Seleksi Kepala Sekolah Makassar Diduga Diatur Ulang, Peserta Gugur Dipanggil Diam-Diam ke Hotel

  • Bagikan
Gambar Ilustrasi

TERAS, MAKASSAR – Proses seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di Kota Makassar kini berada di bawah bayang-bayang skandal. Seleksi yang seharusnya menjadi panggung meritokrasi justru diduga berubah menjadi arena rekayasa, tempat peserta yang sudah gugur “dihidupkan kembali” melalui jalur belakang.

Fakta mengejutkan mencuat setelah beredar informasi bahwa sejumlah peserta BCKS yang tidak mengikuti bahkan telah gugur pada tahapan krusial tes wawancara, justru dipanggil secara khusus ke sebuah hotel di pusat Kota Makassar, Senin (5/1/2026).

Pemanggilan itu disebut berlangsung di Hotel Maxone, Jalan Taman Makam Pahlawan, dan diduga bukan bagian dari agenda resmi seleksi. Para peserta dipertemukan dengan sejumlah pihak yang disebut-sebut memiliki akses langsung ke lingkar kekuasaan Wali Kota Makassar.

Seorang BCKS tingkat Sekolah Dasar mengakui dirinya termasuk dalam peserta yang dipanggil, meski tidak mengikuti tes wawancara tahapan yang semestinya menjadi penentu utama kelulusan.

“Saya dipanggil, jadi saya datang,” ujarnya singkat kepada UjungJari.

Yang lebih mencengangkan, ia mengaku tidak mengetahui alasan resmi pemanggilan tersebut. Namun, beredar informasi di antara para peserta bahwa masih ada peluang diangkat meski telah gugur.

“Saya tidak ikut wawancara. Tapi katanya masih bisa. Informasinya ada kebijakan dari Pak Wali,” ungkapnya.

Pengakuan itu bukan kasus tunggal. Beberapa BCKS lain yang juga tidak mengikuti tes wawancara disebut menerima panggilan serupa, memunculkan dugaan kuat adanya skenario khusus di luar mekanisme seleksi resmi.

Jika dugaan ini benar, maka proses seleksi BCKS di Kota Makassar dinilai cacat secara etik dan administrasi, sekaligus menampar wajah sistem meritokrasi pendidikan. Lebih jauh, praktik ini berpotensi melahirkan kepala sekolah yang lahir dari kedekatan kekuasaan, bukan kompetensi.

Baca Juga  Ratusan Personel Kodaeral VI Melakukan Aksi Bersih Pantai Jalaria, Sebagai Wujud Indonesia ASRI dari Pesisir

Publik kini menunggu sikap tegas Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Pemerintah Kota Makassar untuk membuka secara transparan alasan pemanggilan peserta yang telah gugur, termasuk mengungkap siapa pihak yang memfasilitasi pertemuan tertutup di Hotel Maxone.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Makassar dan panitia seleksi BCKS memilih bungkam, memperkuat kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang sengaja disembunyikan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *