add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Kades Kayang Klarifikasi Tuduhan Korupsi Proyek Abrasi Pantai: Semua Sesuai Aturan dan Transparan appeared first on Teraskota.info.
]]>Klarifikasi tersebut disampaikan Taslim Apah bersama Sekretaris Desa Kayang dalam konferensi pers yang digelar di Kalabahi, Rabu (24/12/2025), sebagai respons atas pemberitaan yang menuding adanya ketidaksesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta dugaan praktik korupsi.
“Seluruh kegiatan pekerjaan abrasi pantai dan kubus penahan ombak telah dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku, disertai laporan penggunaan anggaran yang transparan. Tidak ada penyimpangan sebagaimana yang diberitakan,” ujar Taslim Apah dalam keterangannya kepada awak media.
Ia menegaskan, Pemerintah Desa Kayang terbuka apabila ada pihak berwenang yang ingin melakukan verifikasi langsung ke lapangan.
“Kami siap jika ada pihak berwenang yang ingin mengecek langsung. Semua aset dan hasil pekerjaan bisa dilihat dan diverifikasi,” katanya.
Taslim mengakui adanya perubahan volume pekerjaan dibandingkan dengan RAB awal. Namun, menurut dia, perubahan tersebut telah dilaporkan sesuai mekanisme yang berlaku dan telah diperiksa oleh Inspektorat Daerah (Irda).
“Memang benar ada perbedaan volume pekerjaan, tetapi seluruh mekanisme perubahan, skema pekerjaan, dan penggunaan anggaran sudah kami laporkan. Irda juga sudah turun melakukan pengecekan fisik dan administrasi, dan semuanya telah selesai,” jelasnya.
Terkait isu pengembalian dana sebesar Rp 120 juta yang beredar di masyarakat, Taslim membantah keras tudingan tersebut.
“Soal pengembalian dana Rp 120 juta itu saya sendiri bingung dan tidak tahu asal informasinya. Itu tidak benar,” tegasnya.
Meski demikian, Taslim menyatakan tidak keberatan dikritik oleh masyarakat. Ia hanya meminta agar kritik disampaikan berdasarkan data dan fakta.
“Saya siap dikritik. Tapi tuduhan korupsi, kolusi, dan nepotisme itu tuduhan serius. Kritik itu boleh, bahkan perlu, tapi harus berdasarkan data,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami mohon warga tetap tenang dan bijak menyikapi informasi. Pemerintah Desa Kayang berkomitmen menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada kepentingan warga,” kata Taslim.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, Pemerintah Desa Kayang berharap polemik yang berkembang di tengah masyarakat dapat diluruskan, serta publik dapat memahami bahwa pengelolaan anggaran proyek abrasi pantai dan kubus penahan ombak telah dijalankan sesuai peraturan dan dengan penuh tanggung jawab.
The post Kades Kayang Klarifikasi Tuduhan Korupsi Proyek Abrasi Pantai: Semua Sesuai Aturan dan Transparan appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Viral! Ibu dan Anak di Kalabahi Dipukuli, Empat Oknum Polisi Diduga Bertindak Brutal appeared first on Teraskota.info.
]]>Kuasa hukum korban, Sya’ban Sartono Leky, menyebut para pelaku datang secara sadar dan berkelompok menggunakan dua sepeda motor, lalu langsung melakukan pemukulan.
“Ini bukan pengamanan. Ini penyerangan. Polisi bukan preman berseragam,” tegas Sya’ban dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Desember 2025.
Peristiwa bermula dari cekcok antara seorang warga berinisial HTM dan salah satu oknum polisi di Jalan Lautinggara. Ketika kakak HTM, YBM, bersama WKM dan ibu mereka AT, datang untuk melerai, kekerasan justru meningkat. Keempatnya dilaporkan menjadi sasaran pemukulan bertubi-tubi.
Akibat penganiayaan tersebut, YBM mengalami luka robek di dahi hingga harus dijahit lima jahitan serta benturan keras di perut. WKM menderita luka robek di pelipis mata kiri dan lebam parah di mata kanan. Sementara AT, seorang ibu, mengalami lebam di wajah dan kepala. Dua korban harus menjalani perawatan intensif di RSU Kalabahi.

Sya’ban menilai tindakan tersebut adalah bentuk penyalahgunaan kewenangan yang serius dan mencerminkan gagalnya pengawasan internal di tubuh Polri. Ia menolak keras jika kasus ini hanya diselesaikan lewat sidang etik.
“Kalau pemukulan oleh aparat dibiarkan dan dianggap pelanggaran disiplin biasa, maka hukum sudah mati. Ini kejahatan pidana,” ujarnya.
Para korban telah melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Alor dengan Nomor LP/B/432/XII/2025/SPKT/Polres Alor/Polda NTT, tertanggal 16 Desember 2025. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan mengenai status empat oknum yang diduga terlibat, termasuk apakah mereka telah diamankan atau dinonaktifkan.
Sya’ban mendesak Kapolres Alor segera mengambil langkah tegas untuk mengamankan anggotanya guna mencegah intimidasi terhadap korban serta memastikan penyelidikan berjalan objektif dan transparan.
“Jika Polres Alor diam, kami akan membawa perkara ini ke tingkat yang lebih tinggi. Negara tidak boleh kalah oleh kekerasan aparatnya sendiri,” kata Sya’ban.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Alor belum memberikan keterangan resmi, memperpanjang daftar kasus dugaan kekerasan aparat yang belum mendapatkan pertanggungjawaban terbuka kepada publik.
The post Viral! Ibu dan Anak di Kalabahi Dipukuli, Empat Oknum Polisi Diduga Bertindak Brutal appeared first on Teraskota.info.
]]>