Teras, Takalar – Pekerjaan jalan Provinsi paket 3 yang terletak di wilayah Galesong Kabupaten Takalar, diduga memiliki pengawas teknik abal – abal yang ditunjuk sebagai pengawas dilapangan. Ironinya material penimbungan menjadi lumpur tanah merah yang baru menutupi jalan rusak yang rencananya akan dilakukan pengaspalan. Jumat (6/2/2026)
Penimbungan tahap awal dengan material tanah merah bercampur bebatuan kecil di jalanan berlubang di Kecamatan galesong ini, berdampak kemacetan dikarenakan material yang sejak hari kamis 5 Februari 2026, dilakukan tahap lapisan pondasi pada jalanan rusak tersebut menjadi jalan yang becek dan berlumpur.
Setelah diguyur hujan sejak pagi material berubah menjadi genangan berlumpur bercampur bebatuan kecil, yang mengakibatkan kemacetan dikarenakan pengedara sepeda motor sulit melewati jalanan yang berlumpur yang rawan sepeda motor oleng saat dilewati.
Sehingga harus berhati-hati saat melewati jalanan tersebut, karena rawan terjatuh karena membuat ban motor menjadi licin.
Ironinya pengawas teknik pekerjaan jalan saat hendak dimintai keterangan oleh awak media, seolah menghindar dan membohongi awak media bahwa dirinya bukan pengawas tekniknya.
Ita selaku pengawas teknik mengatakan, “Bukan saya pengawasnya, saya cuma bantu mengarahkan kendaraan ini, yang pengawasnya itu sana, Ujarnya”. Sembari menunjuk salah satu rekanan kerjanya dilapangan, yang tiba – tiba menghilang.
Sangat miris pengawas teknik pekerjaan. jalan provinsi ini diduga fobia dengan wartawan, hingga dirinya langsung menghilang bersama rekan kerjanya untuk menghindari wawancara oleh wartawan Teraskota.info.
Diduga pengawas teknik pekerjaan ditunjuk oleh dinas pekerjaan umum asal -asalan sebagai pengawas teknik dilapangan, karena dianggap tidak tahu dalam pekerjaan sehingga menghindar dari pertanyaan awak media yang ingin mengkonfirmasi soal pekerjaan jalan yang sudah bertahun – tahun lamanya dapat terselesasikan ditahun 2026 ini.










