Bangkit dari Akar Budaya, Gowa Hadirkan Terobosan Baru Lewat Forum ICD

  • Bagikan

Teras, Gowa – Upaya membangkitkan kembali nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi kemajuan daerah mulai digagas di Kabupaten Gowa. Komunitas Intelectual Culture Discussion (ICD) menghadirkan terobosan baru melalui forum dialog interaktif bertema “Peradaban Gowa, Solusi Kemakmuran Negeri” yang digelar di Cafe Kolamario, Rabu (15/04).

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, tokoh agama, tokoh adat, pemerhati budaya, tokoh perempuan, hingga perwakilan organisasi masyarakat (ormas), LSM, insan pers, dan masyarakat umum dari Gowa dan Makassar.

ICD merupakan wadah diskusi yang diinisiasi oleh Ismail Bangsawan Dg. Bunga, Sugianto Pattanagara, dan Muh. Isra DS. Forum ini lahir dari perbincangan santai sejumlah tokoh yang kemudian berkembang menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas isu-isu strategis, khususnya terkait kebudayaan dan peradaban lokal.

Sugianto Pattanagara yang juga bertindak sebagai moderator menjelaskan, gagasan pembentukan ICD berangkat dari diskusi ringan bersama sejumlah tokoh, termasuk Ahmad Pidris Zain selaku Ketua Yayasan Budaya Bugis Makassar (YBBM).

“ICD ini lahir dari hasil bincang-bincang lepas kami dengan beberapa tokoh. Dari situ kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan ruang diskusi seperti ini,” ujar Sugianto yang akrab disapa Anto.

Berbeda dengan forum formal pada umumnya, ICD dikemas dalam format diskusi terbuka tanpa narasumber tunggal. Setiap peserta diberi ruang yang sama untuk menyampaikan pandangan dan gagasannya terkait tema yang diangkat, menjadikan forum ini lebih cair, partisipatif, dan inklusif.

Meski demikian, Ahmad Pidris Zain turut memberikan pemaparan mendalam mengenai kondisi Gowa saat ini serta tantangan ke depan. Ia menekankan pentingnya mengembalikan jati diri masyarakat Gowa sebagai fondasi dalam menghadapi perubahan zaman.

“Saat ini yang kita butuhkan adalah menemukan kembali entitas dan integritas diri sebagai orang Gowa. Dari situlah kita bisa beradaptasi dengan perubahan besar yang akan terjadi ke depan,” ujarnya.

Baca Juga  Lomba Edukasi dan Nilai Takwa Ramadhan (LENTERA): Langkah Awal Menuju Kolaborasi Pendidikan Berkelanjutan

Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam perspektif yang mencerminkan kepedulian kolektif terhadap masa depan peradaban Gowa. Sejumlah peserta menilai forum seperti ICD menjadi langkah awal penting dalam merumuskan arah pembangunan yang tidak tercerabut dari akar budaya.

Sementara itu, Ismail Bangsawan Dg. Bunga berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai wacana semata. Ia mendorong agar ICD terus berlanjut dengan pembahasan yang lebih tajam, konstruktif, dan menghasilkan langkah konkret.

“Kami berharap diskusi ini terus berlanjut, tidak hanya sebatas wacana, tetapi juga melahirkan kegiatan yang lebih proyektif dan konstruktif dalam kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui forum ICD, diharapkan lahir gagasan dan langkah nyata dalam membangun kembali peradaban Gowa yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal sebagai solusi menuju kemakmuran negeri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *