TERAS.KOTA, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga 2023 jumlah kekurangan kebutuhan rumah atau backlog perumahan nasional masih mencapai 9,9 juta unit. Angka tersebut menunjukkan hampir 10 juta keluarga di Indonesia belum memiliki rumah milik sendiri. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya keluarga baru dan belum meratanya kelayakan tempat tinggal hingga 2025.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah meluncurkan Program 3 Juta Rumah sebagai bagian dari program prioritas nasional. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Program ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.
Anggota Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyambut positif langkah pemerintah tersebut. Ia menilai pelaksanaan program ini sangat penting di tengah kenaikan harga rumah yang kian tidak terjangkau. Kenaikan harga tanah, biaya material, inflasi, suku bunga KPR, serta keterbatasan pasokan membuat pasar perumahan semakin menekan daya beli masyarakat.
“Pemerintah menyampaikan bahwa backlog mencapai 9,9 juta unit, tapi harus dijelaskan di wilayah mana saja. Kualitas tanah dan bangunan juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah baru,” ujarnya dalam forum Dialektika Demokrasi bertema ‘Program 3 Juta Rumah Wujud Nyata Pemerintah Dalam Menjawab Kebutuhan Dasar Masyarakat’ di Gedung DPR, Kamis (9/10/2025).
Ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran program dengan memperkuat kerja sama bersama BPS. Menurutnya, penggunaan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTKS) perlu dioptimalkan untuk memastikan penerima bantuan benar-benar masuk kategori masyarakat tanpa rumah atau memiliki hunian yang tidak layak.
“DPR mendorong agar program perumahan ini berjalan dengan baik, tapi saya ingatkan bahwa persoalan tidak selesai hanya dengan memberikan rumah. Masih ada faktor lain seperti sanitasi air, lingkungan, dan kenyamanan ekosistem hunian yang juga perlu diperhatikan,” tutupnya.










