Membangkitkan Ekonomi dari Desa untuk Bangsa

  • Bagikan
PENULIS OPINI - Muh. Natsir Daeng Rewa, Anggota BPD Desa Bone Kecamatan Bajeng kabupaten Gowa. Foto ini diterima Teras Kota pada Oktober 2025 untuk keperluan identitas penulis Opini Teras Kota

Oleh: Muh. Natsir Daeng Rewa

Hidup itu sederhana jika dijalani dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Gambar laut dan perahu nelayan yang tampak di ufuk barat seakan memberi pesan mendalam: kehidupan masyarakat di desa, yang kerap bersandar pada laut, sawah, dan tanah kelahiran, adalah fondasi nyata dari ekonomi bangsa.

Namun, sering kali potensi desa hanya dipandang sebelah mata. Padahal, desa adalah jantung ekonomi yang menghidupi banyak keluarga, bahkan menopang kota besar. Saat desa maju, maka bangsa akan kuat. Ketika desa sejahtera, maka kesenjangan sosial dapat diperkecil.

Pesan penting yang perlu kita renungkan adalah jangan memaksa sesuatu yang dikemas dengan rapi, padahal di dalamnya terselubung kepentingan yang justru merugikan rakyat. Dari situlah sering muncul praktik korupsi yang menghancurkan kepercayaan publik. Korupsi di sektor pembangunan desa, misalnya, bukan hanya menggerogoti uang negara, tetapi juga mematikan harapan masyarakat desa untuk hidup lebih baik.

Hari ini, bangsa kita tidak kekurangan orang pintar. Banyak yang fasih berbicara tentang pembangunan, tetapi ironisnya, justru mereka yang melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bersama: membangun sistem yang transparan, mengedepankan etika, dan memberdayakan masyarakat desa secara nyata, bukan hanya dalam slogan.

Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan program-program pro desa benar-benar sampai pada masyarakat. Dunia bisnis harus hadir dengan konsep kemitraan yang adil, tidak hanya mencari untung, tetapi juga membangun keberlanjutan. Sedangkan masyarakat desa sendiri perlu membangun kesadaran kolektif, menjaga lingkungan, meningkatkan produktivitas, dan bersama-sama mengawasi jalannya pembangunan.

Sudah saatnya kita membangkitkan ekonomi dari desa untuk bangsa. Desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang berdaya. Jika desa kuat, maka Indonesia akan berdaulat.

Baca Juga  Di Balik Ujian, Selalu Ada Jalan Tuhan 
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *