add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Preservasi Jalan Paket 3 Ruas Paleteang-Malimpung Enrekang Terus Berjalan, Gubernur Sulsel: Mohon Bersabar appeared first on Teraskota.info.
]]>Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) saat ini menggenjot penanganan preservasi jalan melalui Paket Multiyears Project (MYP) Paket 3 dengan total anggaran sebesar Rp478,1 miliar.
Program ini mencakup penanganan jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan pada sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.
Salah satu ruas yang tengah dikerjakan berada di wilayah Kabupaten Pinrang hingga perbatasan Kabupaten Enrekang, yakni ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang sepanjang 19 kilometer. Proyek ini telah memasuki tahapan penyiapan badan jalan hingga pekerjaan rekonstruksi.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara langsung melakukan pembaruan (update) progres pengerjaan Jalan Paleteang-Malimpung pada Paket MYP Paket 3 Pemprov Sulsel. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya arus lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami mohon maaf atas terganggunya arus lalu lintas dan berharap masyarakat dapat bersabar serta mendoakan agar pengerjaan jalan ini berjalan lancar dan hasilnya maksimal,” ujar Andi Sudirman.
Baca juga : Ketua DPRD Gowa Tekankan Peran DPRD dalam Penguatan Kebijakan dan Anggaran Lingkungan Hidup
Sementara itu, Kepala Dusun Bonne, Desa Sipatuo, Kabupaten Pinrang, Mustamin, mengaku bersyukur atas perhatian Pemprov Sulsel terhadappun perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya. Menurutnya, perbaikan jalan tersebut telah lama dinantikan oleh masyarakat.
“Kami sangat senang. Sudah sekian lama jalan ini rusak. Kasihan, kendaraan sering antre panjang. Sekarang masyarakat sangat antusias melihat perbaikannya,” kata Mustamin.
Ia menambahkan, ruas Paleteang–Malimpung merupakan jalur strategis lintas provinsi yang menghubungkan Sulawesi Barat, Makassar, hingga Tana Toraja. Oleh karena itu, keberadaan jalan yang layak dinilai sangat vital bagi mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi ekonomi.
“Jalur ini sangat penting. Kami masyarakat di sini sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemprov Sulsel atas perbaikan dan pembangunan kembali jalan ini,” ujarnya.
Mustamin juga mengenang kunjungan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ke wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Saat itu, warga secara langsung menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan, termasuk persoalan infrastruktur jalan, persawahan, dan pengairan.
“Waktu Pak Gubernur berkunjung ke sini, kami sampaikan langsung persoalan pembangunan. Alhamdulillah, sekarang sudah terbukti dan mulai dirasakan hasilnya,” tutup Mustamin.
Reporter : Tahar
The post Preservasi Jalan Paket 3 Ruas Paleteang-Malimpung Enrekang Terus Berjalan, Gubernur Sulsel: Mohon Bersabar appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Pemprov Sulsel Kebut Preservasi Jalan Paket IV MYP, Ruas Impa-Impa – Anabanua Mulai Dirasakan Manfaatnya Warga appeared first on Teraskota.info.
]]>Salah satu yang tengah berjalan yakni Pekerjaan Preservasi Jalan Paket IV yang dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC).
Paket IV memiliki nilai kontrak sekitar Rp615,6 miliar dengan total panjang penanganan mencapai 286,80 kilometer. 15 ruas jalan yang ditangani tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone, yang seluruhnya merupakan jalan provinsi strategis.

Salah satu ruas yang saat ini dalam tahap pengerjaan adalah Impa-Impa Anabanua sepanjang 16,9 kilometer di Kabupaten Wajo. Ruas ini dikenal sebagai urat nadi jalan poros provinsi yang menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.
HSE (Health, Safety, and Environment) Officer PT Nindya Karya (Persero), Hadyan Rashidi, menjelaskan terkait penanganan ruas Impa-Impa-Anabanua dilakukan secara komprehensif.

Salah satunya pada ruas penanganan pertama pada segmen dua, tepatnya di sekitar Masjid Imaduddin Tancung, Kecamatan Tanasitolo.
“Di sini sedang dilakukan pekerjaan LPA (Lapisan Pondasi Atas) Aggregat kelas A,” ujar Hadyan di lokasi pengerjaan, Sabtu, 11 Januari, 2025.
Bahwa, penanganan ruas Impa-Impa–Anabanua mencakup rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin kondisi, serta rehabilitasi minor dan mayor, termasuk pekerjaan pengaspalan atau hotmix.
“Pemeliharaan rutin juga sudah dilaksanakan di ruas ini,” jelasnya.

Ia menerangkan, tahapan pekerjaan diawali dengan identifikasi kondisi eksisting untuk menentukan jenis penanganan yang tepat. Untuk pekerjaan minor, dilakukan terlebih dahulu penanganan jalur pemandu tertentu (JPT) seperti pembangunan talud dan pembatas jalan.
Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan ke Lapisan Pondasi Atas (LPA) Aggregat kelas A , kemudian masuk ke pekerjaan mayor hingga tahap akhir berupa pengaspalan (hotmix).
“Namun, semua penanganan tetap menyesuaikan sesuai kondisi setiap area segmen di lapangan,” kata Hadyan.
Untuk penyelesaian pekerjaan pada ruas Impa-Impa-Anabanua, pihak pelaksana menargetkan rampung dan berupaya percepatan paling lambat pertengahan Maret 2026 atau sebelum lebaran. Kemudian direncanakan akan berpindah ruas penanganan selanjutnya pada ruas Ulugalung dan Salonro.
Terkait aspek keselamatan, Hadyan memastikan bahwa manajemen lalu lintas menjadi perhatian utama selama pekerjaan berlangsung. Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah disiagakan di setiap titik pekerjaan.
“Setiap titik ada flagman, pengaturan lalu lintas, dan pengawasan. Selain dari kami, ada juga pengawas dari konsultan yang memastikan ketertiban di lapangan,” ujarnya.
Selama pekerjaan, sistem buka tutup jalur diterapkan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Seiring progres pekerjaan, manfaat perbaikan jalan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Hasni M, warga Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, mengungkapkan kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan.
“Dulu jalannya penuh lubang dan kalau musim hujan jadi kubangan air. Transportasi kurang lancar karena jalan rusak,” ujarnya.
Kini, menurut Hasni, kondisi jalan mulai membaik dan berdampak langsung pada aktivitas harian warga.
“Sekarang sudah mulai lancar, waktu tempuh perjalanan jadi lebih cepat karena ada peningkatan jalan. Aktivitas masyarakat mulai lancar, mau ke pasar dan berangkat kerja juga lancar,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Burhan Cora yang rumahnya juga menjadi lokasi berjualan makanan berada di tepi ruas jalan tersebut. Ia menyebutkan sebagian jalan telah diaspal.
“Di depan rumah saya sekarang sudah diaspal separuh tadi malam (11/1). Kalau dulu itu banyak sekali debunya. Sekarang kita lihat aktivitas masyarakat lebih lancar, kendaraan juga lancar,” ujarnya.
Melalui program preservasi jalan ini, Gubernur – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan konektivitas wilayah, memperkuat akses ekonomi, serta menghadirkan infrastruktur jalan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.(*)
Reporter : Tahar
The post Pemprov Sulsel Kebut Preservasi Jalan Paket IV MYP, Ruas Impa-Impa – Anabanua Mulai Dirasakan Manfaatnya Warga appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Perbaikan Rekonstruksi Ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang,Warga Pinrang Sambut Antusias appeared first on Teraskota.info.
]]>Salah satu ruas yang saat ini tengah dikerjakan, berada di Kabupaten Pinrang, yakni ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang sepanjang 19,00 kilometer.

Kepala Pelaksana Proyek Paket 3 PT. Bumi Karsa, Faisal Hamka, mengatakan pekerjaan di lapangan telah memasuki sejumlah tahapan penting, mulai dari penyiapan badan jalan hingga rekonstruksi.
Pekerjaan yang sedang berjalan meliputi penyiapan badan jalan, perbaikan badan jalan, rekonstruksi kelas A (primer), pengaspalan di beberapa segmen, pembangunan talud, pasangan batu untuk saluran ngendong atau drainase kecil, saluran samping, serta pekerjaan bahu jalan selebar 1,5 meter dengan rigid beton kiri dan kanan.
“Itu yang sementara berjalan, dengan yang lain sementara on progres,” kata Faisal Hamka, Sabtu, 11 Januari 2025.
Ia menjelaskan, ruas lainnya juga masih dalam tahap progres pengerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Untuk ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang, proyek ini ditargetkan rampung sesuai jadwal pada Desember 2026. Namun, menargetkan percepatan penyelesaian sehingga dapat difungsikan lebih awal pada April 2026.

Dampak pembangunan infrastruktur ini dinilai akan bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Dusun Bonne, Desa Sipatuo, Kabupaten Pinrang, Mustamin, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasme warga atas perbaikan jalan yang telah lama dinantikan.
“Kami sangat senang sekali, Pak. Sudah sekian lama jalan ini rusak. Kasihan, kendaraan sering antre panjang di jalan. Sekarang masyarakat sangat antusias,” ujarnya.
Menurut Mustamin, ruas tersebut merupakan jalur strategis lintas provinsi yang menghubungkan Sulawesi Barat, Makassar, hingga Tana Toraja, sehingga keberadaannya sangat vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.
“Kami masyarakat di sini sangat bersyukur dan berterima kasih atas perbaikan dan pembangunan kembali jalan ini oleh Pemprov,” katanya.
Ia juga mengenang kunjungan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman ke wilayah tersebut, saat warga menyampaikan langsung berbagai aspirasi pembangunan.
Waktu Pak Gubernur berkunjung ke sini, kami sampaikan persoalan pembangunan, termasuk jalan, persawahan, dan pengairan. Alhamdulillah sekarang sudah terbukti. Terima kasih, Bapak Gubernur,” ujar Mustamin.
Reporter : Tahar
The post Perbaikan Rekonstruksi Ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang,Warga Pinrang Sambut Antusias appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Pemprov Sulsel Alokasikan Rp278 Miliar Preservasi Jalan, Akses Luwu-Toraja-Palopo Jadi Prioritas appeared first on Teraskota.info.
]]>Paket pekerjaan konstruksi terintegrasi yang masuk dalam Program Pemprov Sulsel MYP (Multi-Year Project) 2025-2027 melalui Multi Years Contract (MYC) ini dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2026 dan 2027 dengan nilai pagu sebesar Rp 278.632.760.143.
Paket Preservasi Jalan Paket 6 untuk 20 titik dengan total panjang 157,49 kilometer, dirancang untuk menjaga dan meningkatkan kemantapan jaringan jalan provinsi pada sejumlah koridor strategis yang menghubungkan wilayah utara, tengah, selatan, hingga kawasan metropolitan Sulawesi Selatan.
Baca juga : ADKASI Perkuat Sinergi dengan KP2MI dalam Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Pelaksanaannya menggunakan skema kontrak lumpsum dengan metode rancang bangun (design and build), sehingga mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan konstruksi fisik, hingga pemeliharaan jalan.
“Preservasi jalan paket 6 merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kemantapan jalan provinsi secara merata di seluruh wilayah, agar tetap berfungsi optimal sekaligus mendukung kelancaran aktifitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” Kata Kabid Jalan Dinas BMBK Sulsel, Irawan.
Lokasi pekerjaan tersebar di berbagai kabupaten dan kota, meliputi Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Jeneponto, Bantaeng, Pinrang, Maros, serta Kota Palopo dan Kota Makassar. Ruas-ruas yang ditangani mencakup jalur penghubung antarwilayah pegunungan Toraja, kawasan pesisir selatan, hingga akses utama perkotaan dan penyangga metropolitan Mamminasata.
Di wilayah utara, pekerjaan meliputi sejumlah ruas penting seperti batas Kabupaten Toraja Utara-Pantilang-Bua, Tedong Bonga-Buntao hingga batas Kabupaten Luwu, Pantilang-Bonglo sampai batas Kota Palopo, serta beberapa ruas penunjang di sekitar Rantepao, Pangala, dan Baruppu hingga perbatasan Provinsi Sulawesi Barat. Penanganan juga mencakup akses menuju Bandara Pongtiku dan jalur strategis antarwilayah Toraja dan Luwu.
Di bagian tengah dan selatan Sulawesi Selatan, preservasi jalan dilakukan pada ruas-ruas penghubung Jeneponto dan Bantaeng, termasuk koridor Boro-Loka serta Sinoa-Bantaeng. Sementara itu, di kawasan metropolitan, pekerjaan mencakup ruas Parang Loe-Tamalanrea Raya hingga perbatasan Kabupaten Maros, batas Kota Makassar-Pamanjengan-Benteng Gajah, serta sejumlah ruas jalan utama di pusat Kota Makassar seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr. Ratulangi.
Baca juga : Menang Kasasi di MA, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah Berkah-Nya untuk Warga Manggala
Secara keseluruhan, lingkup kegiatan dalam paket ini mencakup pekerjaan persiapan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), pelaksanaan konstruksi fisik dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), serta pekerjaan pemeliharaan pascakonstruksi. Dari sisi kriteria teknis, pekerjaan diarahkan pada rekonstruksi jalan, pekerjaan berkala, dan pemeliharaan guna memastikan fungsi layanan jalan tetap optimal dalam jangka panjang.
Melalui paket preservasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta penguatan aksesibilitas masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kemantapan infrastruktur jalan provinsi agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan.
Reporter : Tahar
The post Pemprov Sulsel Alokasikan Rp278 Miliar Preservasi Jalan, Akses Luwu-Toraja-Palopo Jadi Prioritas appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Wakil Ketua DPRD Gowa Hadiri Ground Breaking Preservasi Jalan Multiyears Sulsel 2025-2027 appeared first on Teraskota.info.
]]>Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, Ketua Komisi D DPRD Sulsel A. Kadir Halid, serta sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Gowa, Bupati Sinjai, dan Wakil Bupati Bulukumba, sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur lintas wilayah.

Pelaksanaan preservasi jalan Paket 1 ini mencakup sejumlah ruas strategis di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Sinjai, dan Bulukumba. Di Kabupaten Gowa sendiri, terdapat beberapa ruas prioritas dengan total panjang puluhan kilometer, di antaranya Jalan Tun Abdul Razak, HM Yasin Limpo, Burung-burung,Bili-bili, Sungguminasa-Malino, hingga Malino Batas Kabupaten Sinjai.
Saat ditemui usai kegiatan, Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab, SE, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang berdampak langsung pada mobilitas dan perekonomian masyarakat.
“Kami dari DPRD Kabupaten Gowa sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang memulai pelaksanaan preservasi jalan multiyears ini. Khususnya bagi Kabupaten Gowa, ruas-ruas yang ditangani merupakan jalur vital penghubung antarwilayah dan penopang utama aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, serta pelayanan publik,” ujar Hasrul.

Ia menegaskan bahwa DPRD Gowa akan terus mendukung dan mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kami berharap pengerjaan ini dilakukan secara profesional dan berkelanjutan. DPRD Gowa siap bersinergi serta mengawal agar proyek ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya hari ini, tetapi juga untuk jangka panjang,” tambahnya.

Hasrul juga menyampaikan bahwa dimulainya proyek ini menjawab keresahan masyarakat Kabupaten Gowa terhadap kondisi sejumlah ruas jalan yang selama ini mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah, akhirnya kegelisahan masyarakat Kabupaten Gowa terkait kondisi jalan rusak terjawab dengan dimulainya pekerjaan proyek multiyears ini. Atas nama warga Gowa, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan atas perhatian dan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur daerah,” ungkapnya.
Menurut Hasrul, pembangunan infrastruktur lintas kabupaten ini merupakan wujud nyata pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan.
“Konektivitas antar daerah adalah kunci pertumbuhan wilayah. Ketika jalan provinsi di Gowa, Sinjai, dan Bulukumba terkoneksi dengan baik, maka dampaknya akan dirasakan secara luas oleh masyarakat Sulsel,” tutupnya.
Pelaksanaan preservasi jalan Paket 1 Multiyears 2025-2027 ini ditandai dengan dimulainya pengerjaan Jalan Hertasning sepanjang 1,8 kilometer, yang diharapkan menjadi pemicu percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Sulawesi Selatan secara menyeluruh.
The post Wakil Ketua DPRD Gowa Hadiri Ground Breaking Preservasi Jalan Multiyears Sulsel 2025-2027 appeared first on Teraskota.info.
]]>