Teras, Gowa – Kisah kepemimpinan Amirul Mukminin Umar bin Khattab yang memanggul sendiri gandum demi rakyatnya yang kelaparan menjadi refleksi mendalam tentang arti tanggung jawab dan amanah kekuasaan. Nilai kepedulian sosial dan ketakutan akan hisab Allah tersebut dinilai relevan bagi para pemimpin masa kini, termasuk di tingkat daerah.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Hasrul Abdul Rajab, politisi Partai Gerindra, saat ditemui media Teraskota menyampaikan bahwa kisah tersebut adalah pengingat kuat bagi setiap pejabat publik.
“Kisah Umar bin Khattab mengajarkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan kehormatan semata. Pemimpin harus peka, tidak menunggu laporan masuk, tetapi turun langsung memastikan tidak ada rakyat yang kelaparan atau terabaikan. Ini menjadi cambuk moral bagi kami di DPRD,” ujarnya.
Hasrul menegaskan bahwa dalam posisi pemerintah daerah, fungsi pengawasan dan penganggaran harus benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil. Menurutnya, DPRD bersama eksekutif memiliki tanggung jawab memastikan program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan masyarakat berjalan tepat sasaran.
“Jika ada rakyat yang mengalami kesulitan hidup, itu menjadi tanggung jawab bersama pemerintah. Kami harus hadir, mencari solusi, dan memastikan kebijakan tidak hanya baik di atas kertas, tetapi terasa manfaatnya di tengah masyarakat. Kepemimpinan sejati adalah yang takut pada pertanggungjawaban, bukan yang menikmati kekuasaan,” tegasnya.
Ia berharap nilai kepemimpinan yang penuh empati dan tanggung jawab tersebut dapat menjadi semangat bersama dalam membangun Kabupaten Gowa yang lebih adil, peduli, dan berkeadilan sosial.










