add_action('wp_enqueue_scripts', function() { if(is_home()) { wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true); wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true); } }); M. Rijal Nasution Archives | Teraskota.info https://teraskota.info/tag/m-rijal-nasution/ Info Desa dan Perkotaan Sun, 11 Jan 2026 08:35:23 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://teraskota.info/wp-content/uploads/2026/04/cropped-IMG-20260423-WA0095-1-100x75.jpg M. Rijal Nasution Archives | Teraskota.info https://teraskota.info/tag/m-rijal-nasution/ 32 32 ICCN Perkuat Jejaring Kota Kreatif di Pulau Sulawesi https://teraskota.info/iccn-perkuat-jejaring-kota-kreatif-di-pulau-sulawesi/ https://teraskota.info/iccn-perkuat-jejaring-kota-kreatif-di-pulau-sulawesi/#respond Sun, 11 Jan 2026 08:30:28 +0000 https://teraskota.info/?p=3866 TERAS, MAKASSAR – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal di berbagai daerah, termasuk di Pulau Sulawesi. Melalui jejaring kolaboratif lintas kota dan kabupaten, ICCN menjadi wadah strategis bagi komunitas kreatif, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan media untuk bersinergi membangun daerah berbasis kreativitas. ICCN […]

The post ICCN Perkuat Jejaring Kota Kreatif di Pulau Sulawesi appeared first on Teraskota.info.

]]>
TERAS, MAKASSAR – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal di berbagai daerah, termasuk di Pulau Sulawesi. Melalui jejaring kolaboratif lintas kota dan kabupaten, ICCN menjadi wadah strategis bagi komunitas kreatif, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan media untuk bersinergi membangun daerah berbasis kreativitas.

ICCN merupakan jaringan nasional yang menghimpun kota dan kabupaten di Indonesia yang memiliki komitmen mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Jejaring ini tidak berorientasi profit, melainkan fokus pada penguatan ekosistem kreatif daerah melalui pertukaran gagasan, pengalaman, serta praktik terbaik antar daerah.

Di Pulau Sulawesi, keberadaan ICCN dinilai penting mengingat wilayah ini memiliki kekayaan budaya, seni, dan potensi ekonomi kreatif yang beragam, mulai dari subsektor kuliner, kriya, seni pertunjukan, musik, hingga pariwisata berbasis budaya.

“ICCN hadir sebagai ruang kolaborasi. Kota-kota di Sulawesi bisa saling belajar, saling menguatkan, dan mempromosikan potensi kreatifnya ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Rijal Nasution, salah satu pegiat kreatif di Sulawesi, kepada Media Teras Kota.

Ia menambahkan, melalui penguatan ekosistem kreatif akan lahir berbagai sumber daya dan peluang positif. “Salah satunya mendorong terwujudnya ekonomi yang berkelanjutan serta kemandirian daerah,” tegasnya.

Sejumlah kegiatan ICCN di Sulawesi telah digelar, mulai dari diskusi kota kreatif, lokakarya pengembangan UMKM kreatif, pameran produk lokal, hingga penyelenggaraan festival kreatif berskala nasional. Salah satu agenda penting ICCN adalah Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang pernah dilaksanakan di wilayah Sulawesi dan menjadi ajang pertemuan ratusan komunitas kreatif dari seluruh Indonesia.

Melalui pendekatan kolaborasi hexa helix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, media, serta institusi pendukung ICCN mendorong agar pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sektor konvensional, tetapi juga pada kreativitas dan inovasi masyarakat lokal.

Pemerintah daerah di Sulawesi diharapkan dapat memanfaatkan jejaring ICCN sebagai mitra strategis dalam merumuskan kebijakan ekonomi kreatif, memperkuat identitas kota, serta membuka peluang lapangan kerja baru bagi generasi muda.

Dengan penguatan jejaring ICCN di Pulau Sulawesi, kota dan kabupaten di kawasan ini diharapkan mampu tumbuh sebagai kota kreatif yang berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi jati diri masyarakatnya.

The post ICCN Perkuat Jejaring Kota Kreatif di Pulau Sulawesi appeared first on Teraskota.info.

]]>
https://teraskota.info/iccn-perkuat-jejaring-kota-kreatif-di-pulau-sulawesi/feed/ 0
M. Rijal Nasution: ICCN Masuki Babak Baru, Jaga Detak Jantung Kreativitas Nusantara https://teraskota.info/m-rijal-nasution-iccn-masuki-babak-baru-jaga-detak-jantung-kreativitas-nusantara/ https://teraskota.info/m-rijal-nasution-iccn-masuki-babak-baru-jaga-detak-jantung-kreativitas-nusantara/#respond Tue, 30 Dec 2025 20:58:45 +0000 https://teraskota.info/?p=3600 TERAS, JAKARTA – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) resmi mengukuhkan kepengurusan nasional periode 2025–2028 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 36/SK-ICCN/XII/2025 yang ditetapkan di Jakarta, Selasa (30/12/2025). Kepengurusan ICCN periode ini dipimpin oleh Tb. Fiki C. Satari sebagai Ketua Umum. ICCN yang menaungi jejaring 254 kota dan kabupaten kreatif di Indonesia menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan ekosistem kota […]

The post M. Rijal Nasution: ICCN Masuki Babak Baru, Jaga Detak Jantung Kreativitas Nusantara appeared first on Teraskota.info.

]]>
TERAS, JAKARTA – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) resmi mengukuhkan kepengurusan nasional periode 2025–2028 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 36/SK-ICCN/XII/2025 yang ditetapkan di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Kepengurusan ICCN periode ini dipimpin oleh Tb. Fiki C. Satari sebagai Ketua Umum. ICCN yang menaungi jejaring 254 kota dan kabupaten kreatif di Indonesia menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan ekosistem kota kreatif melalui peran strategis bertajuk “The Guardian.”

Periode kepengurusan 2025–2028 mengusung fokus pada penguatan ekosistem kreatif agar tetap hidup, berdaulat, dan berkelanjutan, dengan landasan filosofi “Menjaga Detak Jantung Nusantara, Merawat Pertiwi.”

Arah gerak organisasi bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Mandiri, Berkelanjutan, dan Berdampak. Pilar Mandiri diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi organisasi dan jejaring melalui tata kelola yang baik.

Pilar Berkelanjutan menekankan pengembangan ekosistem kreatif yang hijau dan inklusif, sementara pilar Berdampak difokuskan pada peningkatan kesejahteraan pelaku kreatif dan masyarakat.

Struktur kepengurusan ICCN disusun secara profesional dengan melibatkan tokoh nasional lintas sektor yang tergabung dalam Dewan Pengarah, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, dan Dewan Pengawas. Teuku Riefky Harsya menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah, sementara Paulus Mintarga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas. Sejumlah tokoh nasional seperti Erick Thohir, Teten Masduki, Mugiyanto Sipin, dan Ilham Akbar Habibie masuk dalam jajaran Dewan Kehormatan.

Untuk mendukung pelaksanaan program kerja, Ketua Umum didampingi Ketua Harian, Komite Eksekutif, Sekretaris Umum, Sekretaris Eksekutif, dan Bendahara Umum, serta enam deputi strategis yang membidangi tata kelola, ekosistem kreatif, data dan riset, pengembangan talenta, kemitraan strategis, serta jejaring internal. Selain itu, ICCN menunjuk Raffi Farid Ahmad dan Gilang Widya Pramana sebagai Wakil Ketua Umum.

Ketua Umum ICCN Tb. Fiki C. Satari menyatakan bahwa kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat posisi kota dan kabupaten kreatif Indonesia agar tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memiliki identitas dan daya saing global.

“ICCN merupakan jejaring organisasi yang menjalankan 10 Prinsip Kota Kreatif Indonesia dan mendorong kolaborasi hexa helix dalam pengembangan budaya, inovasi, dan teknologi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional,” ujarnya.

Sementara itu, M. Rijal Nasution . R, perwakilan Jejaring Kreatif ICCN Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menyambut baik dimulainya babak baru ICCN di bawah kepemimpinan nasional periode 2025-2028.

“ICCN kini memulai babak baru dengan tiga pilar Mandiri, Berkelanjutan, dan Berdampak. Spirit ini membersamai senyawa misi ICCN periode ini sebagai ‘The Guardian’, penjaga, perawat, dan penguat ekosistem kreatif agar tetap bernapas, berdaulat, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut Rijal, fokus utama kepengurusan baru yang dirangkum dalam filosofi ‘Menjaga Detak Jantung Nusantara, Merawat Pertiwi’ menjadi harapan besar bagi jejaring kreatif di lebih dari 250 wilayah kota dan kabupaten kreatif se-Indonesia.

“Ini adalah momentum penting untuk mengorkestrasi lokalitas daerah sebagai detak jantung kekayaan kreativitas Ibu Pertiwi. Daerah bukan hanya objek, tetapi subjek utama penggerak kreativitas nasional,” pungkasnya.

The post M. Rijal Nasution: ICCN Masuki Babak Baru, Jaga Detak Jantung Kreativitas Nusantara appeared first on Teraskota.info.

]]>
https://teraskota.info/m-rijal-nasution-iccn-masuki-babak-baru-jaga-detak-jantung-kreativitas-nusantara/feed/ 0