Teras, Gowa – Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada wartawan Kartia dari Media Harapan Rakyat dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan media sebagai upaya menyelesaikan polemik yang mencuat terkait insiden peliputan di lingkungan DPRD Gowa beberapa waktu lalu.
Permohonan maaf itu disampaikan menyusul tudingan pengusiran terhadap wartawan saat berlangsung konferensi pers usai Rapat Paripurna Pengusulan dan Penetapan Hak Angket di Gedung DPRD Gowa pada Senin (25/5/2026) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Hasrul mengakui kemungkinan adanya kesalahpahaman yang terjadi saat pelaksanaan tugas jurnalistik dan menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi yang lebih baik dengan insan pers ke depan.
“Kalau ada kesalahpahaman, saya mewakili lembaga DPRD, saya mau minta maaf kepada kita semua. Ke depan lebih bagus dalam berkomunikasi. Untuk proses angket ke depan ini, kita bukakan. Sudah kita putuskan kemarin, kita akan bukakan. Saya persilakan teman-teman media bertanya. Tadi juga sempat ada pertanyaan dari masyarakat. Ke depan, proses angket ini juga kita terbukakan untuk teman-teman media,” ujar Hasrul Abdul Rajab.
Hasrul juga menegaskan bahwa DPRD Gowa berkomitmen menjaga keterbukaan informasi publik, khususnya dalam proses pembahasan hak angket yang saat ini menjadi perhatian masyarakat luas.










