Teras, Makassar – Salah satu ketua komunitas Hijrah Makassar, sangat mendukung penuh program Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin yang mendorong pembentukan peraturan daerah (perda) dari maraknya terjadi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Sabtu (25/4/2026)
Dengan hal ini, sangat tidak pantas lagi kita biarkan leluasa ditengah masyarakat, memiliki ruang untuk memperbanyak kelompok mereka. Semakin banyaknya penyakit yang tersebar melalui kelompok LGBT dan semacamnya, mulai dari Aids dan HIV, yang dimana tingkat tertinggi LGBT terbesar berada dinegara kita.
Sehingga lewat perda yang akan menjadi program Walikota Makassar, sudah saatnya membuat regulasi ini yang bisa mencontoh Pemkot Bogor yang sudah lebih dulu menerbitkan regulasi tersebut.
Firman dengan akrab disapa Figur mengatakan, “Pembentukan perda ini kalau bisa segera dibuatkan agar kita dapat mencegah anak, saudara kita dari pergaulan bebas seperti LGBT, lesbian, gay dan semacamnya harus kita bina bersama, sebelum mereka jauh kedalam dan dapat merusak generasi anak bangsa kedepannya, Ucapnya.”
Sementara itu, perda kami harapkan dapat mencegah perilaku penyimpangan seksual makin mewabah ditengah masyarakat bawah hingga keatas, Sehingga pelaku akan mendapatkan pembinaan secara massif.
“Namun, perlu kita bekerjasama dengan para mantan pelaku yang sudah banyak hijrah agar menjadi motivasi mereka, karena sebenarnya ini bukan hanya penyimpanan, tetapi sudah menjadi penyakit para pelaku yang sudah lama mengidap hal tersebut, hingga secara berlahan para pelaku akan sadar dan segera berbenah ke kuadrat aslinya dan bertobat kepada sang pencipta, Jelasnya.”
Menambahkan, perilaku menyimpang seperti ini dapat segera ditindaki karena perilaku kaum sodom tidak pantas dan mendapatkan ruang ditengah masyarakat karena akan lebih membawa petaka kepada kita semua seperti yang terjadi pada kaumNabi Luth itu terjadi di Kota Makassar,” Ungkapnya
“Pembinaan ini juga bisa menjadi kerjasama pada pihak TNI Angkatan darat agar dimasukkan kebarak dan dibina secara mental dan fisik mereka agar menjadi lelaki yang tangguh, tidak lembek, agar dapat dibimbing secara kemiliteran dengan jangka waktu yang ditentukan.” Tutupnya










