add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Seorang Anak SD di Ngada Pergi, Potret Paling Jujur Indonesia Hari Ini appeared first on Teraskota.info.
]]>Namun di sudut negeri bernama Ngada, Nusa Tenggara Timur, masa depan itu runtuh di tangan seorang anak kelas IV SD yang memilih pergi setelah menulis pesan terakhir untuk ibunya.
Ini bukan hanya tragedi daerah. Ini adalah potret paling jujur tentang Indonesia hari ini.
Di satu sisi, Indonesia membanggakan pertumbuhan ekonomi, proyek besar, dan angka-angka optimistis.
Di sisi lain, seorang anak tak mampu menanggung beban hidup yang terlalu berat untuk tubuhnya yang kecil.
Pertanyaannya sederhana tapi menyakitkan, untuk siapa pertumbuhan itu?
Jika negara masih gagal menjamin kebutuhan dasar pendidikan dan rasa aman bagi anak-anak di daerah termiskin, maka pembangunan kita belum menyentuh akar.
Indonesia boleh maju di kota. Tapi di desa-desa sunyi, anak-anak masih bertahan sendirian.
Pendidikan sering disebut senjata paling ampuh melawan kemiskinan. Tapi di banyak tempat, pendidikan justru menjadi sumber tekanan.
Gratis di atas kertas… Berbayar dalam kenyataan…
Buku, alat tulis, seragam, transportasi dan semua itu kecil nilainya bagi negara, tapi bisa menjadi beban besar bagi keluarga miskin.
Dan bagi seorang anak, beban itu berubah menjadi rasa bersalah dan putus asa.
Jika seorang anak SD bisa merasa hidupnya “terlalu mahal”, maka Indonesia sedang gagal melindungi masa kecil warganya.
Surat terakhir anak itu seharusnya tak hanya dibaca sebagai kisah sedih, tapi sebagai laporan kegagalan negara.
Ke mana sistem perlindungan anak?
Ke mana pendampingan psikologis di sekolah dasar?
Ke mana negara sebelum segalanya terlambat?
Indonesia sering hadir setelah tragedi.. Setelah duka.. Setelah viral.
Padahal tugas negara adalah hadir sebelum seorang anak menyerah pada hidup.
Indonesia Emas 2045 tak akan lahir dari jargon. Ia lahir dari anak-anak yang merasa aman, didengar, dan dijaga.
Jika hari ini ada anak Indonesia yang pergi karena merasa tak punya harapan, maka emas itu masih jauh.
Dan tak ada kemajuan yang layak dirayakan selama masih ada anak yang merasa sendirian di negeri sendiri.
Ngada bukan anomali..
Ngada adalah peringatan..
Dan Indonesia harus berani bercermin.
The post Seorang Anak SD di Ngada Pergi, Potret Paling Jujur Indonesia Hari Ini appeared first on Teraskota.info.
]]>The post ADKASI Hadir di Tengah Banjir Tanah Datar Sumatera Barat appeared first on Teraskota.info.
]]>Di tengah upaya pemulihan itu, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan, termasuk dari Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Sabtu (20/12/2025).
Melalui gerakan ADKASI Peduli Bencana, organisasi yang menaungi pimpinan dan anggota DPRD kabupaten se-Indonesia ini menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Provinsi Sumatera Barat.
Bantuan tersebut diserahkan di Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Tanah Datar berupa pompa air dan sejumlah peralatan penunjang lainnya yang dibutuhkan dalam proses penanganan dampak banjir.
Peralatan ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pengeringan genangan air, pembersihan lingkungan, serta mendukung pemulihan fasilitas warga.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum ADKASI yang juga Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, dan diterima oleh Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly.
Momentum tersebut menegaskan sinergi antara unsur legislatif dan pemerintah daerah dalam merespons bencana secara cepat dan terkoordinasi.
Solidaritas ini merupakan cerminan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama dalam menghadapi bencana, tanpa memandang jarak dan batas administratif.
Kehadiran ADKASI di Tanah Datar membawa bantuan fisik dan pesan kepedulian dan kebersamaan.
Di saat masyarakat berjuang bangkit dari dampak banjir, uluran tangan dari berbagai pihak menjadi penguat bahwa pemulihan adalah kerja bersama.
Di bawah tenda posko bencana, pompa air dan peralatan itu kini menjadi bagian dari harapan baru. Harapan agar lingkungan segera pulih, aktivitas kembali normal, dan warga Tanah Datar dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih kuat setelah bencana.
The post ADKASI Hadir di Tengah Banjir Tanah Datar Sumatera Barat appeared first on Teraskota.info.
]]>