Teras, Gowa – Semangat untuk belajar dan berkarya tidak mengenal usia maupun latar belakang profesi. Hal itu tercermin dari perjalanan hidup Tahar, seorang jurnalis senior asal Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang memulai karier jurnalistiknya di usia 40 tahun.
Lahir pada tahun 1981 dan berasal dari Kampung Kalase’rena, Tahar sehari-hari dikenal sebagai buruh tani. Namun di balik kesederhanaannya, ia memiliki tekad kuat untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui dunia jurnalistik.
Bagi Tahar, menulis bukan hanya sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian untuk menyampaikan informasi yang benar, mendidik, dan dapat dipercaya. Dengan penuh konsistensi, ia terus belajar menekuni profesi jurnalis sambil mempertahankan nilai integritas dan profesionalisme dalam setiap karya yang dihasilkan.
“Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang,” ungkap Tahar saat menyampaikan refleksinya pada momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026.
Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat generasi muda Indonesia agar lebih berani berkreasi, berkarya, dan menghadapi tantangan zaman dengan optimisme serta kesadaran tinggi.
Ia menilai bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pendidikan tinggi atau status sosial, tetapi juga oleh keberanian untuk memulai, belajar, dan terus berjuang meski dari keterbatasan.
“Tulislah karya, latihlah pikiran, buka peluang. Jangan hidup dalam ketakutan. Cara berpikir menentukan tindakan, dan tindakan menentukan arah masa depan,” tuturnya.
Sebagai jurnalis, Tahar percaya media memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjaga independensi, kebijaksanaan, dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran demi kepentingan publik.
Menurutnya, tulisan bukan sekadar tinta biasa, tetapi merupakan simbol kesadaran, keberanian, dan semangat untuk bangkit menjadi lebih baik.
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital, Tahar mengajak masyarakat, khususnya anak muda, untuk terus meningkatkan kualitas diri dan tidak takut menghadapi perubahan.
“Berikhtiarlah terus untuk bangkit dan maju. Berani menghadapi tantangan zaman dengan prinsip kebenaran, kebebasan, dan semangat merdeka dalam menyuarakan hal-hal terbaik,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat Kebangkitan Nasional yang lahir 118 tahun lalu harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
“Kalau para pendahulu mampu mengubah peradaban ke arah lebih baik, tentu kita juga bisa membangun keyakinan bahwa bangsa ini memiliki kekuatan sendiri untuk maju dan menjadi terbaik,” lanjutnya.
Melalui semangat berkarya, berprestasi, dan saling menginspirasi, Tahar berharap Indonesia akan terus tumbuh menjadi bangsa yang kuat, maju, dan bermartabat.
Di Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini, perjalanan hidup Tahar menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari kampung sederhana, dan perubahan besar dapat dimulai dari keberanian untuk menulis serta terus belajar tanpa menyerah.










