TERAS, MAKASSAR – Penyanyi jazz Bilal Indra Jaya menjadi pusat perhatian dalam konferensi pers “The Infinite Celebration Gravity Anniversary with Bilal Indrajaya” yang digelar di Gravity Sky Lounge, lantai 20 Swiss-Belhotel Makassar, Jumat (28/11/2025).
Selain membahas penampilannya pada perayaan ulang tahun kedelapan Gravity, Bilal juga mengungkap rutinitas sederhana di balik rambut ikonisnya yang kerap menjadi sorotan.
Dalam sesi tanya jawab, Bilal tersenyum ketika ditanya soal perawatan rambut. Ia mengaku tidak memiliki metode khusus maupun produk tertentu yang rutin digunakan. “Setahun, ya. Saya potong rambut rutin setiap tahun,” ujarnya.
Menurutnya, ia hanya melakukan trim ringan agar panjang rambut tetap konsisten. “Itu saya pendekkan supaya panjangnya segini terus. Setiap potong itu saya trim,” tambahnya. Bilal mengatakan ia baru akan memangkas rambut jika sudah merasa gerah, tanpa jadwal khusus.
Konferensi pers tersebut merupakan pembuka rangkaian perayaan ulang tahun ke-8 Gravity. General Manager Swiss-Belhotel Makassar, Azrule Aziz, menegaskan tema Infinite dipilih sebagai simbol bahwa delapan tahun perjalanan merupakan fondasi untuk pertumbuhan yang lebih besar.
“Delapan tahun adalah fondasi. Kami ingin tumbuh ke arah yang lebih besar. Karena itu kami mengangkat konsep infinity,” jelasnya.
Bentuk angka delapan sendiri menjadi representasi visual dari tanda infinity, yang diharapkan menggambarkan keberlanjutan dan relevansi Gravity ke depan.
Azrule juga membeberkan alasan pemilihan Bilal sebagai guest star utama. Selain kualitas musikal yang dianggap cocok dengan ambience Gravity, ia menyebut kepribadian sang penyanyi sebagai faktor penting.
“Pak Bilal itu paling lembut, paling baik hati, dan rendah hati kepada kami. Karakter musiknya elegan dan dekat dengan nuansa jazz, sangat cocok dengan Gravity,” tuturnya.
Bilal pun tidak menutupi kedekatannya dengan Kota Makassar. Ia mengatakan tidak pernah ragu menerima undangan tampil di kota ini.
“Makassar adalah destinasi favorit saya. Saya tidak punya alasan untuk menolak,” ujarnya. Untuk penampilan malam hari, Bilal telah menyiapkan sembilan hingga sepuluh lagu dengan susunan dinamis agar penonton bisa menikmati atmosfer hangat dan intim khas Gravity Sky Lounge.
Pihak manajemen memastikan bahwa konsep malam puncak anniversary akan dikemas premium namun sederhana, berfokus pada pengalaman intimate untuk para tamu. Acara akan diisi dengan opening celebration, pemutaran highlight perjalanan delapan tahun Gravity, dan penampilan penuh Bilal Indrajaya sebagai bintang utama. Persiapan teknis seperti tata cahaya, sound system, keamanan, dan alur kedatangan tamu disebut telah dirancang matang.
Azrule juga menegaskan bahwa perayaan ini terbuka untuk masyarakat umum. “Kami membuka acara ini free entrance untuk semua warga Makassar,” katanya.
Ia berharap anniversary kali ini menjadi momentum kebangkitan Gravity setelah melewati masa pandemi dan periode efisiensi operasional. “Di usia ke-8 ini, dengan kehadiran Bilal, kami berharap Gravity kembali ke masa gemilang,” ujarnya.
Menutup konferensi pers, Azrule memberikan bocoran bahwa manajemen tengah menyiapkan ekspansi besar. “Insya Allah akan lahir satu lagi Gravity di Indonesia. Waktunya akan kami umumkan nanti,” ucapnya.
Perayaan ulang tahun kedelapan ini pun tak sekadar menandai perjalanan panjang Gravity, tetapi juga membuka lembaran baru menuju arah yang lebih besar dengan musik Bilal Indra Jaya sebagai pengiringnya.










