Teras, Makassar – Sosok IPTU Nasrullah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Panakkukang dikenal sebagai perwira polisi yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Selama berkarier di institusi kepolisian, ia telah meraih lebih dari 20 penghargaan atas berbagai keberhasilannya dalam mengungkap sejumlah kasus besar yang menjadi perhatian publik. Sabtu (7/3/2026)
Dalam kesehariannya, IPTU Nasrullah dikenal sebagai sosok yang profesional, tegas dalam menegakkan hukum, serta tulus dalam mengayomi masyarakat. Baginya, menjadi seorang polisi bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan amanah yang mengandung tanggung jawab besar.
Saat sebagian besar masyarakat beristirahat, ia bersama timnya tetap berjaga demi memastikan keamanan dan ketenangan warga tetap terjaga.
Dedikasi dan kerja keras tersebut dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diterimanya dari berbagai pihak, mulai dari pimpinan kepolisian, pemerintah daerah, hingga lembaga dan perusahaan.
Salah satu penghargaan penting diterimanya dari Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, atas keberhasilannya mengungkap kasus yang sempat menjadi perhatian publik, yakni tindak pidana penculikan, penjualan dan/atau perdagangan anak terhadap korban Bilqis Ramadhany (4 tahun) di wilayah hukum Polrestabes Makassar.
Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, yang memberikan penghargaan atas keberhasilan tim dalam mengungkap kasus penculikan balita tersebut.
Apresiasi juga datang dari berbagai pihak di luar institusi kepolisian. Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Andi Amran Sulaiman, memberikan penghargaan atas keberhasilan dalam mengungkap dan memulangkan korban penculikan balita di Kota Makassar pada November 2025.
Pemerintah daerah turut memberikan apresiasi atas kinerja tersebut. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan piagam penghargaan atas keberhasilan pengungkapan kasus penculikan balita tersebut. Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Makassar atas dedikasi dan kerja keras dalam menangani kasus tersebut.
Selain kasus penculikan, IPTU Nasrullah juga berhasil mengungkap berbagai kasus besar lainnya, seperti kasus bom molotov di Pos Lantas pertigaan Jalan Sultan Alauddin – Jalan A.P. Pettarani Makassar, pengungkapan pencurian perangkat STB XL Home milik PT XL Axiata Tbk, hingga kasus pembunuhan berencana yang sempat menjadi perhatian publik.
Atas keberhasilan tersebut, ia juga menerima penghargaan dari Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini, serta beberapa Kapolrestabes Makassar dari masa ke masa, termasuk Kombes Pol Budi Haryanto dan Kombes Pol Witnu Urip Laksana.
IPTU Nasrullah juga tercatat berhasil mengungkap sejumlah kasus menonjol lainnya, seperti perampokan disertai pemerkosaan berdasarkan 11 laporan polisi, pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram, serta berbagai tindak pidana lain yang meresahkan masyarakat.
Penghargaan juga diberikan oleh beberapa Kapolda Sulawesi Selatan, di antaranya Irjen Pol Umar Septono, Irjen Pol Merdisyam, dan Irjen Pol Nana Sudjana, atas kinerja yang dinilai menonjol dalam penyelesaian perkara serta pengungkapan pelaku kejahatan yang menjadi perhatian publik.
Menariknya, sebelum meniti karier sebagai anggota kepolisian, IPTU Nasrullah juga pernah menorehkan prestasi di dunia pendidikan. Ia tercatat sebagai lulusan terbaik Akademi Keperawatan Mappa Oddang Makassar Angkatan VIII Tahun Ajaran 2010/2011.
Dengan sederet prestasi dan penghargaan yang diraih, IPTU Nasrullah menjadi salah satu sosok perwira polisi yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum demi melindungi masyarakat.










