add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Sri Lanka dan Perjuangan Menjaga Keutuhan Bangsa appeared first on Teraskota.info.
]]>Sri Lanka adalah negara kepulauan yang berbatasan laut dengan India di sebelah barat laut dan Maladewa di barat daya. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan Samudra Hindia menjadikan negeri ini sejak lama sebagai persinggahan berbagai bangsa, sekaligus arena perebutan pengaruh dan kekuasaan.
Sejarah awal Sri Lanka kerap ditautkan dengan kedatangan Pangeran Vijaya dari India pada sekitar 543 SM bersama 700 pengikutnya. Peristiwa ini kemudian dianggap sebagai cikal bakal terbentuknya kelompok etnis Sinhala, yang saat ini merupakan mayoritas penduduk Sri Lanka, sekitar 74 persen.
Etnis Sinhala umumnya menganut ajaran Buddha Theravada, sering pula disebut Buddha Sinhala dan banyak bermukim di wilayah pesisir barat serta bagian tengah pulau.
Kelompok etnis besar lainnya adalah Tamil yang mayoritas beragama Hindu. Mereka diperkirakan mulai menetap sejak awal Masehi. Pada abad ke-14, suku Tamil bahkan mendirikan kerajaan yang wilayahnya meliputi Sri Lanka bagian utara hingga pesisir timur.
Keturunan Tamil penetap awal ini dikenal sebagai Tamil Sri Lanka, yang kini berjumlah sekitar 13 persen dari total penduduk. Sementara itu, sekitar 6 persen lainnya adalah Tamil India, yaitu kelompok pendatang yang sebagian besar dibawa oleh Inggris sebagai tenaga kerja perkebunan pada masa kolonial.
Kelompok berikutnya adalah suku Moor, sekitar 6 persen dari penduduk Sri Lanka. Pada awalnya mereka datang sebagai pedagang Muslim dari Arab dan wilayah sekitarnya, lalu menetap dan berbaur dengan penduduk lokal.
Etnis Burgher merupakan kelompok terkecil, sekitar 1 persen dari populasi. Mereka adalah keturunan Eropa, terutama Portugis dan Belanda yang umumnya berkulit putih dan berbahasa Inggris.
Letak Sri Lanka yang strategis menarik perhatian bangsa-bangsa Eropa. Portugis menjadi bangsa Eropa pertama yang datang pada 1505 dan berupaya menguasai pulau ini. Meski tidak seluruh wilayah berhasil ditaklukkan, pengaruh Eropa mulai tertanam sejak periode tersebut.
Pada 1658, Belanda berhasil mengalahkan Portugis dan mengambil alih kekuasaan. Namun, dominasi itu tidak berlangsung lama. Inggris mulai masuk dan pada 1796 mengambil alih wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai Belanda.
Melalui Konvensi London 13 Agustus 1814 dan diperkuat Traktat London 17 Maret 1824, Inggris dan Belanda menyepakati pertukaran wilayah. Dalam perjanjian tersebut, Sri Lanka yang saat itu dikenal sebagai Ceylon resmi berada di bawah kekuasaan Inggris.
Inggris menjadi penguasa Eropa terakhir di Sri Lanka. Pada awal 1824, Gubernur Inggris Sir Edward Barnes membuka kesempatan bagi warga Inggris untuk menetap di Ceylon, memperkuat struktur kolonial di pulau tersebut.
Memasuki awal abad ke-20, kesadaran nasionalisme mulai tumbuh di kalangan penduduk asli. Mereka membentuk Ceylon National Congress dan mengajukan rancangan konstitusi yang menekankan pentingnya mayoritas kursi parlemen dipegang oleh penduduk lokal.
Pada 1931, lahir konstitusi baru yang memungkinkan Ceylon menjalankan pemerintahan sendiri. Puncaknya, pada 1947 Inggris memberikan kedaulatan penuh dan Ceylon ditetapkan sebagai negara dalam Persemakmuran.
Pemilihan umum diselenggarakan pada tahun yang sama. Pada 24 Desember 1947, D.S. Senanayake dari Partai Nasional Serikat ditetapkan sebagai Perdana Menteri pertama Ceylon.
Pada 4 Februari 1948, Ceylon secara resmi memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Selanjutnya, pada 2 Mei 1972, nama Ceylon diubah menjadi Sri Lanka sebagai penegasan identitas nasional.
Undang-Undang Dasar baru memperkenalkan jabatan presiden eksekutif serta sistem perwakilan proporsional. Sri Lanka menganut sistem demokrasi parlementer dengan presiden sebagai kepala pemerintahan yang dipilih untuk masa jabatan enam tahun.
Junius Richard Jayewardene dari Partai Nasional Serikat tercatat sebagai Presiden Eksekutif pertama Sri Lanka. Dalam menjalankan pemerintahan, presiden mengangkat perdana menteri dan membentuk kabinet berdasarkan hasil pemilihan umum.
Sri Lanka juga menetapkan pemisahan ibu kota. Sri Jayawardenapura Kotte ditetapkan sebagai ibu kota administratif dan pusat legislatif, sementara Kolombo yang berjarak sekitar 9 kilometer berfungsi sebagai kota perdagangan serta pusat eksekutif dan yudikatif. Pelabuhan utama dan bandara internasional berada di Kolombo.
Perekonomian Sri Lanka bertumpu pada sektor pertanian dan ekspor. Negara ini dikenal sebagai salah satu pengekspor teh terbesar dunia, selain sebagai penghasil karet dan kelapa. Di samping itu, Sri Lanka juga dikenal sebagai penghasil grafit.
Namun, dalam perkembangannya, devisa terbesar justru berasal dari ekspor garmen, remitansi tenaga kerja di luar negeri, serta sektor pariwisata.
Keberagaman etnis dan agama di Sri Lanka menjadi potensi sekaligus sumber konflik. Pemeluk Buddha merupakan mayoritas, sekitar 70,2 persen, disusul Hindu 12,6 persen, Muslim 9,7 persen, Kristen 7,4 persen, dan lainnya sekitar 1 persen.
Sejarah mencatat berbagai kekerasan berlatar etnis dan agama. Serangan terhadap komunitas Muslim dan Kristen beberapa kali terjadi, demikian pula kekerasan terhadap etnis Tamil pascakemerdekaan, terutama pada 1956, 1958, 1977, dan 1981.
Diskriminasi dan kekerasan ini memicu konflik bersenjata berkepanjangan. Pada 1983 pecah konflik besar yang dikenal sebagai “Juli Hitam”, menandai dimulainya pemberontakan Macan Tamil yang berjuang mendirikan negara Tamil merdeka.
Konflik tersebut baru berakhir pada 2009 setelah ditumpas oleh pemerintah. Selama sekitar 26 tahun konflik berlangsung, diperkirakan lebih dari 100.000 orang tewas dan sekitar 800.000 lainnya kehilangan tempat tinggal. Pelanggaran HAM dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas hingga kini masih menjadi sorotan dunia internasional.
Dari pengalaman Sri Lanka, bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki para pendiri bangsa yang berpandangan jauh ke depan. Mereka merumuskan dasar dan arah negara melalui Pancasila dan UUD 1945 dengan kesadaran penuh akan kebhinekaan bangsa.
Indonesia menetapkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, yang terpatri dalam Lambang Negara Garuda Pancasila sejak 17 Oktober 1951. Nilai ini menjadi penegasan bahwa perbedaan agama, suku, bahasa, dan budaya adalah realitas yang harus dirawat dalam persatuan.
Sejarah Indonesia juga mencatat adanya kebijakan tegas untuk menjaga keutuhan bangsa, termasuk pengawasan terhadap paham-paham ekstrem yang berpotensi memecah persatuan. Meski kerap dinilai otoriter oleh sebagian kalangan, kebijakan tersebut lahir dari kekhawatiran akan rapuhnya persatuan nasional.
Pada akhirnya, menjaga keutuhan bangsa menuntut pemahaman bersama atas semangat para pejuang dan pendiri negara. Nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 harus terus dijadikan landasan berbangsa dan bernegara agar tragedi konflik berkepanjangan seperti yang dialami Sri Lanka tidak terjadi di tanah air tercinta. (*)
The post Sri Lanka dan Perjuangan Menjaga Keutuhan Bangsa appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Korea Selatan, Program Repelita dan Gotong Royong appeared first on Teraskota.info.
]]>Ketika Perang Korea usai tahun 1953, Jenderal Douglas MacArthur, Panglima Perang Amerika Serikat di Pasifik berkata, negeri ini tidak punya masa depan. Waktu seratus tahun pun tidak akan cukup untuk membangunnya.
Jika saja hari ini MacArthur masih hidup, dia akan menyadari apa yang dia pikirkan sungguh keliru.
Pandangan MacArthur sebenarnya beralasan. Saat itu pendapatan perkapita negeri itu hanya 67 dollar AS, lebih rendah dari Filipina dan Myanmar. Sumber daya alam Korea Selatan tak menjanjikan apa-apa. Seperti umumnya keadaan alam di Semenanjung Korea, 70 persen tanahnya adalah perbukitan gersang dan kosong.
Lalu, apa kunci kemajuan negeri seluas kurang lebih 100 ribu km persegi ini?Jawabannya mungkin dapat kita lihat jauh ke belakang.
Sejarah jatuh-bangun kerajaan di Korea cukup panjang, hingga kemudian tahun 936 M. Dinasti yang memerintah Semenanjung Korea adalah Goryeo mulai 918 Masehi hingga 1392 Masehi.
Dinasti Goryeo jatuh, karena pemberontakan oleh Jenderal Yi Seong-gye. Dinasti Joseon, menggantikan Dinasti Goryeo pada tahun 1392.
Dinasti Joseon menjadi Kekaisaran Han Raya yang berakhir bersamaan dengan jatuhnya Korea ke tangan Jepang.
Kekalahan Rusia dan Tiongkok atas Jepang 1905 memudahkan Jepang menjajah Korea yang dimulai pada tahun 1910. Padahal sebelumnya beberapa kali serangan dari Jepang termasuk Tiongkok dan Mongol berhasil di patahkan.
Menyerahnya Jepang kepada sekutu 1945, mengakhiri penjajahan Jepang atas Korea selama 35 tahun.
Pemenang Perang Dunia tidak dapat memutuskan bentuk pemerintahan Korea karena perbedaan ideologis.
Komunis atau Kapitalis.
Pemilihan umum Korea Selatan yang diselenggarakan 10 Mei 1948 Syngman Rhee terpilih sebagai presiden.
Sekaligus menjadi pertanda berdirinya Korea Selatan pada 15 Agustus 1948.
Sementara Korea Utara membentuk Republik Demokratik Rakyat Korea pada 9 September 1948. Kim Il Sung terpilih sebagai presiden.
Perang Korea
25 Juni 1950, Pasukan Korea Utara menyerang Korea Selatan mendapat dukungan dari Tiongkok dan Rusia.
Pasukan Korea Utara menduduki Seoul. Pasukan Amerika Serikat membantu diikuti oleh pasukan PBB, yang turut berperang di pihak Korea Selatan.
Gencatan senjata berlangsung pada 27 Juli 1953. Korea akhirnya terpisah. Korea Utara yang komunis dan Korea Selatan yang demokratis.
Ancaman komunisme dari Utara didukung Rusia dan Tiongkok terus berlangsung, sehingga sering terjadi pertempuran perbatasan.
Demonstrasi mahasiswa April 1960 meminta Presiden Rhee turun karena kecurangan pemilu.
Akhirnya Presiden Rhee dan kabinetnya bubar. Majelis Nasional kemudian memilih Yun Po-sun sebagai presiden dan Chang Myon sebagai perdana menteri.
Pemerintahan baru dan Partai Demokrat yang berkuasa tak mampu memulihkan kondisi perekonomian, politik, dan ancaman komunis dari Korea Utara. Apalagi ketika itu pemerintahan sangat lemah, karena tidak tercapai kesepakatan tentang komposisi kabinet. Reshuffle kabinet tiga kali dalam lima bulan.
Masyarakat menuntut reformasi politik dan ekonomi. Karena takut ancaman dari Korea Utara. Pada 16 Mei 1961, Mayor Jenderal Park Chun Hee kemudian melakukan revolusi militer.
Presiden Yun memberi legitimasi rezim militer, walau Perdana Menteri Chang menolak. Chang ditangkap Juli 1961. Dalam pemilihan presiden Oktober 1963, Park Chung Hee menang.
Korea tidak memiliki sumberdaya alam yang melimpah untuk memulai segala sesuatu. Seusai perang, kemiskinan dahsyat terjadi di negeri ini.
Park memotivasi rakyatnya dengan mengatakan “Kalau kamu lapar karena makanan kurang, perbanyak minum”, demikian Park berupaya meringankan beban rakyatnya.
Park berpandangan, pendidikan satu-satunya program untuk restorasi bangsa. “Kalau makan boleh kurang, namun belajar wajib lebih”, katanya.
Park mengalokasikan 90% APBN untuk pendidikan. Belajar dan kerja keras, hanya itu cara memuliakan hidup.
Demikian seruan Park, sehingga berduyun-duyunlah anak-anak pergi ke sekolah walau berjalan kaki sejauh 10 km per hari.
Kesungguhan dalam pendidikan merupakan modal dasar untuk menghasilkan tenaga kerja unggul kelak kemudian hari.
Dengan pandangan dan tekad seperti itu, tahun 1962 Park menetapkan program Repelita I sebagai cetak biru pembangunan ekonomi yang menjadi prioritas utamanya.
Park tidak memiliki dana, Amerika Serikat tidak memberi dukungan karena tidak mendukung rezim militer, pelanggar HAM, dianggap tidak demokratis.
Park kemudian mengajukan pinjaman kepada Jerman Barat. Sebagai sekutu Amerika, Jerman Barat pun enggan mengucurkan bantuan. Tetapi Jerman Barat ketika itu kekurangan tenaga kerja untuk membangun, akhirnya menerima tawaran Park yang bersedia mengirimkan tenaga kerja bidang industri, penambang serta perawat.
Rakyat Korea Selatan ramai mendaftar untuk dikirim ke Jerman Barat. Upah para pekerja disetujui Jerman Barat dibayar Park dalam mata uang won di dalam negeri. Kebutuhan pekerja di Jerman Barat dipenuhi seadanya.
Antusiasme rakyat Korea Selatan ini tidak semata didorong oleh keinginan untuk memperbaiki nasib, tetapi juga didorong oleh patriotisme dan kesediaan berkorban untuk negeri mereka.
Park memperoleh pinjaman lunak 150 juta dollar AS yang dibayar dengan pengiriman pekerja ke Jerman Barat.
Park dikenal anti KKN, sehingga rakyat siap berkorban membantu Park mewujudkan mimpinya.
Park menggunakan pinjaman ini untuk membangun industri ringan seperti tekstil dan barang konsumsi lainnya yang merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi.
Park kemudian merancang pembangunan industri berat seperti baja, batubara, kimia, mesin dan industri kapal yang merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa ini.
Industri baja dibangun tahun 1970 tanpa dukungan investor luar negeri.
Tahun 1973 Pohang mulai berproduksi, keraguan pihak luar pun hilang.
Tahun 2014 Korea Selatan menjadi penghasil terbesar keempat baja di dunia.
Dalam melaksanakan pembangunan pedesaan, Park ketika itu menggunakan konsep Gotong Royong. Sebanyak 33 ribu lebih desa diberi bantuan semen dan besi dilengkapi dengan berbagai keperluan untuk membangun industri kecil, bukan uang.
Setelah dua tahun desa yang berhasil, diberi bantuan yang lebih besar lagi, dianjurkan swasembada.
Akhirnya rakyat memiliki percaya diri, apapun mungkin jika bekerja keras. Semangat ini menjalar ke sektor lainnya termasuk industri di kota-kota.
Ketika krisis melanda Asia tahun 1977 cadangan devisa negeri ini tinggal 3 miliar dollar AS, namun empat tahun kemudian cadangan tersebut menjadi 99 miliar dollar AS.
Park Chung Hee Seorang pemimpin yang mengetahui persis karakter bangsanya.
Namun, sangat disayangkan Park menafikan HAM dengan berpandangan demokrasi pada waktu yang sempit, adalah kemewahan yang tidak bermanfaat.
Ketika pertumbuhan ekonomi mulai melambat pada awal tahun 1970, ketidakpuasan mulai mengemuka.
Antara lain tentang kebebasan berbicara dan pers, dan penangkapan serta penahanan lawan politik.
Ketidakpuasan ini berujung kepada demonstrasi oleh sebagian mahasiswa dan pekerja.
Namun, pemerintahan Park malah memberlakukan darurat militer di Busan sehingga demonstrasi semakin meluas di seluruh negeri.
Park tertembak pada 26 Oktober 1979.
Park Chung Hee dimakamkan dengan penghormatan militer penuh di Seoul National Cemetery. Kemudian Penembaknya, Kim Jae-kyu dihukum gantung pada 24 Mei 1980.
Membangun negeri menggunakan Program Repelita dan membangun desa dengan Konsep Gotong Royong serta mengelola kekuasaan tanpa korupsi membuat capaian Korea Selatan kemudian sungguh luar biasa.
Menurut Bank Dunia tahun 2011-2013, pendapatan perkapita Korea Selatan sebesar 33,062 dollar AS, rangking 31 dari 185 negara di dunia.
Keunggulan prinsip-prinsip yang dimiliki pemimpin dan rakyat Korea Selatan yang dasar-dasar pembentukannya diletakkan oleh Park Chung Hee, menjadikan Korea Selatan yang semula di prediksi sebagai negara tanpa masa depan, berubah menjadi negara maju dan tangguh.
The post Korea Selatan, Program Repelita dan Gotong Royong appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Saint Petersburg, Ibukota Rusia, Tempat lahirnya Uni Soviet appeared first on Teraskota.info.
]]>Dinasti Rurikid berkuasa mulai tahun 862 M selama 748 tahun.
Dinasti ini berakhir setelah Mikhail Romanov terpilih berdasar suara bulat oleh Majelis Nasional 21 Februari 1613.
Mikhail Romanov sebenarnya masih memiliki akar pertalian darah dengan Dinasti Rurikid.
Peter Agung
Dari Dinasti Romanov yang paling menonjol dalam sejarah Rusia adalah Pyotr I atau Peter Agung yang merupakan cucu dari Mikhail Romanov.
Peter Agung Mengubah Rusia.
Peter Agunglah yang bertekad mengubah kerajaan Rusia yang terisolasi menjadi negara modern yang besar dan berpengaruh.
Rusia pada masa itu, sekitar tahun 1689, adalah negara terbelakang, tertinggal beberapa abad dalam hampir semua bidang dibanding negara-negara Eropa.
Peter Agung, Tsar muda berusia 25 tahun melihat kenyataan ini dan memutuskan untuk menjelajah kota-kota Eropa.
Ia menyamar dengan nama Pyotr Mikhaylov dan memboyong 250 orang dalam misi besarnya selama 18 bulan menjelajah negeri-negeri Barat.
Di Belanda Peter bekerja sebagai tukang kayu di Dutch East India Company.
Di Inggris ia bekerja di dok angkatan laut Inggris dan belajar bagaimana membangun angkatan laut.
Ia belajar persenjataan di Prusia.
Melihat tata kota di Manchester.
Peter mengunjungi sekolah-sekolah, pabrik-pabrik, museum, stadion, bahkan melihat sidang parlemen di Inggris.
Ia belajar sengalanya di Barat lalu pulang membangun Rusia.
Saint Petersburg didirikan pada tahun 1703 oleh Tsar Pyotr Yang Agung.
Tanggal 27 Mei 1703 Peter Agung mengundang arsitek-arsitek terkemuka Perancis, Italia dan Jerman.
Mereka diminta menerjemahkan selera dan keinginan sang Tsar pada konstruksi dan desain arsitektur untuk membangun kota yang diinginkan.
Di tangan para arsitek Eropa, Saint Petersburg kemudian dibangun sesuai keinginan Tsar tetapi dengan ciri sangat Eropa abad pertengahan.
Ciri ini berbeda dengan Moskow yang bernuansa Timur yang mendapat pengaruh kekuasaan Turki Ottoman dengan kubah-kubah masjid di banyak bangunan penting, seperti yang terihat di Istana Kremlin.
Banyak orang menyebut Saint Petersburg merupakan satu dari sedikit kota di dunia yang dirancang hanya dengan selera satu orang.
Atas dasar ini, Tsar Peter Agung dipandang sebagai tokoh yang membaratkan Rusia.
Dengan semua yang dilakukan, Peter Agung bersama dengan permaisurinya, Katerina Yang Agung, membawa Kekaisaran Rusia pada puncak kejayaannya.
The Golden Era.
Masa pemerintahan mereka disebut-sebut sebagai the golden era.
Kota Saint Petersburg menjadi ibukota Kerajaan Rusia pada tahun 1712.
Setelah naik tahta Pyotr I atau Peter Agung mengubah gelar Tsar menjadi Kaisar pada tahun 1721.
Dengan demikian Peter Agung merupakan Tsar Rusia terakhir dan Kaisar Rusia pertama.
Karenanya sejarawan menyebut Kekaisaran Rusia didirikan oleh Pyotr I atau Peter Agung tahun 1721.
Pada 1728 ibukota kembali ke Moskow.
Namun 1732, ibukota kembali lagi ke Saint Petersburg hingga 1918.
Pada masa kini, kota Saint Petersburg pun menjadi kota terpenting setelah Moscow karena menyimpan pesona luar biasa, jejak Peter Agung. Dengan lanskap terbuka dan dipenuhi bangunan antik, kota ini merupakan persinggahan penting bila mengunjungi Rusia.
Dari Moskow dapat dicapai menggunakan seluruh moda transportasi.
Keindahannya menghimpun sejarah kebangkitan sekaligus keruntuhan sebuah bangsa.
Usianya berabad, tetapi kota ini tak pernah menjadi usang.
Dalam sepuhan modernitas, ia menjelma menjadi kota antik yang memesona.
Pada malam hari, pemandangan kilau cahaya kota yang benderang, seperti suasana malam karnaval. Hampir semua bangunan, jembatan dan artefak kota bermandi cahaya. Hal yang dimungkinkan karena kota ini dialiri listrik yang dipasok dari tenaga nuklir.
Impressi seribu satu malam menjadi tanda, bahwa meski berusia tua Saint Petersburg adalah sebuah kota modern.
Ia beradaptasi pada perkembangan zaman. Sebagai contoh, tahun 1955 kota ini membangun sistem transportasi bawah tanah (metro).
Cerminan kota modern yang penuh dengan boulevard lebar dengan pohonan berbaris rapi di tepinya.
Lihat misalnya Teater Mariinsky yang merupakan teater untuk opera, gedung antik yang menyimpan jejak perkembangan balet Rusia yang tersohor itu.
Balerina legendaris seperti Galina Ulanova adalah balerina kelahiran Saint Petersburg .
Keindahan seni dan keagungan arsitektur seolah berkumpul di Saint Petersburg. Hampir di seluruh sisi kota yang dibelah oleh Sungai Neva, tersebar bangunan bergaya Victoria, Baroque dan Gothik.
Bangunan-bangunan yang memiliki riwayat dan memendam keindahannya masing-masing, seperti The Peter and Paul Fortress, The Admiralty, The Kazan Catherdral dan lain-lain.
Katedral Saint Isaac yang terletak di delta sungai Neva yang bermuara di Teluk Finlandia, berdiri megah setinggi 101,5 meter dan mendominasi alun-alun Morskaya.
Katedral ini dibangun untuk menghormati Santo Isaac dari Dalmatia.
Hari kelahirannya, 30 Mei, bertepatan dengan tanggal perayaan ulang tahun Peter yang Agung.
Dibangun dalam kurun waktu 1818-1858
Katedral rancangan Auguste de Montferre ini memiliki empat serambi yang tiang-tiangnya didukung oleh 72 batang kolom granit utuh, tunggal, seberat rata-rata 64 ton sampai 114 ton.
Bangunan terpenting kota ini adalah Museum Hermitage, bangunan bergaya baroque, hingga saat ini menyimpan kurang lebih 3 juta karya seni.
Saat ini Hermitage disebut sebagai museum terbesar di dunia, bukan cuma karena koleksinya melainkan karena apa yang dimiliki oleh gedung itu sendiri.
Luasnya kurang lebih 200 x 100 meter, tinggi 300 meter dan memiliki 1.057 kamar.
Pada mulanya Hermitage berfungsi sebagai istana musim dingin keluarga kekaisaran.
Atas inisiatif Permaisuri Katerine Yang Agung, pada 1764, setelah bertemu dengan pedagang Prusia bernama Johann Ernest Gotzkowsky, mulailah beberapa bagian bangunan istana ini difungsikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda seni yang ditawarkan sang pedagang.
Saat ini, karya-karya hampir seluruh seniman penting dunia tersimpan di Hermitage.
Di sini bisa disaksikan karya Leonardo da Vinci (1452-1519) The Litta Madonna, dibuat pada tahun 1490, Karya Rembrandt (1606-1669) The Holy Family dibuat 1645 dan beberapa karya penting Rembrandt lainnya.
Karya Raphael (1728-1779) Self Potrait tahun 1775, Karya Monet (1840-1926) yang terkenal berjudul Lady in The Garden, dibuat pada tahun 1967, karya Renoir, karya Van Gogh sampai kepada karya Pablo Picasso.
Karya-karya agung tersebut tersimpan dengan baik di Hermitage dan menjadi pesona tak tertandingi yang disuguhkan oleh kota Saint Petersburg.
Membicarakan kota yang penuh dengan artefak antik ini, tentu tak lengkap bila tidak membincangkan Masjid Biru yang dibangun 3 Februari 1910, sebagai satu-satunya masjid di antara taburan katedral yang ada di Saint Petersburg.
Terletak berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus di pusat kota.
Masjid Biru memiliki kaligrafi khas Rusia dan lampu bulat yang beratnya diperkirakan mencapai 2 ton.
Pada perang dunia II Masjid Biru digunakan sebagai medical warehouse.
Konon ketika Soekarno berkunjung ke Rusia pada 1956 dan singgah di masjid ini, Presiden Pertama RI itu meminta untuk memfungsikan kembali Masjid Biru sebagai tempat ibadah kaum muslim.
Kekaisaran Rusia
Kekaisaran Rusia menjadi salah satu kerajaan Eropa terkuat yang memiliki pertahanan militer serta angkatan laut yang memadai.
Kekaisaran Rusia berhasil mereformasi internal kerajaan dan mampu memperkuat posisi Rusia sebagai kekuatan yang penting pada abad ke 18 – 19. Bahkan mampu menahan ambisi Napoleon Bonaparte untuk menguasai Eropa.
Pada masa pemerintahan Kaisar Nicholas II yang mulai memimpin Rusia pada 1 November 1894, banyak menimbulkan ketidak puasan atas kepemimpinannya, terutama setelah perang antara Rusia dan Jepang 1904 yang dimenangkan oleh Jepang.
Kemudian disusul Perang Dunia I pada 1914 mengakibatkan kelangkaan pangan dan anjloknya moral para tentara karena kekalahan dari Jerman.
Kondisi ini mendorong pecahnya revolusi di Saint Petersburg menyebabkan mundurnya Kaisar Nicholas II dari tahtanya pada 1917, sekaligus berakhirnya kekuasaan Dinasti Romanov yang berkuasa selama 300 tahun.
Kepemimpinan Rusia kemudian digantikan oleh pemerintahan provinsional non komunis oleh Pangeran Georgy Lvov, lalu diteruskan oleh Alexander Kerensky.
Revolusi Oktober
Dan Lahirnya Uni Soviet.
Pemerintahan Nasionalis pimpinan Alexander Kerensky kemudian digulingkan oleh Komunis Rusia dibawah pimpinan Lenin yang berhasil merebut kekuasaan di Saint Petersburg, ibukota Rusia saat itu.
Peristiwa tersebut dikenal dengan Revolusi Oktober.
Partai Komunis pun mendirikan Uni Soviet tanggal 25 Oktober 1917, sekaligus memindahkan kembali ibukota Rusia dari Saint Petersburg ke Moskow setahun kemudian, 1918.
Uni Soviet atau Republik Persatuan Sosialis Soviet (USSR) adalah negara federasi yang terbentuk dari gabungan 15 republik.
Ibu kotanya adalah Moskow.
Adapun 15 Republik terdiri dari: Armenia, Azerbaijan, Belorussia (Belarus), Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgiziya (Kyrgyzstan), Latvia, Lithuania, Moldavia (Moldova), Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan.
Uni Soviet adalah negara dengan wilayah kekuasaan terbesar di dunia, menjadi salah satu negara adikuasa.
Runtuhnya Uni Soviet.
Mikhail Gorbachev yang saat itu mejabat Presiden Uni Soviet, bermaksud memperbaiki krisis yang terjadi dengan menerapkan Perestroika atau restrukturisasi politik dan ekonomi pada 1985.
Kebijakan Perestroika berusaha mengubah sistem komunisme menjadi lebih demokratis dengan tiga prinsip utama, yaitu Glasnost (keterbukaan politik), demokratisasi dan Rule of Law.
Namun, Perestroika justru menyebabkan kekacauan dan mempercepat runtuhnya Uni Soviet.
Kejayaan Uni Soviet tidak mampu bertahan lama.
Menurut sejarawan Pyzhihov,
ide pembentukan masyarakat yang adil dan tanpa kemiskinan atau penindasan diabaikan oleh pemerintah setelah beberapa dekade.
Nomenklatur partai penguasa semakin jauh dari rakyat dan hanya digunakan untuk kekuasaan tanpa masa depan yang jelas menjadi pemicu, sehingga negara-negara mulai melepaskan diri.
25 Desember 1991 Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev mengundurkan diri, menandai bubarnya Uni Soviet dan melahirkan 15 negara baru termasuk negara federasi Rusia yang ibu kotanya Moskow.
Saint Petersburg
Perubahan politik dan revolusi membuat kota Saint Petersburg berganti nama beberapa kali.
Tahun 1914-1924 kota ini dinamai Petrograd, kemudian tahun 1924-1991, kota ini bernama Leningrad sebagai penghormatan atas pemimpin besar Lenin.
Revolusi bisa terjadi, tetapi tidak menghancurkan segalanya.
Bangsa Rusia tidak melupakan sejarah bangsanya.
Peter Agung yang mendirikan
Kekaisaran Rusia 1721 yang mengubah Kerajaan Rusia yang terbelakang menjadi negara modern yang besar dan berpengaruh. Semua itu bermula dari Saint Petersburg.
The post Saint Petersburg, Ibukota Rusia, Tempat lahirnya Uni Soviet appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Peran Ideologi Dalam Menyatukan Bangsa (Part II) appeared first on Teraskota.info.
]]>Sejak tahun 111 SM hingga tahun 1427 M, Tiongkok menginvasi Vietnam sebanyak empat kali atau menduduki Vietnam sekitar seribu tahun.
Invasi tersebut berakhir setelah orang-orang Vietnam sukses mengalahkan militer Tiongkok di Sungai Bach Dang. Demikian pula Mongol yang menginvasi Vietnam sebanyak tiga kali tetapi tentara Mongol dapat dikalahkan.
Kerajaan Prancis pada tahun 1858 mulai menginvasi Vietnam, dan menduduki Vietnam setelah pasukan Prancis menyerang Da Nang.Kota terbesar di Vietnam dan salah satu pelabuhan terpenting di negara tersebut.
Prancis ingin mendapatkan hasil bumi dan kekayaan alam untuk menunjang industri di Prancis.
Ketika menduduki Vietnam, Kerajaan Prancis melakukan perubahan seperti tatanan hukum, budaya, istiadat dan memperkenalkan sistim pendidikan modern gaya barat, memperkenalkan agama Kristen.
Pengembangan ekonomi untuk kebutuhan ekspor seperti tembakau , nila, kopi, teh, beras, batubara, bahan baku mineral dan karet alam.
Prancis membangun infrastruktur tetapi hanya dinikmati oleh kelompok kecil masyarakat. Seperti harga lahan dilelang dengan harga tinggi, sehingga yang dapat menjangkau hanya orang kaya.
Irigasi dibangun sehingga hasil produksi padi meningkat empat kali lipat.Tetapi 60 % petani hanya penggarap tidak punya lahan, sehingga hasil tersebut hanya dinikmati oleh orang kaya.
Kondisi diatas, mendorong masyarakat untuk memiliki pemerintahan sendiri. Beberapa kali terjadi pemberontakan dari kelompok Nasionalis sejak 1919, tetapi Prancis mengabaikan keinginan tersebut. Akibatnya, pergerakan politik nasionalis yang dipimpin oleh tokoh muda Ho Chi Minh meminta kemerdekaan melalui Liga Bangsa Bangsa, tetapi Prancis tetap mempertahankan kontrol terhadap koloninya tersebut.
Ketika Perang Dunia II yang berlangsung tahun 1939 – 1945 Jepang menyerbu Indochina, Vietnam dikuasai oleh Jepang.
Seperti kita ketahui bahwa pada Perang Dunia II Jepang bergabung dengan Nazi Jerman melawan sekutu. Karenanya, walaupun Vietnam dikuasai Jepang tetapi Prancis yang dikuasai Nazi Jerman sejak Juni 1940, sehingga Prancis tetap berkuasa secara de facto di kawasan tersebut.
Di akhir Perang Dunia II, Prancis tetap ingin memiliki kontrol di kawasan Indochina, maka dibentuklah “negara” Vietnam Selatan, sehingga Vietnam pun terpecah.
Pemisahan tersebut membuat Ho Chi Minh marah karena ia menginginkan Vietnam merdeka dan hanya ada satu Vietnam.
Perang Indochina Pertama pada tahun 1946- 1954 Vietnam Selatan didukung oleh Prancis sedang Vietnam Utara didukung oleh Tiongkok.
Kekuatan bangsa Vietnam dalam berperang adalah perang gerilya. Prancis mengalami kekalahan besar menghadapi perlawanan grilya pasukan nasionalis Vietnam.
Sebanyak 16.000 pasukan payung Perancis yang mempertahankan Dien Bien Phu pangkalan Perancis mulai terkepung 1954, satu persatu benteng pertahanannya jatuh dan akhirnya pasukan Perancis mengibarkan bendera putih.
Pasukan Prancis kemudian ditarik dari Vietnam, Melalui Perjanjian Geneva (Geneva Accords). Vietnam dibagi, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.
Amerika Serikat menolak pemerintahan komunis atas Vietnam Utara. Kemudian muncul ide reunifikasi atau penyatuan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan melalui pemilihan Umum.
Uni Soviet mensupply tentara dan persenjataan untuk memperkuat militer komunis. Kapal Amerika Serikat di Teluk Tonkin mendadak dapat serangan. Hal ini memicu serangan militer AS terhadap instalasi militer Vietnam Utara, dan menempatkan lebih dari 500.000 personil tentara di Vietnam Selatan .
Vietnam Utara kemudian mendapat pengakuan dari Rusia dan Tiongkok 31 Januari 1950. Sementara, Vietnam Selatan mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan Inggris pada 7 Februari 1950.
Ho Chi Minh tiba-tiba melakukan serangan ke Vietnam Selatan dengan bantuan Uni Soviet. Amerika Serikat turun tangan membantu Vietnam Selatan. Perang Indochina II berlangsung pada tahun 1957-1975.
Amerika Serikat berkepentingan agar Vietnam Selatan tidak jatuh ketangan komunis, Amerika khawatir efek domino paham komunis.
Vietnam Selatan bisa bertahan karena dukungan Amerika Serikat, namun banyaknya korban yang berjatuhan di kedua belah pihak akhirnya tahun 1970 dilakukan gencatan senjata diikuti dengan Perjanjian Damai Paris pada tanggal 27 Januari 1973.
Perjanjian yang dihadiri oleh Vietnam Utara dan Vietnam selatan yang mengakui kekuasaan tertinggi kedua belah pihak. Seluruh pasukan perang Amerika ditarik pada tanggal 29 Maret 1973.
Namun, Vietnam Utara melanggar perjanjian damai tersebut dengan menginvasi Vietnam Selatan 30 April 1975, kemudian menyatukan Vietnam Selatan dengan Vietnam Utara pada tanggal 2 Juli 1976 dibawah pemerintahan komunis sebagai Republik Sosialis Vietnam.
Pendudukan Tiongkok di Vietnam lebih dari 1000 tahun, menjadi faktor yang sangat kuat dalam pembentukan kultur masyarakat. Bangsa Vietnam adalah suku yang berasal dari wilayah Tiongkok saat ini, terutama yang mendiami Vietnam bagian utara.
Kedua faktor tersebut sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan sejarah lahirnya bangsa Vietnam. Begitu pula, kultur yang tumbuh dan mengakar di dalam masyarakat.
Karena itu, bersatunya Vietnam Utara dan Selatan dapat dipahami termasuk ideologi komunis yang menyatukan masyarakatnya, dan menjadikannya ideologi bangsa dan negara .
Kilasan sejarah Vietnam pada masa-masa lampau menunjukkan, bahwa bangsa ini adalah bangsa yang memiliki ketangguhan untuk bertahan melampaui zaman dengan segala dinamika jatuh-bangunnya sebagai bangsa.
Pada abad ke-21, Vietnam merupakan wilayah pertarungan ideologi Barat dan Komunis, sehingga kejatuhan Vietnam ke tangan komunis dapat dipandang sebagai pertanda kekalahan Barat.
Apa yang dikenal sebagai Perang Vietnam dalam sejarah modern, adalah perang yang tak pernah berhasil dimenangkan oleh AS dan sekutunya. Bahkan bagi Amerika Serikat yang kehilangan 60.000 pasukan dalam peperangan tersebut.
Perang Vietnam dapat dikatakan perang yang sia-sia bahkan menyisakan trauma bagi sebagian warga AS. Tetapi sejatinya, tidak pula dapat disebut bahwa Perang Vietnam dimenangkan oleh sekutu komunisnya, yaitu Tiongkok dan Rusia.
Terowongan Cu Chi di sebelah barat Ho Chi Minh City yang dibangun oleh gerilyawan dan menjadi markas perlawanan kepada tentara Perancis dan AS, menjadi saksi kegigihan warga Vietnam menghadapi intervensi dari luar.
Terowongan ini demikian panjang dan luasnya, sampai perbatasan Kamboja. Seperti kota bawah tanah, memiliki dapur, rumah sakit, ruang tidur dan fasilitas lain yang diperlukan, dimana pada saat yang sama diatas terowongan tersebut kota ketika itu sedang dikuasai oleh tentara Amerika.
Vietnam menyadarkan kita betapa besar peran sejarah pembentukan suatu bangsa. Begitu pula, akumulasi dari kultur yang terbangun berabad-abad di dalam masyarakat, yang melahirkan ideologi bangsa, sulit diruntuhkan oleh kekuatan senjata, pun dengan kekuatan puluhan ribu pasukan.
Ideologi yang menyatukan sebuah bangsa, Vietnam.
The post Peran Ideologi Dalam Menyatukan Bangsa (Part II) appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Peran Ideologi Dalam Menyatukan Bangsa (Part 1) appeared first on Teraskota.info.
]]>Sejarah panjang bangsa ini dapat dilihat dari peradabannya dari zaman prasejarah, zaman paleolitik, sekitar tahun 500.000 SM. Melalui beberapa situs arkeologi ditemukan di Vietnam bagian Utara, penduduknya pada masa itu hidup dalam gua diperkirakan hingga tahun 6.000 SM.
Para arkeolog menemukan gambar-gambar di dinding gua yang menunjukkan aktivitas kehidupan pada masa itu, yang menunjukkan bahwa gua tersebut telah dihuni oleh beberapa generasi.
Antara tahun 5000-3000 SM, beberapa suku mendiami bagian utara Vietnam seperti di gunung, hutan dan tepian sungai.
Penduduknya bertubuh relatif kecil dan berkulit gelap seperti ras Melanesian dan Austronesian. Ketika itu, mereka belum terbentuk menjadi sebuah kesatuan suku yang mengenal pemimpin dan aturan-aturan hidup bersama.
Beberapa ribu tahun setelah zaman batu, kebiasaan penduduk berkembang dan menyebar ke beberapa wilayah di Vietnam. Sebagian besar diketahui tinggal di dekat Sungai Merah.
Suku Vietnam adalah suku utama saat itu yang mendiami wilayah yang termasuk wilayah Tiongkok saat ini dan merentang sampai ke tepi Sungai Merah yang terletak di bagian utara wilayah Vietnam.
Pada periode itu peradaban mulai berkembang, penduduk mulai mengenal pengairan dan bercocok tanam. Upaya menyatukan berbagai suku dalam satu rumpun sudah mulai ada.
Para sejarawan menyebut periode ini sebagai Periode Awal Hong Bang. Dalam sejarahnya, Hong Bang, disebut juga Dinasti Hung, berawal dari seorang tokoh bernama Loc Tuc. Ia berhasil membangun satu kekuatan yang dapat menyatukan berbagai suku dan membangun wilayahnya menjadi sebuah bangsa.
Ini diperkirakan terjadi pada tahun 2879 SM.
Kinh Duong Vuong atau Loc Tuc, menyebut negaranya sebagai Xich Quy.
Loc Tuc juga meresmikan pemerintahannya dengan sistem monarki sehingga merupakan keluarga pertama yang memimpin tahta dalam sejarah Vietnam.
Kinh Duong Vuong atau Loc Tuc,
kemudian dikenal sebagai nenek moyang Raja Hung, pendiri Vietnam. Pahlawan yang dipuji yang mengajarkan masyarakatnya menanam padi.
Sejarah Dinasti Hung terentang hingga 18 Dinasti.
Terdapat bukti bahwa penduduk Vietnam sekitar tahun 2200-2000 SM sudah mengenal menghitung penanggalan dengan ditemukannya kalender bulan yang diukir di batu.
Yang menarik ialah bahwa pada periode itu juga, sekitar tahun 2000 SM, bangsa ini sudah mengetahui proses pembuatan sutra.
Museum Sejarah nasional Vietnam saat ini memamerkan patung keramik kuno Vietnam dengan penanggalan 4.000 tahun lalu.
Saat dinasti ke-18 Hung berkuasa, dia memimpin pasukan untuk menaklukkan wilayah yang saat ini disebut Propinsi Nghe An dan Ha Tinh.
Mereka berperang melawan penduduk asli Champa yang berkedudukan di Propinsi Quang Binh yang kemudian berhasil dikuasai.
Dinasti Hung kemudian diturunkan dari tahta pada tahun 258 SM oleh pemimpin militer Thuc Phan, kemudian
membentuk kerajaan baru bernama Au Lac dan membangun ibu kota dan benteng di sekitar Hanoi, di distrik Anh.
Dinasti Thuc Phan tidak bertahan lama.
Pada 208 SM pemimpin militer dari Tiongkok di bawah Dinasti Qin dipimpin Trieu Da menaklukkannya. Tetapi Trieu Da sendiri tidak ingin berada di bawah kekuasaan Dinasti Qin Tiongkok dan membentuk dinasti baru. Tahun 207 SM.
Trieu Da menggabungkan wilayah yang menjadi kekuasaannya di wilayah Tiongkok bagian selatan saat ini dan Vietnam bagian utara.
Trieu Da membangun Nan Yue atau Nam Viet dengan ibu kota yang terletak di wilayah Guangzhou Tiongkok masa kini.
Istilah atau sebutan Yue digunakan oleh orang Tiongkok untuk menyebut penduduk yang mendiami bagian selatan kerajaan Han, termasuk penduduk yang berdiam di delta Sungai Merah.
Pemerintahan Dinasti Trieu Da diisi oleh orang-orang dari etnis Tiongkok dan bangsa Viet. Mereka menaklukkan kerajaan Au Lac lalu melawan pemerintahan Dinasti Han Tiongkok.
Tetapi perlawanan itu berhasil dipatahkan pada tahun 111 SM, sehingga Nam Viet yang kemudian berubah menjadi Vietnam mulai berada di bawah dominasi Dinasti Han Tiongkok pada masa kekuasaan Kaisar Wu.
Melihat perjalanan sejarah bangsa ini, wilayah yang terus menjadi bagian perebutan pengaruh, terutama sekali pengaruh dan dominasi kekuasaan Kekaisaran Tiongkok dan Barat.
The post Peran Ideologi Dalam Menyatukan Bangsa (Part 1) appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Pecahnya Sebuah Negeri appeared first on Teraskota.info.
]]>Sejak 1756, India dijajah oleh Inggris. Seabad kemudian, reformasi politik dibawah pendudukan Inggris dimungkinkan dibentuknya partai politik.
Pada akhir abad ke-19 tepatnya 1885 lahirlah Indian National Congress yang mewakili mayoritas penduduk Hindu.
Kemudian 1906 Muslim League terbentuk mewakili posisi minoritas Muslim.
Muhammad Ali Jinnah putra seorang saudagar dari Karachi, pengacara yang mendapat gelar sarjana hukum dari London dan saat itu memimpim Muslim League, menyatakan bahwa satu-satunya cara menghindarkan Muslim India dari dominasi Hindu adalah dengan mendirikan negara Muslim sendiri.
3 Juni 1947 Inggris kemudian melakukan partisi yakni India dibagi menjadi dua negara terpisah berdasar prinsip keagamaan.
Pakistan bagi wilayah atau ke pangeranan yang penduduknya mayoritas Muslim dan India bagi wilayah atau kepangeranan yang penduduknya mayoritas Hindu.
Pemisahan tersebut diikuti dengan pemberian hak merdeka.
Pakistan memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tanggal 14 Agustus1947.
Kemudian India memperoleh kemerdekaan pada 15 Agustus 1947, dan kedua negara tersebut kemudian menjadi anggota Negara Persemakmuran.
Pemisahan dua bangsa melalui agama mendorong perpindahan penduduk secara besar-besaran.
Diperkirakan sekitar 6 juta pemeluk Hindu dan Sikh meninggalkan wilayah Pakistan menuju India dan sebaliknya sekitar 8 juta umat Muslim meninggalkan wilayah India menuju Pakistan.
Perpindahan penduduk disertai kekerasan antarkelompok berskala besar menguatkan permusuhan di antara kedua negara.
Apalagi Pakistan menganggap bahwa pemisahan melalui agama tersebut tidak bersih.
Penguasa Hindu di Jammu dan Kashmir memilih bergabung dengan India, sementara wilayah tersebut 85% penduduknya Muslim.
Pakistan kemudian menuntut hak atas Jammu dan Kashmir.
Meski PBB ketika itu mengeluarkan resolusi agar diadakan plebisit untuk penentuan masa depan Kashmir, tetapi India menolak dan tetap menduduki dua pertiga wilayah tersebut.
Perkelahian dan pertikaian perbatasan, bahkan perang antara kedua negara tidak dapat dihindarkan.
Kekerasan antarpemeluk agama juga tak terelakkan.
Diperkirakan 500.000 sampai satu juta jiwa jadi korban dalam pertikaian antara pengikut Hindu, Sikh, dan Islam.
Setelah Pakistan terpisah dari India, wilayah Pakistan pun dibagi lagi menjadi Pakistan Barat, dan Pakistan Timur.
Saat Inggris melakukan pemisahan, Benggala yang terletak diantara Pakistan Barat dan Timur juga telah dibagi dua.
Benggala Barat yang mayoritas penduduknya pemeluk Hindu masuk wilayah India dan Benggala Timur yang mayoritas Muslim masuk Pakistan,
yang kemudian disebut Pakistan Timur.
Pakistan Barat dan Pakistan Timur secara geografis dan budaya berbeda.
Jarak antara Pakistan Barat dan Pakistan Timur kurang lebih 1.600 km dan dipisahkan oleh wilayah India sehingga komunikasi antara Pakistan Barat dan Pakistan Timur sulit dilakukan.
Pemerintah Pakistan menetapkan bahasa Urdu sebagai bahasa nasional sebagaimana yang digunakan di Pakistan Barat sehingga menyulitkan warga yang berdiam di Pakistan Timur yang menggunakan bahasa Benggala.
Beberapa kenyataan tersebut melahirkan ketidakpuasan di Pakistan Timur. Ketidak puasan terhadap pemerintah pusat pun terus meningkat.
Partai Liga Awami yang didirikan oleh Sheikh Mujibur Rahman tahun 1949, mulai menyuarakan keinginan untuk berpisah.
Keinginan itu diawali dengan meminta otonomi pada tahun 1960-an. Sheikh Mujibur Rahman dipenjara tahun 1966, kemudian dilepaskan tahun 1969 setelah meletusnya pemberontakan rakyat.
Ketika Badai Siklon Bhola menyerang pantai Pakistan Timur di tahun 1970 dan menewaskan lebih dari 500 ribu jiwa, keinginan berpisah dari Pakistan Barat semakin menguat.
Pemerintah Pakistan Barat dianggap tidak serius menangani bencana tersebut. Pada saat yang sama Liga Awami mendapat suara terbanyak dalam pemilihan parlemen, tetapi Sheik Mujibur Rahman yang berasal dari Pakistan Timur tidak diberi kesempatan berkuasa sehingga kemarahan rakyat memuncak.
Tanggal 26 Maret 1971, Presiden Yahya Khan memerintahkan untuk menangkap Mujibur Rahman. Namun sebelum ditangkap, Mujibur Rahman telah mendeklarasikan kemerdekaan Pakistan Timur.
Perang kemerdekaan pun tak terhindarkan.
Dengan bantuan India, perang yang berlangsung selama sembilan bulan itu akhirnya dimenangkan oleh Pakistan Timur.
Pada 16 Desember 1971 Pakistan Timur menyatakan dengan resmi berpisah dari Pakistan.
Pakistan Timur kemudian menjadi Negara Bangladesh dengan ibukota Dhaka.
Bangladesh menjadi negara yang menganut demokrasi parlementer, dengan presiden sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.
Lima tahun sekali legislatif memilih presiden. Jabatan presiden dianggap lebih senior dari perdana menteri, tetapi jabatan itu hanya bersifat simbolis.
Perdana menteri memegang kendali atas pemerintahan dan memimpin kabinet negara.
Perdana menteri berasal dari anggota parlemen dan mendapat kepercayaan mayoritas anggota parlemen.
Perdana menteri dipilih melalui upacara pemilihan oleh presiden untuk masa jabatan lima tahun. Tahun-tahun setelah Bangladesh berdiri ditandai dengan kelaparan, bencana alam, kemiskinan, kekacauan politik, korupsi dan kudeta.
Negara yang berpenduduk sekitar 150 juta jiwa tahun 2013 itu, berada di urutan ketujuh dunia dengan kepadatan penduduk yang tergolong sangat tinggi, sekitar 1.002 jiwa per kilometer. Bandingkan dengan Indonesia di kisaran 126 jiwa per kilometer.
PDB per kapita Bangladesh menurut Bank Dunia hanya sebesar 2.948 dollar AS atau sepertiga dari Indonesia. Dengan PDB Bangladesh termasuk dalam katagori negara miskin.
Selain kepadatan penduduk serta kondisi alam yang tidak mendukung, ketidakstabilan politik juga menjadi tantangan berat bagi Bangladesh untuk memajukan negeri.
Dalam kurun waktu empat puluh lima tahun setelah merdeka, negeri ini sudah 26 kali melakukan pergantian perdana menteri dan delapan belas kali pergantian presiden. Konstitusi Bangladesh sudah mengalami 14 kali amandemen.
Bangsa Indonesia patut mensyukuri bahwa pendiri negeri ini, adalah manusia terpilih yang mempunyai pemikiran melampaui jamannya.
Mereka menciptakan sendiri sistem dengan Permusyawaratan Perwakilan atau demokrasi konsensus atau Demokrasi Pancasila.
Bukan memilih sistem Individu, Liberal, Kapitalis dengan sistem Parlementer maupun Presidenseil, tetapi menciptakan sendiri sistem MPR. Permusyawaratan Perwakilan bukan Keterpilihan, menang dan kalah.
Kemampuan mengakomodasi kebinekaan kita dengan membuat aturan tentang Lambang Negara Republik Indonesia, yaitu Garuda Pancasila yang terpatri di dalamnya
Bhinneka Tunggal Ika sebagai pengejawantahan tekad atau semboyan bangsa Indonesia.
Para pendiri negeri ini memiliki kesepakatan mendirikan negara yang menjadi payung semua golongan. Untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara, segenap komponen bangsa harus memahami semangat dan perjuangan para pendiri bangsa ini,
serta menjadikan UUD 1945, sebagai landasan pengelolaan kekuasaan negara dan pemerintahan.(*)
The post Pecahnya Sebuah Negeri appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Pendudukan Bangsa Eropa atas New York appeared first on Teraskota.info.
]]>Seorang penjelajah Italia yang bekerja untuk Kerajaan Perancis, Giovanni da Verrazzano tahun 1524 mencatat, jazirah ini dihuni suku Lenape, penduduk asli Amerika.
Giovanni menyebut tempat ini dengan nama Nouvelle Augouleme atau New Augouleme mengambil nama Raja Perancis, Pangeran Augouleme.
Pada 3 September 1609 Henry Hudson, seorang penjelajah berkebangsaan Inggris direkrut oleh Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) untuk mencari jalan ke Asia.
Pelayaran tersebut menggunakan kapal Half Moon, tetapi Hudson tidak pernah menemukan jalan menuju Asia, misi utama ekspedisinya.
Ia nyasar dan tiba di Upper New York Bay, daratan tempat ia menemukan banyak populasi berang-berang (beaver), binatang pengerat yang hidup di air dan di darat.
Pada masa itu bulu beaver banyak dicari untuk keperluan busana dan fashion yang sedang trend di Eropa.Tentu saja mahal, mungkin setara dengan penemuan rempah-rempah di belahan timur Bumi.
Atas penemuan Hudson ini, Belanda kemudian memutuskan untuk membangun koloni di wilayah itu.
Pendudukan Belanda
Pada 1614, lima tahun setelah pendaratan pertama Hudson, pendudukan Belanda atas daratan ini dimulai.
Mereka mendirikan permukiman perdagangan bulu.
Wilayah ini lalu berganti nama menjadi Nieuw-Amsterdam (New Amsterdam).
New York
Nama New York mulai digunakan ketika kota dudukan Belanda ini menyerah kepada Inggris pada 1664.
Nama ini diambil dari nama bangsawan dan penguasa Inggris untuk York dan Albany.
Penyerahan wilayah kepada pihak Inggris dilakukan menyusul kekalahan Belanda dalam perang.
Tukar Guling Inggris dengan Belanda.
Traktat Breda adalah perjanjian damai antara Inggris dan Belanda yang di tandatangani 31 Juli 1667.
Isi utama perjanjian tersebut adalah pertukaran Pulau Run Maluku menjadi milik Belanda dan Pulau Manhattan menjadi milik Inggris.
Namun, Belanda kembali menduduki Manhattan 1673 dan mengubah namanya menjadi New Orange.
Akhirnya melalui perjanjian
Westminster 1674 Belanda menyerahkan New Orange kepada Inggris dan sebagai imbalan Inggris menyerahkan Suriname kepada Belanda.
Dari sini sejarah panjang New York bermula.
Pada awal kedatangan bangsa Eropa, penduduk Lenape diperkirakan berjumlah 15.000 jiwa.
Jumlah itu berkurang drastis akibat wabah yang dibawa oleh bangsa Eropa. Tahun 1700 jumlah penduduk Lenape hanya tersisa 200 jiwa.
New York menjadi kota Penting.
New York kemudian tumbuh menjadi pelabuhan dagang dan menjadi kota penting dalam sejarah pembentukan Amerika Serikat.
Pada 1735, kota ini menjadi tempat pengadilan John Peter Zenger, seorang tokoh yang berjuang untuk kebebasan pers.
Tahun 1754, Universitas Columbia didirikan di Lower Manhattan.
Revolusi Amerika
Awalnya warga AS menerima kehadiran Inggris. Terjadi perlawanan kemudian ketika rakyat koloni Amerika ketika itu mulai merasakan ketidak puasan atas kebijakan pemerintah Inggris di Amerika.
Ketidak puasan tersebut muncul tidak lama setelah berakhirnya Perang Tujuh Tahun antara Inggris dan Perancis pada 1756 – 1763.
Diperkirakan untuk menutup hutang akibat perang dengan Perancis, Parlemen mengesahkan serangkaian undang-undang yang mengenakan pajak atas berbagai macam transaksi di koloni.
Undang-undang yang dikeluarkan memicu amarah rakyat koloni karena dianggap menyengsarakan rakyat.
Perlawanan Rakyat.
Semangat untuk bangkit melawan pemerintah Inggris, yang melakukan kolonialisasi di wilayahnya merupakan periode penting dalam sejarah Amerika Serikat, yang terjadi pada sekitar 1765-1783.
Selama periode tersebut, rakyat koloni Amerika berjuang melawan pemerintah Inggris secara fisik dan non fisik.
Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.
Pada tanggal 4 Juli 1776, Kongres Kontinental AS mengeluarkan Deklarasi Kemerdekaan Amerika yang diratifikasi oleh Ketua Kongres Kontinental.
Provinsi New York menjadi salah satu dari 13 koloni yang mendeklarasikan Kemerdekaan AS.
• Koloni Connecticut,
• Koloni Delaware,
• Provinsi Georgia,
• Provinsi Maryland,
• Provinsi Massachusetts Bay,
• Provinsi New Hampshire,
• Provinsi New Jersey
• Provinsi Carolina Utara
• Provinsi Pennsylvania
• Koloni Rhode Island and Provindence Plantation
• Provinsi Carolina Selatan
• Koloni Virginia
Tanggal 4 Juli kemudian diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Amerika Serikat dari penjajahan Inggris.
New York City.
Selama revolusi Amerika, kota ini menjadi saksi peristiwa-peristiwa besar, seperti pembentukan Kongres Konfederasi dan penetapan New York City sebagai ibukota negara.
Di kota ini juga dilakukan ratifikasi konstitusi Amerika Serikat dan pelantikan George Washington sebagai presiden pertama, 30 April 1789.
Peristiwa penting lain adalah pembentukan Kongres dan Mahkamah Agung Amerika Serikat, serta penyusunan Undang-Undang Hak asasi Amerika Serikat tahun 1789.
Banyak peristiwa penting lahirnya Amerika Serikat, berlangsung di gedung Federal Hall di Wall Street New York City.
New York City yang berada di negara bagian New York, kini menjelma menjadi sebuah megapolitan.
Bersama London dan Tokyo, New York menjadi “pusat komando” ekonomi dunia.
Karena perannya itu ekonomi New York menjadi ekonomi regional terbesar di AS dan ekonomi kota terbesar di dunia.
Jumlah penduduknya sekitar 8,8 juta jiwa pada tahun 2021, 44% dari seluruh penduduk Negara Bagian New York.
Perkembangan spektakuler yang dicapai New York City bermula pada abad ke-19.
Kota ini mengalami transformasi akibat imigrasi dan pembangunan melalui masterplan pembangunan bernama Commissioner’s Plan 1811.
Tata jalanan kota diperluas untuk mencakup seluruh Manhattan.
Tahun 1819 Kanal Eric dibuka, yang menghubungkan pelabuhan Atlantik dengan pasar pertanian yang luas di pedalaman Amerika bagian utara.
Tahun 1898 City of New York moderen dibentuk dengan menyatukan pusat-pusat permukiman atau kota-kota yang masih terpisah seperti Brooklyn, County of New York, County of Richmond dan bagian barat County of Queens.
Usaha konsolidasi tersebut berkembang pesat setelah New York City Subway, sistem kereta api bawah tanah, dibangun pada tahun 1904.
New York City kini dikenal sebagai kota multi-kultur. Sekitar 36% penduduknya lahir di luar negeri atau pendatang.
Kota ini adalah rumah bagi komunitas Afro-Amerika (warga Amerika keturunan Afrika) dengan jumlah terbesar dibanding kota manapun di Amerika. Kota ini juga rumah bagi seperempat warga Asia-Selatan Amerika (warga Amerika keturunan India, Pakistan, Bangladesh). Tahun 2017 ada lebih dari 628.000 etnis Tionghoa, jumlah terbesar di luar Asia.
Selain tentu saja komunitas dan warga Amerika asal Amerika Selatan yang masuk daftar sepuluh negara asal imigran terbesar yaitu Dominika, Jamaica, Guyana, Meksiko, Ekuador, Haiti, Trinidad dan Tobago, Kolombia. Selebihnya China dan Rusia.
New York dijuluki Capital of The World.
Di sini terdapat pusat keuangan dunia, Wall Street. Seruas jalan sepanjang 1.1 km yang membentang dari barat ke timur dari Broadway sampai South Street. Di sepanjang jalan ini terdapat New York Stock Exchange atau Bursa Saham New York dan Federal Reserve (The Fed) serta bangunan bersejarah Federal Hall.
Di kota ini juga terletak Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 1949 di atas tanah 7 ha, hibah John D. Rockefeller II, resmi dibuka pada tahun 1951.
Selain itu, di kota ini juga terdapat ikon Amerika Serikat yaitu Patung Liberty yang merupakan hadiah persahabatan dari bangsa Perancis untuk Amerika, diresmikan pada 28 Oktober 1886. Patung setinggi 93 meter ini didesain oleh Frederic Auguste Bartholdi dan dalam konstruksinya juga dibantu oleh Gustave Eiffel, pembangun menara Eiffel di Paris.
The Big Apple, adalah julukan lain bagi New York City.
Kota ini memang pantas disebut sebagai ibu kota dunia. Hampir seluruh simbol kemajuan dunia terdapat di kota ini. Sebut misalnya Times Square, sebuah persimpangan jalan antara Broadway dan Seventh Avenue, yang merupakan persimpangan jalan tersibuk di dunia sehingga sering dijuluki The Crossroads of The World.
Apa yang dicapai New York saat ini, harus tetap diingat, bahwa pencarian dan penemuan wilayah, penguasaan atau penjajahan, dapat memajukan bahkan menjadikan wilayah terdepan di dunia sekalipun, tetapi semua itu dibangun di atas punahnya suku asli dan peradabannya pada masa lalu. (*)
The post Pendudukan Bangsa Eropa atas New York appeared first on Teraskota.info.
]]>