add_action('wp_enqueue_scripts', function() { if(is_home()) { wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true); wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true); } }); Hadian Supriatna Archives | Teraskota.info https://teraskota.info/tag/hadian-supriatna/ Info Desa dan Perkotaan Sat, 23 May 2026 14:25:04 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://teraskota.info/wp-content/uploads/2026/04/cropped-IMG-20260423-WA0095-1-100x75.jpg Hadian Supriatna Archives | Teraskota.info https://teraskota.info/tag/hadian-supriatna/ 32 32 Hadian Supriatna Dinilai Kompeten Jadi Kandidat Bupati Bandung Masa Depan https://teraskota.info/hadian-supriatna-dinilai-kompeten-jadi-kandidat-bupati-bandung-masa-depan/ https://teraskota.info/hadian-supriatna-dinilai-kompeten-jadi-kandidat-bupati-bandung-masa-depan/#respond Sat, 23 May 2026 14:23:24 +0000 https://teraskota.info/?p=7680 Teras, Bandung – Nama Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadian Supriatna, mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur potensial yang dinilai layak diperhitungkan dalam kontestasi Pemilihan Bupati Bandung di masa mendatang. Rekam jejak kepemimpinannya di tingkat desa dinilai berhasil menghadirkan inovasi pelayanan publik, transformasi digital, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan. Saat ini estafet kepemimpinan Kabupaten […]

The post Hadian Supriatna Dinilai Kompeten Jadi Kandidat Bupati Bandung Masa Depan appeared first on Teraskota.info.

]]>
Teras, Bandung – Nama Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadian Supriatna, mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur potensial yang dinilai layak diperhitungkan dalam kontestasi Pemilihan Bupati Bandung di masa mendatang. Rekam jejak kepemimpinannya di tingkat desa dinilai berhasil menghadirkan inovasi pelayanan publik, transformasi digital, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan.

Saat ini estafet kepemimpinan Kabupaten Bandung masih dipimpin Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Wakil Bupati Ali Syakieb untuk periode kedua. Namun sejumlah kalangan mulai melihat munculnya figur-figur baru yang dianggap memiliki kapasitas melanjutkan arah pembangunan daerah ke depan.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah Hadian Supriatna. Ia dinilai memiliki modal kepemimpinan yang kuat, terutama dari sisi inovasi pemerintahan desa dan kemampuan memahami birokrasi pemerintahan.

Pengamat sosial dan pemerintahan, Saefullah, menilai keberhasilan Hadian membangun Desa Cibiru Wetan menjadi modal penting apabila kelak maju pada level kepemimpinan yang lebih tinggi.

“Secara kapasitas kepemimpinan, Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadian Supriatna, sangat layak untuk diperhitungkan maju sebagai Bupati Bandung setelah era Dadang Supriatna berakhir. Rekam jejaknya terbukti secara nasional maupun regional, meski transisi kepemimpinan dari level desa ke kabupaten tentu membutuhkan dukungan mesin politik yang masif,” ujar Saefullah.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menjadi kekuatan Hadian Supriatna, di antaranya pengakuan dan prestasi nasional yang berhasil diraih Desa Cibiru Wetan, serta kapasitas intelektual dalam memahami tata kelola birokrasi modern.

Meski demikian, ia menilai terdapat tantangan besar yang harus dihadapi apabila ingin naik ke level politik kabupaten, yakni kebutuhan dukungan mesin politik yang kuat serta pengenalan wilayah yang lebih luas di seluruh Kabupaten Bandung.

Di sisi lain, Saefullah juga menekankan pentingnya keberlanjutan kepemimpinan di Desa Cibiru Wetan agar berbagai program inovatif yang telah berjalan tidak berhenti di tengah jalan.

“Keberlanjutan kepemimpinan di Desa Cibiru Wetan sangat krusial untuk menjaga transformasi digital, program antikorupsi, dan pemberdayaan masyarakat agar tidak mandek. Hal ini memastikan visi jangka panjang tetap terarah tanpa harus mengulang fondasi dari nol,” jelasnya.

Ia menyebut, keberhasilan Desa Cibiru Wetan selama ini tidak terlepas dari konsistensi membangun budaya pemerintahan yang transparan dan partisipatif.

Menurut Saefullah, ada beberapa alasan penting mengapa estafet kepemimpinan berkelanjutan diperlukan di Cibiru Wetan, di antaranya menjaga praktik transparansi dan budaya antikorupsi yang telah dibangun melalui program Desa Antikorupsi, mempertahankan transformasi digital pelayanan publik yang menjadi salah satu percontohan terbaik di Indonesia, hingga menjaga kesinambungan program desa wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, ia menilai capaian prestasi yang terus diraih Pemerintah Desa Cibiru Wetan harus dipertahankan melalui kepemimpinan yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Momentum prestasi yang sudah diraih jangan sampai berhenti. Pemimpin berikutnya harus mampu menjaga standar inovasi dan keberlanjutan pembangunan desa,” tutupnya.

The post Hadian Supriatna Dinilai Kompeten Jadi Kandidat Bupati Bandung Masa Depan appeared first on Teraskota.info.

]]>
https://teraskota.info/hadian-supriatna-dinilai-kompeten-jadi-kandidat-bupati-bandung-masa-depan/feed/ 0
Milangkala ke-42 Desa Cibiru Wetan, Sejumlah Kades Dorong Hadian Supriatna Kembali Maju https://teraskota.info/milangkala-ke-42-desa-cibiru-wetan-sejumlah-kades-dan-pemain-persib-bandung-dorong-hadian-supriatna-sp-kembali-maju/ https://teraskota.info/milangkala-ke-42-desa-cibiru-wetan-sejumlah-kades-dan-pemain-persib-bandung-dorong-hadian-supriatna-sp-kembali-maju/#respond Fri, 08 May 2026 00:04:05 +0000 https://teraskota.info/?p=7266 Teras, Bandung – Momentum Milangkala ke-42 Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung yang terbentuk pada 23 April 1984 berlangsung penuh semangat kebersamaan dan apresiasi atas kemajuan desa. Dalam peringatan tersebut, sejumlah kepala desa, tokoh pemuda, hingga insan olahraga menyampaikan ucapan selamat sekaligus mendorong Hadian Supriatna SP kembali maju pada periode berikutnya sebagai Kepala Desa. […]

The post Milangkala ke-42 Desa Cibiru Wetan, Sejumlah Kades Dorong Hadian Supriatna Kembali Maju appeared first on Teraskota.info.

]]>
Teras, Bandung – Momentum Milangkala ke-42 Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung yang terbentuk pada 23 April 1984 berlangsung penuh semangat kebersamaan dan apresiasi atas kemajuan desa. Dalam peringatan tersebut, sejumlah kepala desa, tokoh pemuda, hingga insan olahraga menyampaikan ucapan selamat sekaligus mendorong Hadian Supriatna SP kembali maju pada periode berikutnya sebagai Kepala Desa.

Dorongan tersebut muncul karena kepemimpinan Hadian Supriatna dinilai berhasil membawa Desa Cibiru Wetan meraih berbagai prestasi tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten serta menjadikan desa berkembang maju dan mandiri dalam berbagai sektor pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Yanto Eryanto, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Kepala Desa Dukuh Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Yanto Eryanto menyampaikan apresiasinya terhadap capaian pembangunan Desa Cibiru Wetan.

“Selamat Milangkala ke-42 Desa Cibiru Wetan. Kami melihat kemajuan desa ini sangat luar biasa, baik dari pembangunan, pelayanan masyarakat maupun inovasi desa. Hadian Supriatna SP terbukti mampu membawa desa menjadi lebih maju dan mandiri, sehingga layak melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya,” ujarnya.

Rosiman, Kepala Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Arjasari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Rosiman.

“Prestasi yang diraih Desa Cibiru Wetan hingga tingkat nasional menjadi bukti nyata kerja keras dan kepemimpinan yang baik. Kami mengucapkan selamat Milangkala ke-42 dan berharap pembangunan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan,” katanya.

Agus Salam, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Sementara itu, Kepala Desa Lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Agus Salam menilai keberhasilan desa tidak terlepas dari kepemimpinan yang mampu merangkul masyarakat.

“Desa Cibiru Wetan saat ini menjadi salah satu desa yang berkembang pesat. Kekompakan masyarakat dan pemerintah desa menjadi modal utama. Kami mendukung agar Hadian Supriatna kembali melanjutkan pengabdiannya,” ungkapnya.

Ganjar Sukmawibawa,
Kepala Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Sukapura Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Ganjar Sukmawibawa.

“Tidak mudah membawa desa hingga meraih prestasi tingkat nasional. Dibutuhkan komitmen dan kerja nyata. Kami melihat Hadian Supriatna berhasil membuktikan hal tersebut,” tuturnya.

Agus Rusman, Kades Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Sementara itu, Kepala Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Agus Rusman menyebut sosok Hadian Supriatna menjadi inspirasi bagi kepala desa lainnya.

“Kami menganggap Kepala Desa Cibiru Wetan Hadian Supriatna sebagai sumber inspirasi dan guru bagi para kepala desa lainnya. Banyak hal positif yang bisa dipelajari dari kepemimpinannya dalam membangun desa hingga maju dan mandiri seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Tokoh Pemuda Cibiru Wetan, Fadly Maulana Hasan menyebut kepemimpinan Hadian telah memberikan ruang besar bagi generasi muda untuk berkembang.

“Pemuda diberikan ruang berkarya, berorganisasi dan ikut membangun desa. Itu menjadi nilai positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Iman Firmansyah yang mengapresiasi perhatian pemerintah desa terhadap pembinaan olahraga dan generasi muda.

“Pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia dini di Cibiru Wetan mendapat perhatian yang baik. Semoga ke depan desa ini semakin maju dan terus melahirkan generasi berprestasi,” katanya.

Peringatan Milangkala ke-42 Desa Cibiru Wetan menjadi momentum refleksi perjalanan desa sekaligus penguatan semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga pembangunan berkelanjutan menuju desa yang semakin maju, mandiri, dan berprestasi.

The post Milangkala ke-42 Desa Cibiru Wetan, Sejumlah Kades Dorong Hadian Supriatna Kembali Maju appeared first on Teraskota.info.

]]>
https://teraskota.info/milangkala-ke-42-desa-cibiru-wetan-sejumlah-kades-dan-pemain-persib-bandung-dorong-hadian-supriatna-sp-kembali-maju/feed/ 0
Meredefinisi Otonomi Daerah dan Kewenangan Desa: Dari Juru Bayar Menjadi Manajer Pembangunan https://teraskota.info/meredefinisi-otonomi-daerah-dan-kewenangan-desa-dari-juru-bayar-menjadi-manajer-pembangunan/ https://teraskota.info/meredefinisi-otonomi-daerah-dan-kewenangan-desa-dari-juru-bayar-menjadi-manajer-pembangunan/#respond Mon, 19 Jan 2026 07:11:48 +0000 https://teraskota.info/?p=4166 Oleh: Hadian Supriatna, SP Otonomi daerah dan kewenangan desa sejatinya dirancang sebagai fondasi untuk menghadirkan pembangunan yang adil, kontekstual, dan berkeadilan sosial. Namun dalam praktiknya, semangat tersebut belum sepenuhnya terwujud. Negara perlu secara serius meredefinisi otonomi daerah dan kewenangan desa agar lebih substantif, tidak berhenti pada aspek administratif dan kepatuhan regulasi semata. Saat ini, banyak […]

The post Meredefinisi Otonomi Daerah dan Kewenangan Desa: Dari Juru Bayar Menjadi Manajer Pembangunan appeared first on Teraskota.info.

]]>
Oleh: Hadian Supriatna, SP

Otonomi daerah dan kewenangan desa sejatinya dirancang sebagai fondasi untuk menghadirkan pembangunan yang adil, kontekstual, dan berkeadilan sosial. Namun dalam praktiknya, semangat tersebut belum sepenuhnya terwujud. Negara perlu secara serius meredefinisi otonomi daerah dan kewenangan desa agar lebih substantif, tidak berhenti pada aspek administratif dan kepatuhan regulasi semata.

Saat ini, banyak desa justru terjebak dalam posisi yang paradoksal. Desa diberi tanggung jawab besar dalam pelaksanaan program, tetapi ruang pengambilan keputusan strategisnya sangat terbatas. Akibatnya, desa lebih sering berperan sebagai juru bayar kegiatan, bukan sebagai manajer pembangunan yang sesungguhnya.

Padahal, Undang-Undang Desa secara jelas menempatkan desa sebagai subjek pembangunan yang memiliki kewenangan perencanaan, pelaksanaan, hingga pengendalian pembangunan berbasis kebutuhan lokal.

Persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari pola penganggaran. APBD dan APBDes seharusnya benar-benar adaptif terhadap isu prioritas lokal, bukan sekadar menyesuaikan juklak dan juknis yang seragam. Pembangunan yang hanya patuh regulasi, tetapi abai pada realitas sosial dan ekonomi masyarakat, pada akhirnya akan kehilangan makna dan daya ungkit.

Di banyak tempat, masih berkembang paradigma sempit bahwa kepala desa atau kepala daerah dianggap “bekerja” jika pembangunan infrastruktur tampak masif dan kasat mata. Jalan dibangun, gedung berdiri, proyek fisik berjalan maka itulah ukuran keberhasilan. Sementara itu, penguatan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan kerap tidak dipersepsikan sebagai pembangunan, padahal justru di situlah kualitas sumber daya manusia dan masa depan desa ditentukan.

Paradigma ini harus diubah. Pembangunan desa tidak boleh direduksi hanya menjadi pembangunan fisik. Desa membutuhkan pendekatan pembangunan yang holistik ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan harus berjalan seiring. Untuk itu, desa perlu diberikan ruang inovasi yang lebih luas, khususnya dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan desa melalui revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat desa (KDMP).

BUM Desa seharusnya tidak diperlakukan sekadar sebagai formalitas kelembagaan, melainkan sebagai instrumen strategis penggerak ekonomi lokal. Tanpa fleksibilitas kebijakan, dukungan permodalan yang memadai, dan keberpihakan regulasi, BUM Desa sulit berkembang dan bersaing. Padahal, di sanalah letak peluang desa untuk mandiri secara fiskal dan tidak sepenuhnya bergantung pada transfer pusat.

Lebih jauh, persoalan keadilan fiskal nasional juga perlu mendapat perhatian serius. Salah satu ketimpangan mendasar saat ini adalah pengelolaan pajak perusahaan besar dan multinasional. Aktivitas usaha berlangsung di daerah dengan menggunakan sumber daya lokal, tenaga kerja lokal, dan infrastruktur daerah, namun pajak justru dibayarkan di Jakarta sebagai tempat kedudukan administratif perusahaan. Kondisi ini menyebabkan daerah penghasil tidak memperoleh manfaat fiskal yang proporsional.

Sudah saatnya negara mendorong redistribusi pengelolaan pajak, di mana pajak dibayarkan di daerah tempat kegiatan usaha berlangsung, bukan semata-mata di pusat. Dengan kebijakan ini, PAD daerah dapat lebih merata, ketimpangan fiskal dapat ditekan, dan daerah memiliki kapasitas lebih kuat untuk membiayai pelayanan publik serta pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.

Jika desa terus diposisikan hanya sebagai pelaksana teknis program, tanpa kewenangan substantif dan keadilan fiskal, maka cita-cita menjadikan desa sebagai fondasi pembangunan nasional akan sulit tercapai. Negara harus berani melakukan koreksi arah, meredefinisi kembali otonomi daerah dan kewenangan desa secara nyata, bukan simbolik.

Desa tidak meminta dimanjakan, tetapi dipercaya dan diperkuat. Dengan kewenangan yang jelas, anggaran yang adaptif, ruang inovasi yang luas, serta sistem fiskal yang adil, desa akan mampu berdiri sebagai manajer pembangunan yang profesional, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan warganya. Dari desa yang kuat, Indonesia yang berkeadilan dapat dibangun.

The post Meredefinisi Otonomi Daerah dan Kewenangan Desa: Dari Juru Bayar Menjadi Manajer Pembangunan appeared first on Teraskota.info.

]]>
https://teraskota.info/meredefinisi-otonomi-daerah-dan-kewenangan-desa-dari-juru-bayar-menjadi-manajer-pembangunan/feed/ 0
Kepala Desa Cibiru Wetan, “Saatnya Desa Kembali ke Asal Usul, Perkuat Musyawarah dan Kearifan Lokal” https://teraskota.info/kepala-desa-cibiru-wetan-saatnya-desa-kembali-ke-asal-usul-perkuat-musyawarah-dan-kearifan-lokal/ https://teraskota.info/kepala-desa-cibiru-wetan-saatnya-desa-kembali-ke-asal-usul-perkuat-musyawarah-dan-kearifan-lokal/#respond Thu, 30 Oct 2025 01:46:40 +0000 https://teraskota.info/?p=2448 TERAS, BANDUNG – Kepala Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Hadian Supriatna, S.P, menegaskan pentingnya desa untuk kembali pada jati dirinya setelah dicabutnya asas rekognisi dan subsidiaritas dalam kebijakan terbaru pemerintah terkait penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurutnya, perubahan regulasi tersebut harus dijadikan momentum bagi desa untuk memperkuat kembali akar budaya, ruang musyawarah, dan semangat gotong […]

The post Kepala Desa Cibiru Wetan, “Saatnya Desa Kembali ke Asal Usul, Perkuat Musyawarah dan Kearifan Lokal” appeared first on Teraskota.info.

]]>
TERAS, BANDUNG – Kepala Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Hadian Supriatna, S.P, menegaskan pentingnya desa untuk kembali pada jati dirinya setelah dicabutnya asas rekognisi dan subsidiaritas dalam kebijakan terbaru pemerintah terkait penyelenggaraan pemerintahan desa.

Menurutnya, perubahan regulasi tersebut harus dijadikan momentum bagi desa untuk memperkuat kembali akar budaya, ruang musyawarah, dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama kemandirian desa.

Apa yang harus dilakukan desa pasca dicabutnya asas rekognisi dan subsidiari adalah kembali ke asal usul asli desa. Perkuat ruang musyawarah, kemandirian, dan gotong royong. Perkokoh seni, budaya, dan kearifan lokal,” ujar Hadian Supriatna saat ditemui di Bandung, Rabu (30/10/2025).

Ia menilai, kekuatan sejati desa bukan semata-mata berasal dari program pusat, melainkan dari kemampuan masyarakat desa menjaga nilai-nilai luhur dan kearifan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, kebijakan apa pun yang datang dari pusat semestinya tetap berpihak dan menghormati hak asal usul desa, sebagaimana semangat awal yang tertuang dalam Undang-Undang Desa.

“Ketika ruang otonomi dan pengakuan terhadap desa mulai menyempit, maka justru di situlah kita perlu meneguhkan identitas desa. Desa harus berdiri tegak dengan nilai-nilai gotong royong, musyawarah mufakat, serta seni dan budaya yang menjadi ciri khasnya,” lanjut Hadian.

Sebagai pemimpin di tingkat lokal, Hadian menegaskan bahwa masyarakat Desa Cibiru Wetan harus terus menjaga semangat “Jaga Desa”, sebuah gerakan moral dan sosial untuk memperkuat partisipasi masyarakat, mempererat solidaritas antarwarga, serta memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan karakter wilayah.

Jaga Desa bukan hanya slogan. Itu adalah cara kita menjaga marwah desa agar tidak kehilangan arah dan kedaulatannya di tengah arus kebijakan yang terus berubah,” pungkasnya.

The post Kepala Desa Cibiru Wetan, “Saatnya Desa Kembali ke Asal Usul, Perkuat Musyawarah dan Kearifan Lokal” appeared first on Teraskota.info.

]]>
https://teraskota.info/kepala-desa-cibiru-wetan-saatnya-desa-kembali-ke-asal-usul-perkuat-musyawarah-dan-kearifan-lokal/feed/ 0