Kemiskinan Gowa Turun ke 6,42 Persen, LACAK Center Siapkan Agenda 2026

  • Bagikan

TERAS, GOWA – Menjelang akhir 2025, Tim Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK) Center Kabupaten Gowa menggelar rapat koordinasi di Cafe Utopia, Sungguminasa, Senin, (29/12/2025).

Rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua LACAK Center Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, dan dipandu oleh Muh. Isra DS dari Tim LACAK Center Gowa.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bappeda Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Ketua Baznas Kabupaten Gowa, Tim LACAK Center Gowa, serta para Koordinator Kecamatan (Korcam) LACAK se-Kabupaten Gowa.

Ketua LACAK Center Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan mengevaluasi kerja-kerja kemanusiaan LACAK dalam upaya pengentasan kemiskinan serta merumuskan agenda strategis tahun 2026.

Ia menegaskan LACAK merupakan lembaga nonpemerintah yang dipercaya Pemerintah Kabupaten Gowa menjalankan program inovasi penanggulangan kemiskinan.

“Koordinasi dan komunikasi dengan seluruh lembaga terkait harus terus ditingkatkan. Di awal tahun, kami akan melaksanakan Resolusi 2026 Penanggulangan Kemiskinan,” ujar Kaharuddin Muji yang akrab disapa Daeng Muji.

Ia juga mendorong para Korcam dan Sahabat LACAK untuk lebih intens berkomunikasi, khususnya dalam memperkuat sistem informasi lapangan sebagai dasar intervensi yang cepat dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, H. Firdaus, menyatakan pemerintah daerah sangat terbantu dengan kehadiran LACAK dan Baznas, mengingat keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia. Menurutnya, masyarakat kini sangat bergantung pada LACAK karena kecepatan respons dalam penanganan kasus kemiskinan.

“Menurunkan angka kemiskinan bukan hal mudah, apalagi target 2026 adalah nol persen kemiskinan ekstrem. Untuk mencapai itu, diperlukan kolaborasi semua pihak,” kata Firdaus.

Ia menyebut angka kemiskinan di Gowa berdasarkan data terbaru turun dari 7,42 persen menjadi 6,42 persen, meski penurunan tersebut belum dianggap signifikan.

Baca Juga  Lebaran Penuh Cinta, Hasrul Abdul Rajab dan Istri Curi Perhatian dengan Gestur Manis

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan, menilai persoalan miskomunikasi antar lembaga sebagai hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Ia menekankan pentingnya pemahaman tugas dan fungsi masing-masing pihak serta validasi data di lapangan.

“Program LACAK berbasis data, sehingga verifikasi fakta lapangan menjadi keharusan di tengah belum sinkronnya data kemiskinan,” ujar Sujjadan.

Ketua Baznas Kabupaten Gowa, Abbas Alauddin, yang hadir bersama Wakil Ketua II Baznas Gowa Munawir dan Fadli Muis, mengungkapkan bahwa berdasarkan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gowa, dana infak ASN dialokasikan 70 persen untuk pengentasan kemiskinan dan 30 persen untuk operasional serta bantuan pendidikan.

“Hingga akhir 2025, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp3.163.683.570,” kata Abbas.

Dana tersebut disalurkan melalui program Gowa Peduli, Gowa Cerdas, Gowa Sehat, Gowa Makmur, dan Gowa Taqwa, termasuk pembangunan 27 unit Rumah Layak Huni Baznas serta bantuan usaha, kesehatan, dan pendidikan bagi warga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan asesmen tim LACAK.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *