Peradaban Gowa di Ujung Jalan? Adu Gagasan Panas di Dingin Malino!

  • Bagikan

Teras, Gowa – Dingin menusuk Malino tak mampu meredam panasnya perdebatan. Dalam forum Intellectual Culture Discussion (ICD) season II, satu pertanyaan besar mengemuka, ke mana arah peradaban Gowa akan dibawa?

Tema “Langkah Strategis Peradaban Gowa Menuju Kemakmuran Negeri” bukan sebatas jargon. Ia menjelma menjadi arena adu gagasan tajam, kritis, bahkan sesekali mengunggah rasa kegelisahan.

Dipandu oleh Sugianto Pattanagara, forum ini menghadirkan suara-suara lantang dari berbagai kalangan. Akademisi, tokoh masyarakat, hingga pemuda saling “beradu argumen”, membedah masa depan Gowa dari berbagai sudut pandang.

Sorotan utama tertuju pada Ahmad Pidris Zain yang menegaskan, budaya bukan pelengkap melainkan penentu arah peradaban. Pernyataan ini memantik diskusi lebih dalam apakah Gowa sudah benar-benar berpijak pada identitasnya sendiri?

Forum yang merupakan lanjutan dari diskusi di Sungguminasa ini terasa lebih “dingin” secara suasana, namun jauh lebih “panas” secara isi.

Sejumlah tokoh seperti Suarga, Gaffar, Muhammad Ramli, hingga Sadikil Wahdi ikut memberi warna dalam diskusi yang tak sekadar normatif.

Puncaknya, muncul gagasan mengejutkan, ICD tak hanya akan menjadi forum diskusi, tetapi diarahkan menjadi “Sekolah Peradaban” ruang berpikir kolektif untuk merumuskan masa depan.

Pertanyaannya sekarang, akankah forum ini benar-benar melahirkan perubahan, atau hanya jadi ruang wacana tanpa ujung?

Baca Juga  Bangkit dari Akar Budaya, Gowa Hadirkan Terobosan Baru Lewat Forum ICD
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *