Teras, Bandung – Nama Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadian Supriatna, mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur potensial yang dinilai layak diperhitungkan dalam kontestasi Pemilihan Bupati Bandung di masa mendatang. Rekam jejak kepemimpinannya di tingkat desa dinilai berhasil menghadirkan inovasi pelayanan publik, transformasi digital, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan.
Saat ini estafet kepemimpinan Kabupaten Bandung masih dipimpin Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Wakil Bupati Ali Syakieb untuk periode kedua. Namun sejumlah kalangan mulai melihat munculnya figur-figur baru yang dianggap memiliki kapasitas melanjutkan arah pembangunan daerah ke depan.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah Hadian Supriatna. Ia dinilai memiliki modal kepemimpinan yang kuat, terutama dari sisi inovasi pemerintahan desa dan kemampuan memahami birokrasi pemerintahan.
Pengamat sosial dan pemerintahan, Saefullah, menilai keberhasilan Hadian membangun Desa Cibiru Wetan menjadi modal penting apabila kelak maju pada level kepemimpinan yang lebih tinggi.
“Secara kapasitas kepemimpinan, Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadian Supriatna, sangat layak untuk diperhitungkan maju sebagai Bupati Bandung setelah era Dadang Supriatna berakhir. Rekam jejaknya terbukti secara nasional maupun regional, meski transisi kepemimpinan dari level desa ke kabupaten tentu membutuhkan dukungan mesin politik yang masif,” ujar Saefullah.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menjadi kekuatan Hadian Supriatna, di antaranya pengakuan dan prestasi nasional yang berhasil diraih Desa Cibiru Wetan, serta kapasitas intelektual dalam memahami tata kelola birokrasi modern.
Meski demikian, ia menilai terdapat tantangan besar yang harus dihadapi apabila ingin naik ke level politik kabupaten, yakni kebutuhan dukungan mesin politik yang kuat serta pengenalan wilayah yang lebih luas di seluruh Kabupaten Bandung.
Di sisi lain, Saefullah juga menekankan pentingnya keberlanjutan kepemimpinan di Desa Cibiru Wetan agar berbagai program inovatif yang telah berjalan tidak berhenti di tengah jalan.
“Keberlanjutan kepemimpinan di Desa Cibiru Wetan sangat krusial untuk menjaga transformasi digital, program antikorupsi, dan pemberdayaan masyarakat agar tidak mandek. Hal ini memastikan visi jangka panjang tetap terarah tanpa harus mengulang fondasi dari nol,” jelasnya.
Ia menyebut, keberhasilan Desa Cibiru Wetan selama ini tidak terlepas dari konsistensi membangun budaya pemerintahan yang transparan dan partisipatif.
Menurut Saefullah, ada beberapa alasan penting mengapa estafet kepemimpinan berkelanjutan diperlukan di Cibiru Wetan, di antaranya menjaga praktik transparansi dan budaya antikorupsi yang telah dibangun melalui program Desa Antikorupsi, mempertahankan transformasi digital pelayanan publik yang menjadi salah satu percontohan terbaik di Indonesia, hingga menjaga kesinambungan program desa wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, ia menilai capaian prestasi yang terus diraih Pemerintah Desa Cibiru Wetan harus dipertahankan melalui kepemimpinan yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Momentum prestasi yang sudah diraih jangan sampai berhenti. Pemimpin berikutnya harus mampu menjaga standar inovasi dan keberlanjutan pembangunan desa,” tutupnya.










