TERAS, PANGKEP – Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) secara serentak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Senin (15/12/2025). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen akademisi dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan untuk pemberdayaan masyarakat desa.
Salah satu kelompok PkM, yakni Kelompok 12 ADPERTISI, melaksanakan kegiatan di Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, dengan fokus pada penyuluhan inovasi produk lokal dan penguatan infrastruktur lingkungan desa.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025, ini diikuti oleh sekitar 15 warga desa, serta dihadiri oleh perangkat desa, termasuk Kepala Desa Bowong Cindea. Penyuluhan berlangsung interaktif dan mendapat pendampingan langsung dari dosen Universitas Lamappapoleonro.
Dalam kegiatan tersebut, Kelompok 12 memaparkan dua materi utama yang dinilai relevan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa.
Materi pertama membahas pemanfaatan kulit jeruk pamelo menjadi produk konsumsi bernilai ekonomis. Penyuluhan ini menekankan konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah pertanian, khususnya kulit jeruk pamelo, menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual. Inovasi ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Bowong Cindea.
Sementara itu, materi kedua mengangkat tema rekayasa infrastruktur dan lingkungan, yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemahaman perbaikan infrastruktur sederhana dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Materi ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih sehat, tertata, dan ramah bagi masyarakat.
Keberhasilan kegiatan PkM ini juga diperkuat melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi yang tergabung dalam ADPERTISI. Sejumlah dosen dari berbagai institusi turut berpartisipasi, di antaranya dari Universitas STITEK Dharma Yadi, Universitas Fajar, Universitas UPRI, Universitas Atmajaya, dan Universitas Patria Artha.
Kolaborasi ini mencerminkan sinergi kuat antarperguruan tinggi dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu pemateri dari Kelompok 12 ADPERTISI menyampaikan bahwa kegiatan di Desa Bowong Cindea menjadi contoh konkret bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak nyata.
“Kegiatan di Desa Bowong Cindea merupakan contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Kami berharap ilmu yang disampaikan hari ini dapat menjadi bekal bagi warga desa untuk lebih mandiri dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, ADPERTISI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peran aktif dosen dalam membangun desa, mengembangkan potensi lokal, serta memperkuat kemandirian masyarakat.
ADPERTISI dan Dosen Indonesia Jaya.










