Teras, Makassar – Masyarakat dan pemerhati sejarah di Segeri, Kabupaten Pangkep, menggelar kegiatan napak tilas leluhur I Bangkailong Daeng Parani Arung Bulukumpa Matinroe ri Segeri, Jumat (25/4/2026), di Rumah Arajang Segeri. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali ingatan kolektif terhadap warisan sejarah, nilai kepemimpinan, serta kearifan lokal yang diwariskan oleh tokoh besar tersebut.
Pemerhati kebijakan publik dan budaya, Hiyar Abdi Hamzah Daeng Nuntung, dalam pernyataannya menegaskan bahwa sosok I Bangkailong merupakan representasi penting dari sintesis kepemimpinan, budaya, dan tata pemerintahan yang telah tumbuh kuat dalam sejarah Sulawesi Selatan.
“I Bangkailong Daeng Parani Arung Bulukumpa bukan hanya seorang Ponggawae dari Kerajaan Bone, tetapi juga memiliki garis keturunan yang mempertemukan dua entitas besar, yakni Bone dan Gowa. Ini mencerminkan kekuatan integrasi nilai dan legitimasi kepemimpinan berbasis genealogis dan kultural,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dalam kepemimpinannya sebagai Arung Bulukumpa, I Bangkailong telah menunjukkan konsep tata kelola yang progresif pada masanya. Sistem pemerintahan yang memadukan unsur Lompo dan Karaeng dinilai sebagai bentuk awal dari prinsip pembagian kekuasaan atau checks and balances.
“Peran Lompo sebagai representasi fungsi legislatif dan Karaeng sebagai kepala pemerintahan menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi sejatinya telah hidup dalam sistem adat kita jauh sebelum diperkenalkan dalam konsep modern,” jelas Hiyar.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa tradisi ziarah dan napak tilas leluhur bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana refleksi kolektif yang sarat nilai historis dan spiritual. Menurutnya, praktik tersebut juga memiliki dimensi strategis dalam perspektif kebijakan publik, khususnya dalam pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.
“Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari investasi sosial. Ia memperkuat kohesi masyarakat sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berakar pada kearifan lokal, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan,” tambahnya.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Andi Rahmat Ansaruddin Karaeng Gato’, serta dihadiri sejumlah tokoh dan keturunan I Bangkailong. Di antaranya Kompol (Purn) Andi Ashari, A. Rahmatullah, Andi Besse Ferial, serta Irjen Pol Faizal Thayeb yang juga menjabat sebagai Deputy BNPT.
Turut hadir pula Putera Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju, serta Wakil Bupati Pangkep, Abd. Rahman Assagaf.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kepemimpinan, persatuan, dan kebijaksanaan yang diwariskan oleh I Bangkailong Daeng Parani dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.










