muncul  ide reunifikasi atau penyatuan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan melalui pemilihan Umum.

Uni Soviet  mensupply tentara dan persenjataan untuk memperkuat militer komunis. Kapal Amerika Serikat di Teluk Tonkin mendadak dapat serangan. Hal ini memicu serangan militer AS terhadap instalasi militer Vietnam Utara, dan menempatkan lebih dari 500.000 personil tentara di Vietnam Selatan .

Vietnam Utara kemudian mendapat pengakuan dari Rusia dan Tiongkok 31 Januari 1950. Sementara, Vietnam Selatan  mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan Inggris pada 7 Februari 1950.

Baca Juga  Korea Selatan, Program Repelita dan Gotong Royong

Perang Indochina II

Ho Chi Minh tiba-tiba melakukan serangan ke Vietnam Selatan dengan bantuan Uni Soviet. Amerika Serikat turun tangan membantu Vietnam Selatan. Perang Indochina II berlangsung pada tahun 1957-1975.

Amerika Serikat berkepentingan agar Vietnam Selatan tidak jatuh ketangan komunis, Amerika khawatir efek domino paham komunis.

Vietnam Selatan bisa bertahan karena dukungan Amerika Serikat, namun banyaknya korban yang berjatuhan di kedua belah pihak akhirnya tahun 1970 dilakukan gencatan senjata diikuti dengan Perjanjian Damai Paris pada tanggal 27 Januari 1973.

Perjanjian yang dihadiri oleh Vietnam Utara dan Vietnam selatan yang mengakui kekuasaan tertinggi kedua belah pihak. Seluruh pasukan perang Amerika ditarik pada tanggal 29 Maret 1973.

Namun, Vietnam Utara melanggar perjanjian damai tersebut dengan menginvasi Vietnam Selatan 30 April 1975, kemudian  menyatukan  Vietnam Selatan dengan Vietnam Utara pada tanggal 2 Juli 1976 dibawah pemerintahan komunis sebagai Republik Sosialis Vietnam.

Ideologi Komunis dan Bersatunya Vietnam.

Pendudukan Tiongkok di Vietnam lebih dari 1000 tahun, menjadi faktor yang sangat kuat dalam pembentukan kultur masyarakat. Bangsa Vietnam adalah suku yang berasal dari wilayah Tiongkok saat ini, terutama yang mendiami Vietnam bagian utara.

Kedua faktor tersebut sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan sejarah lahirnya bangsa Vietnam. Begitu pula, kultur yang tumbuh dan mengakar di dalam masyarakat.

Karena itu,  bersatunya Vietnam Utara dan Selatan dapat dipahami termasuk ideologi komunis yang menyatukan masyarakatnya, dan menjadikannya ideologi bangsa dan negara .

Memahami Vietnam.

Kilasan sejarah Vietnam pada masa-masa lampau menunjukkan, bahwa bangsa ini adalah bangsa yang memiliki ketangguhan untuk bertahan melampaui zaman dengan segala dinamika jatuh-bangunnya sebagai bangsa.

Pada abad ke-21, Vietnam merupakan wilayah pertarungan ideologi Barat dan Komunis, sehingga kejatuhan Vietnam ke tangan komunis dapat dipandang sebagai pertanda kekalahan Barat.

Baca Juga  Saint Petersburg, Ibukota Rusia, Tempat lahirnya Uni Soviet

Apa yang dikenal sebagai Perang Vietnam dalam sejarah modern, adalah perang yang tak pernah berhasil dimenangkan oleh AS dan sekutunya. Bahkan bagi Amerika Serikat yang kehilangan 60.000 pasukan dalam peperangan tersebut.

Perang Vietnam dapat dikatakan perang yang sia-sia bahkan menyisakan trauma bagi sebagian warga AS. Tetapi sejatinya, tidak pula dapat disebut bahwa Perang Vietnam dimenangkan oleh sekutu komunisnya, yaitu Tiongkok dan Rusia.

Terowongan Cu Chi di sebelah barat Ho Chi Minh City yang dibangun oleh gerilyawan dan menjadi markas perlawanan kepada tentara Perancis dan AS, menjadi saksi kegigihan warga Vietnam menghadapi intervensi dari luar.

Terowongan ini demikian panjang dan luasnya, sampai perbatasan Kamboja. Seperti kota bawah tanah, memiliki dapur, rumah sakit, ruang tidur dan fasilitas lain yang diperlukan, dimana pada saat yang sama diatas terowongan tersebut kota ketika itu sedang dikuasai oleh tentara Amerika.

Vietnam menyadarkan kita betapa besar peran sejarah pembentukan suatu bangsa. Begitu pula, akumulasi dari kultur yang terbangun berabad-abad di dalam masyarakat, yang melahirkan ideologi bangsa, sulit diruntuhkan oleh kekuatan senjata, pun dengan kekuatan puluhan ribu pasukan.

Ideologi yang menyatukan sebuah bangsa, Vietnam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *