add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Anak Guru Jadi Bupati, Husniah Talenrang Angkat Martabat Pendidik appeared first on Teraskota.info.
]]>Melalui penganugerahan ini, peran strategis guru sebagai pembentuk sumber daya manusia unggul kembali ditekankan.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, secara langsung menyerahkan Penganugerahan Guru Berdedikasi dan Berprestasi yang digelar oleh PGRI Cabang Khusus Lingkup Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Sabtu (10/1).
Baca juga : Pengurus Peradi Makassar 2025-2030 Dilantik 17 Januari di Claro Hotel
Dalam sambutannya, Bupati Talenrang menyampaikan bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan pilar utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan daya saing generasi masa depan.
“Guru adalah pendidik, pembimbing, sekaligus teladan. Dari tangan guru lahir individu-individu hebat yang mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Menurutnya, penganugerahan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bentuk penghargaan nyata atas dedikasi, integritas, dan pengabdian para guru di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, termasuk percepatan teknologi dan tuntutan peningkatan mutu pembelajaran.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi moral agar para guru terus meningkatkan profesionalisme, berinovasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter,” ujarnya.
Baca juga : Pemprov Sulsel Catat Prestasi Nasional Indeks Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum IPKKU 2025
Bupati perempuan pertama di Gowa ini juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kualitas guru sebagai penggerak utama perubahan pembelajaran.
“Kita ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjadi teladan di masyarakat. Karena itu, kualitas guru harus terus ditingkatkan,” jelasnya.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Gowa akan terus mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pemerataan layanan pendidikan, serta kolaborasi berkelanjutan bersama PGRI.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Gowa akan selalu hadir memastikan pendidikan berjalan efektif, berkualitas, dan inklusif,” tegasnya.
Bupati Talenrang juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan dunia pendidikan karena berasal dari keluarga guru.
“Saya anak guru. Ibu saya seorang guru. Saya tumbuh dari gaji guru yang penuh keikhlasan. Tidak ada orang hebat yang lahir tanpa peran guru,” ungkapnya penuh haru.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa, Firdaus, menyampaikan bahwa penganugerahan ini merupakan agenda tahunan PGRI Cabang Khusus Wilayah II Gowa sebagai bentuk apresiasi kepada guru-guru dengan dedikasi luar biasa.
“Kegiatan ini menjadi salah satu agenda konsisten di tingkat cabang dinas yang memberikan penghargaan kepada guru-guru berprestasi dan berdedikasi,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi seluruh pendidik di Kabupaten Gowa untuk terus berkarya dan berkontribusi memajukan dunia pendidikan.
Salah satu penerima penghargaan, guru berprestasi tingkat nasional Muhammad Maulana Arif dari SMA Negeri 14 Gowa, peraih Terbaik II Learning Content Creator LAN Awards 2025, mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan.
“Semoga penghargaan ini memotivasi guru-guru lain untuk terus berprestasi dan mengabdikan diri bagi pendidikan, baik di Kabupaten Gowa maupun Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Adapun 10 Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2025 yang menerima penghargaan yakni Khuldiana, Muhammad Maulana Arif, Nurhidayah, Suparmin, Wiwin Safitri, Fawzan Suma, Syarifuddin Munir, Sudarman, Nurilmi, dan Zaenab. Sementara Guru Berdedikasi yang menerima penghargaan berjumlah tiga orang, yakni Rahyuli, Nirmalasari, dan Nurjannah.
Penganugerahan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru bagi para guru untuk terus berinovasi, mengabdi sepenuh hati, dan bersama-sama mewujudkan pendidikan unggul dan berkarakter di Kabupaten Gowa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab, Ketua BMPS Provinsi Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Taufiq Mursad, Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Prof Dr Hasnawi Haris, serta Ketua PGRI Kabupaten Gowa Sappe Mangiriang.
The post Anak Guru Jadi Bupati, Husniah Talenrang Angkat Martabat Pendidik appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Kemendikdasmen Apresiasi Kebijakan Insentif Guru Pulau di Makassar appeared first on Teraskota.info.
]]>Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui koordinasi kebijakan dan strategi pelaksanaan program prioritas tahun 2025 yang kali ini berlangsung di Kota Makassar.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, dan diterima langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Selasa (14/10/2025).
Nunuk menegaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan berbagai program prioritas pendidikan.
“Silaturahmi dengan Pemerintah Kota Makassar ini kami lakukan untuk membicarakan kepentingan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
“Kehadiran kami sekaligus melihat langsung implementasi berbagai program prioritas kementerian yang sedang berjalan di daerah, termasuk di Kota Makassar,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, seperti percepatan pengangkatan kepala sekolah dan redistribusi tenaga pendidik di wilayah dengan kelebihan guru.
“Komunikasi yang terjalin bersama Pak Wali ini sangat positif, dan kami menjadikan Kota Makassar sebagai kota percontohan nasional dalam pelaksanaan program-program prioritas GTKPG,” jelas Nunuk.
Salah satu program yang tengah diusung Kemendikdasmen adalah “Hari Belajar Guru”, yaitu satu hari dalam sepekan di mana guru diberi kesempatan khusus untuk belajar, berbagi praktik baik, dan berinovasi dalam pembelajaran.
Nunuk juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemkot Makassar dalam Gerakan Numerasi Nasional melalui inisiatif pembangunan “taman-taman numerasi” di sekolah dan ruang publik.
“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi yang baik dengan dukungan Pak Wali sangat luar biasa. Beliau berkomitmen untuk menghadirkan taman-taman numerasi di berbagai titik di Kota Makassar,” ungkapnya.
Selain itu, ia memuji kebijakan Pemkot Makassar yang memberikan insentif tambahan bagi guru yang bertugas di wilayah kepulauan.
“Kebijakan Pak Wali untuk memberikan kenaikan insentif bagi guru yang mengajar di pulau-pulau sangat menginspirasi. Kami berterima kasih atas kepedulian ini,” ujarnya.
Nunuk menilai langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam mengatasi kesenjangan distribusi guru di daerah terpencil.
“Dengan adanya insentif seperti ini di Kota Makassar, guru akan lebih termotivasi untuk mengabdi dengan tenang dan penuh dedikasi,” tambahnya.
Ia berencana melaporkan inovasi tersebut kepada Menteri Pendidikan agar dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.
“Saya akan sampaikan inovasi Pak Wali Kota ke Pak Menteri. Tentu semua anak Indonesia, di mana pun berada, akan mendapatkan hak pendidikan yang layak, terutama kesejahteraan guru,” bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik langkah kolaboratif Ditjen GTKPG dan menegaskan komitmen Pemkot dalam memperluas akses pendidikan, terutama di wilayah kepulauan.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Makassar, termasuk di pulau-pulau, yang tertinggal dalam pendidikan. Karena itu, kami sedang menyiapkan rencana pembangunan sekolah rakyat di pulau-pulau,” jelas Munafri.
Ia juga mendukung penuh pelaksanaan program numerasi dan “Hari Belajar Guru” yang digagas GTKPG sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran.
“Kolaborasi dengan Kemendikdasmen ini menjadi momentum penting untuk memajukan pendidikan di Makassar,” ujarnya.
Munafri berharap sinergi yang dibangun dapat berdampak nyata terhadap mutu pendidikan di semua jenjang.
“Tentu kami berharap kolaborasi ini akan memberikan dampak positif terhadap proses pendidikan yang ada di Kota Makassar,” tuturnya.
“Kami juga terus menantikan arahan dan bimbingan dari pimpinan Kementerian Dikdasmen,” tambah Appi.
Ia menutup pertemuan dengan harapan agar sinergi ini menjadi pijakan awal bagi sistem pendidikan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
“Semoga pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk peningkatan proses pendidikan di Kota Makassar agar bisa berjalan lebih baik lagi,” pungkasnya.
The post Kemendikdasmen Apresiasi Kebijakan Insentif Guru Pulau di Makassar appeared first on Teraskota.info.
]]>