TERAS, KOTA – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Hasrul Abdul Rajab, menyatakan dukungan terbuka kepada Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, yang kini menjadi satu-satunya kandidat yang lolos sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Sulawesi Selatan periode 2025–2030.
Menurut Hasrul, Darmawangsyah memiliki jejaring luas di tingkat nasional yang dapat menjadi modal penting dalam pengembangan olahraga Sulawesi Selatan. “Pak DM punya banyak jaringan di pusat. Itu penting untuk memperjuangkan fasilitas dan dukungan bagi atlet kita,” ujarnya, Senin, 10 November 2025.
Hasrul mengatakan kapasitas manajerial dan pengalaman Darmawangsyah selama menjabat di pemerintahan daerah menjadi nilai lebih untuk memimpin KONI Sulsel. Ia menilai sosok DM mampu merangkul berbagai pemangku kepentingan olahraga di daerah.
Di tengah dukungan yang menguat, Hasrul juga meluruskan isu yang beredar mengenai Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Ia membantah kabar bahwa gubernur mendukung salah satu calon. “Kalau ada yang bilang Pak Andi Sudirman mendukung salah satu pihak, itu tidak benar,” ucapnya.
Menurut Hasrul, Andi Sudirman justru mendorong semua figur yang ingin memajukan olahraga Sulawesi Selatan untuk bertarung secara sehat. Ia menyebut percakapan dengan gubernur berlangsung saat keduanya melaksanakan ibadah umrah beberapa waktu lalu.
“Beliau berpesan agar KONI Sulsel bisa dikelola secara profesional, solid, dan tanpa kepentingan politik,” kata Hasrul. Ia menekankan bahwa reformasi tata kelola KONI harus menjadi agenda utama pemimpin baru nanti.
Sementara itu, dinamika menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musoprov) KONI Sulawesi Selatan terus memanas. Musyawarah dijadwalkan digelar pada 19 November mendatang, dengan 22 KONI kabupaten/kota dan 49 cabang olahraga sebagai pemegang suara.
Di tengah proses tersebut, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Sulsel telah merampungkan verifikasi bakal calon ketua umum. Hasilnya diumumkan pada Rabu, 12 November 2025.
Ketua TPP, Chalik Suang, menyebut ada dua nama yang mendaftar sebagai bakal calon ketua umum. Namun, setelah pemeriksaan berkas dan dukungan, hanya Darmawangsyah Muin yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan.
Dengan hasil itu, Darmawangsyah berpeluang besar menjadi calon tunggal yang akan dibawa ke Musprov. Ia hanya menunggu pengesahan melalui mekanisme pemungutan suara dalam forum resmi.
Sementara itu, anggota DPR RI Meity Rahmatia dipastikan tersisih dari bursa pencalonan. Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera itu tidak memenuhi syarat dukungan minimal 30 persen yang diwajibkan bagi para bakal calon.
Chalik menjelaskan, Meity hanya mengajukan lima rekomendasi resmi. Bahkan, tiga di antaranya merupakan rekomendasi ganda dan tidak dapat dihitung sebagai dukungan sah dari cabang olahraga maupun KONI kabupaten/kota.
Kendati gagal dalam verifikasi, sejumlah pihak tetap mengapresiasi niat Meity ikut berkompetisi. Menurut Hasrul, perhatian Meity terhadap pembinaan olahraga Sulawesi Selatan patut dihargai. “Semua yang ingin memajukan olahraga harus kita dukung,” katanya.
Ia menilai momentum Musprov tahun ini harus menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh cabang olahraga. Seleksi pemimpin baru diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan menciptakan arah pembinaan atlet yang lebih terstruktur.
Hasrul berharap pemimpin KONI ke depan mampu menyatukan para atlet, pelatih, dan pengurus Cabor di Sulawesi Selatan. Ia menilai KONI harus menjadi wadah besar yang menaungi berbagai kepentingan olahraga tanpa benturan politik.
Selain itu, pengurus baru juga diharapkan dapat membangun sinergi dengan pemerintah daerah maupun pusat. Dukungan anggaran dan peningkatan fasilitas dianggap sebagai kunci untuk meningkatkan prestasi olahraga Sulawesi Selatan.
Musprov KONI Sulsel tahun ini dipandang sebagai momentum penting untuk membawa semangat pembaruan dalam tata kelola organisasi. Figur ketua umum yang terpilih akan menentukan arah pembinaan atlet dan kompetisi olahraga daerah untuk lima tahun ke depan.










