add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post DPRD Gowa Catat Sejarah, Maha Guru Dukung Hak Angket: “Tidak Ada Lagi Tawar-Menawar” appeared first on Teraskota.info.
]]>Juru Bicara Fraksi PPP, Ramli Siddik, S.Sos atau yang akrab disapa Daeng Rewa, menegaskan bahwa dukungan PPP terhadap penggunaan hak angket bukan keputusan yang diambil secara terburu-buru, melainkan melalui proses kajian panjang dan berulang.
Dengan gaya bicara tenang, penuh penekanan politik, serta kemampuannya membangun suasana sidang membuat banyak anggota dewan menjulukinya sebagai “Maha Guru” politik parlemen di DPRD Gowa.
Dalam pidatonya di ruang paripurna, Ramli menyampaikan bahwa Fraksi PPP telah beberapa kali melakukan rapat internal, mulai dari pembahasan di tingkat fraksi, rapat gabungan komisi, hingga konsultasi bersama pengurus partai.
“PPP khususnya tentang kajian persoalan ini, bahkan bukan hanya satu kali melakukan rapat PPP. Di setiap langkah yang dilakukan mulai dari dengar pendapat, PPP kembali melakukan rapat bersama fraksi PPP, bahkan sampai kepada pengurus DPD,” ujar Ramli.
Ia menegaskan bahwa seluruh anggota Fraksi PPP akhirnya sepakat mendukung hak angket sebagai bagian dari sikap politik lembaga terhadap dinamika yang terjadi di Kabupaten Gowa.
“Maka PPP sudah tidak ada lagi tawar-menawar. Sepakat dari 12 kursi PPP, sepakat bertanda tangan. Kalaupun ada yang tidak bertanda tangan tetapi tetap menyetujui hak angket,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta sidang.
Sebelum membacakan sikap resmi fraksi, Ramli bahkan meminta seluruh anggota Fraksi PPP berdiri sebagai simbol kekompakan dan komitmen politik fraksi.
“Atas nama Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menyatakan menerima dan menyetujui usulan penggunaan hak angket anggota DPRD Kabupaten Gowa sesuai dengan hukum dan tata tertib DPRD Kabupaten Gowa,” ucap Ramli.
Momentum tersebut memperkuat narasi bahwa DPRD Gowa tengah mencatat sejarah politik baru.
Sebelumnya, tujuh fraksi dan 40 anggota DPRD secara kolektif mendorong penggunaan hak angket sebagai bentuk pengawasan terhadap pemerintah daerah.
Pimpinan Sidang Paripurna DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, menegaskan langkah DPRD bukan didasari kepentingan politik sesaat, melainkan tanggung jawab terhadap amanah rakyat.
“Hari ini sejarah akan mencatat, bahwa DPRD berdiri bukan untuk menjadi penonton, tetapi menjadi penjaga amanah rakyat,” tegas Hasrul.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gowa, Taufik Surullah, menilai hak angket merupakan bagian dari fungsi konstitusional DPRD dalam menjaga marwah pemerintahan daerah dan kepercayaan publik.
“Kami tidak akan mundur satu langkah pun untuk menjaga marwah pemerintahan dan kepercayaan publik di Kabupaten Gowa,” ujar Taufik saat konferensi pers pimpinan DPRD.
DPRD Gowa juga memastikan seluruh proses penggunaan hak angket tetap berada dalam koridor hukum, tata tertib DPRD, dan mekanisme demokrasi yang berlaku.
The post DPRD Gowa Catat Sejarah, Maha Guru Dukung Hak Angket: “Tidak Ada Lagi Tawar-Menawar” appeared first on Teraskota.info.
]]>