Teras, Polewali Mandar – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar (Polman), kembali mengelar Pembukaan Pelaksanaan Darul Arqam Dasar (DAD) IV yang dilaksanakan Tiga pimpinan komisariat IMM ITBM Polman yang berlansung hikmat. di Kampus Aula ITBM Polman. Jumat (5/6/ 2026)
DAD akan berlansung mulail 2 hingga 7 Juli 2026. di Masjid Nurul Yaqin Ranting Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.
Acara tersebut dihadiri langsung Rektor ITBM Polman, Nursahdi Saleh. Beserta civitas akademika, pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Polman, pimpinan cabang IMM Polman dan pengurus Ormawa ITBM Polman.
Rektor ITBM Polman, Nursahdi Saleh, sampaikan. Sangat apresiasi dan kebanggaan kepada IMM ITBM Polman. Sehingga atas nama pimpinan universitas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IMM komisariat ITBM Polman yang konsisten menyelenggarakan DAD.
“Darul Arqam bukan sekadar pengakderan. Ini adalah rumah pertama kaderisasi. Di sinilah mahasiswa ditempa Tiga hal yakni man, Ilmu, Amal Shalleh yang juga menjadi ruh Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kita emban bersama” sebutnya.
Rektor ITBM Polman, lanjutnya, dirinya bangga melihat semangat mahasiswa. di tengah arus digital dan budaya instan, adik-adik memilih jalan panjang: belajar Islam, belajar organisasi, belajar jadi pemimpin. Itu pilihan yang tidak semua mahasiswa berani ambil.
“Saya pesan untuk peserta jadilah Intelektual yang Beriman. Adik-adik peserta Darul Arqam Dasar yang saya banggakan, kepadamu,” jelasnya.
Menurutnya, ITBM Polman mendidik adik-adik jadi sarjana. IMM lewat Darul Arqam mendidik adik-adik jadi sarjana yang beriman dan berakhlak. Dan dua-duanya harus jalan. Peserta DAD IMM ke depan diharapkan jadilah Muhammadiyah muda yang cerdas dan kritis.
“IQ tanpa Iman bahaya. Iman tanpa Ilmu lemah. Darul Arqam ajarkan adik-adik cara berislam yang berkemajuan. Islam yang mencerahkan, bukan mengeras. Diskusikan, tanyakan, bedah materi. Jangan jadi peserta pasif,” tegasnya.
Ia menegaskan, jadilah pemimpin yang merakyat, bukan yang menjauh. IMM lahir dari rahim Muhammadiyah untuk mengabdi ke umat. Setelah Tiga hari, turunlah ke masyarakat. Buktikan ilmu yang adik-adik dapat dengan pengabdian. Kampus ITBM ada di tengah masyarakat 3T. Merupakan ladang amal adik-adik. Ukhuwah dan militansi. Dimana militan bukan berarti kasar. Militan artinya konsisten. Konsisten shalat, konsisten baca, konsisten berorganisasi walapun Skripsi menumpuk.
“Saudara-saudara di Darul Arqam inilah yang kelak jadi tim inti adik-adik mengabdi untuk bangsa,” harapnya.
Ia mengharapkan, kepada panitia dan pembina IMM, universitas mendukung penuh kaderisasi IMM. Siap fasilitasi ruang, waktu, dan narasumber. Karena bagi ITBM Polman, mahasiswa yang aktif di IMM adalah investasi kampus. Mereka inilah yang nanti jadi alumni yang mengharumkan nama almamater Serta adik-adik peserta Tiga hari ke depan mungkin melelahkan.
“Kurang tidur, materi padat, dinamika kelompok. Tapi percayalah 10 tahun dari sekarang adik-adik akan bersyukur pernah menderita Tiga hari di Darul Arqam ini,” ucapnya.
Sementatra Ketua PDM Polman, Abd Azis Ghozal, menyampaikan. Pembukaan DAD IMM Se ITBM Polman. Sangat apresiasi setinggi- tingginya kepada pimpinan komisariat se-ITBM Polman yang telah berikhtiar menyelengarakan DAD IMM Akbar IV se ITBM Polman.
“Darul Arqam Dasar adalah gerbang awal pengkaderan IMM. Dari sinilah benih ideologi, spirit tajdid, dan karakter kader Muhammadiyah di tempa. Disinilah jawaban soal yang sering muncul dari berita yang tidak jelas” terangnya.
Menurutnya, tema yang diusung sangat tepat megusahakan kader berintegritas dan berkemajuan. Dua kata kunci yang tidak bisa dipisahkan. Yakni Integritas menyatunya kata dan perbuatan, keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan yang dilandasi nilai-nilai kejujuran, konsisten dan moral.
“Seseorang yang berintegritas selalu memegang teguh komitmen dan norma yang berlaku. Bahkan ketika tidak ada orang yang mengawasi,” tandasnya.
Ia menegaskan, Kader IMM ke depan bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kokoh secara moral. Jujur saat tidak ada yang melihat, amanah saat di beri kepercayaan, dan istiqamah diatas nilai islam berkemajuan. Di tengah tantangan hoaks, pragmatisme, dan krisis keteladanan, maka integritas adalah menjadi benteng mahasiswa ITBM Polman.
Ia menguraikan, Muhammadiyah adalah gerakan tajdid. Berkemajuan berarti berani berpikir kritis, terbuka pada ilmu, dan solutif atas masalah umat. Kader IMM bukan hanya mengkritik, tapi memberi solusi. Bukan hanya jago berdiskusi di forum, tapi juga turun menyelesaikan masalah masyarakat.
“Ideologi Muhammadiyah juga berwatak kemajuan. Penggunaan istilah “islam yang berkemajuan” adalah lebih tepat dan meng Indonesia bagi Muhammadiyah,” katanya.
Ia menambahakan, dalam pernyataan pikiran Muhammadiyah abad kedua tersebut dideklarasikan, bahwa Muhammadiyah gerakan islam yg melaksanakan misi dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya.
“Bagi Muhammadiyah islam merupakan nilai utama sebagai fondasi dan pusat inspirasi yang menyatu dalam seluruh denyut nadi gerakan,” tutupnya.”










