Apa Jadinya Jika Masjid Jadi Pusat Edukasi Umat? Polres Parepare dan DMI Buka Wacana

  • Bagikan

TERAS, PAREPARE – Wacana menjadikan masjid sebagai pusat edukasi dan pembinaan umat mengemuka dalam audiensi antara Polres Parepare dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Parepare. Gagasan ini dinilai strategis untuk memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kesadaran sosial dan keamanan masyarakat.

Wacana tersebut dibahas dalam pertemuan Pengurus Daerah (PD) DMI Kota Parepare bersama Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda, S.IK., M.H., yang berlangsung di Mapolres Parepare, Selasa (13/1/2026). Rombongan DMI dipimpin Ketua PD DMI Parepare Andi Mulyadi dan diterima Kapolres didampingi Kasat Intelkam Iptu Burhanuddin.

Ketua PD DMI Parepare Andi Mulyadi mengatakan, audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi kelembagaan antara DMI dan Polres Parepare. Menurutnya, sinergi dengan aparat kepolisian penting agar program pemberdayaan masjid dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan umat. Kami berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi yang membahas persoalan sosial, kebangsaan, dan keamanan lingkungan,” ujar Andi Mulyadi.

Ia menambahkan, DMI Parepare juga mendorong keterlibatan Polres Parepare dalam memberikan materi atau poin-poin pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dapat disampaikan para muballigh, khususnya pada momentum Ramadan. Materi tersebut diharapkan menjadi rujukan dakwah yang kontekstual dan relevan dengan dinamika sosial.

“Kami berharap ada pesan-pesan kamtibmas yang bisa dibagikan kepada para muballigh, sehingga dakwah di masjid sejalan dengan kondisi sosial dan keamanan yang berkembang,” tambah Mulyadi.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda menyatakan dukungan penuh terhadap program DMI dan wacana pemberdayaan masjid. Ia menilai masjid memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, baik dari sisi moral, sosial, maupun kebangsaan.

Baca Juga  Dilantik Akhir Tahun 7 Camat Resmi menjadi PPATS

“Kami mendukung penuh program DMI. Melalui masjid, pesan-pesan keagamaan dapat dikaitkan dengan upaya menjaga persatuan, mencegah penyalahgunaan narkoba, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” kata Kapolres.

Ia juga menekankan pentingnya peran para muballigh dalam menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, pendekatan keagamaan merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah potensi gangguan keamanan, termasuk penyebaran paham radikal.

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus DMI Kota Parepare, di antaranya Suardi, S.H.I., M.Pd., Imran, S.Ag., M.M., Dr. Iriani Ambar, Dr. Andi Muis, serta H. Ismail Sapareng.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *