Camat dan Kades Dikumpulkan di Lapangan Syekh Yusuf, Warga Gowa Pertanyakan Pelayanan di Desa

  • Bagikan

Teras, Gowa – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Gowa yang memusatkan pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Syekh Yusuf menuai sorotan. Di tengah perdebatan mengenai pentingnya kehadiran aparat pemerintahan di wilayah masing-masing saat momen hari raya Idul Adha, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Aziz Peter, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi oleh Media TerasKota, Rabu (28/5/2026).

Pelaksanaan Sholat Id terpusat yang dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, hingga kepala desa se-Kabupaten Gowa dinilai berlebihan. Bahkan, sebagian masyarakat menilai sebagai langkah konsolidasi birokrasi.

Namun kebijakan tersebut juga memunculkan kritik karena aparat wilayah dianggap lebih dibutuhkan di tengah masyarakat pada hari pelaksanaan kurban.

Sejumlah warga menilai kehadiran kepala desa, lurah dan Camat di wilayah masing-masing itu penting untuk memastikan aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat berjalan lancar.

Mulai dari pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, distribusi daging, pengamanan lingkungan, hingga koordinasi kegiatan warga berlangsung hampir bersamaan sejak pagi hari.

“Dengan adanya Kepdes atau Camat di wilayahnya masing-masing itu lebih dibutuhkan masyarakat, karena mereka itu biasanya menjadi pusat koordinasi masyarakat di lapangan,” ujar salah seorang warga.

Sorotan publik semakin menguat setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Aziz Peter, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp terkait kebijakan tersebut belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.

Minimnya penjelasan dari pemerintah daerah membuat perdebatan di tengah masyarakat terus berkembang.

Sebagian pihak menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan terbuka terkait alasan seluruh aparat wilayah diarahkan menghadiri Sholat Id secara terpusat di tengah padatnya aktivitas pelayanan masyarakat saat Idul Adha.

Pengamat pemerintahan lokal menilai komunikasi publik pemerintah daerah menjadi penting untuk meredam polemik yang berkembang.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Gowa Buka Ruang Aspirasi di Masa Reses, Usulan Manuju Siap Dibahas

Menurutnya, kebijakan pemerintahan yang menyangkut pelayanan langsung kepada masyarakat perlu disertai penjelasan agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *