add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab Serap Aspirasi Warga Somba Opu Lewat Silaturahmi Akrab appeared first on Teraskota.info.
]]>Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Batangkaluku, Babinsa Kelurahan Batangkaluku, para Kepala Lingkungan, Ketua RW/RT, Ketua Kerukunan, serta tokoh masyarakat. Selain mempererat hubungan, silaturahmi ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan di lingkungan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Hasrul Abdul Rajab (HAR) menegaskan bahwa silaturahmi adalah cara terbaik untuk menghadirkan komunikasi yang lebih hangat antara masyarakat dan wakilnya di parlemen.
“Silaturahmi seperti ini membuat kita lebih akrab dan mengurangi sekat birokrasi formal. Masyarakat bisa menyampaikan pemikiran, kritik, maupun harapan dengan lebih nyaman, dan kami pun bisa menangkap persoalan secara lebih jernih,” ujar Hasrul.

Ia menambahkan bahwa interaksi langsung dalam suasana nonformal sering kali memunculkan gagasan baru yang tak terlihat dalam rapat-rapat resmi.
“Bersama-sama kita mencari solusi. Dari pertemuan seperti ini sering muncul ide-ide inovatif untuk menyelesaikan masalah di lingkungan. Inilah esensi wakil rakyat hadir, mendengar, dan mencari jalan keluar bersama,” ungkapnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam silaturahmi ini adalah penyampaian apresiasi warga RW 05 di Lingkungan Karetappa, Kelurahan Batangkaluku terkait aspirasi pembuatan jalan lingkungan paving blok yang telah direalisasikan pada anggaran perubahan.
Hasrul menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama semua pihak.
“Alhamdulillah salah satu aspirasi dari warga RW 05 terkait pembuatan jalan lingkungan paving blok di anggaran perubahan sudah terlaksana dan pekerjaannya telah selesai. Jalan ini kini sudah bisa dilalui dan dinikmati oleh masyarakat RW 05. Ini berkat upaya pemerintah kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait, serta tentunya pengawalan dari DPRD,” jelasnya.
Warga RW 05 yang hadir juga turut menyampaikan ungkapan terima kasih atas kolaborasi yang telah berjalan baik.
“Terima kasih atas kolaborasi ini. Jalan paving blok yang kami tunggu-tunggu akhirnya selesai dan sangat membantu mobilitas warga. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” ujar salah satu perwakilan warga.
Hasrul juga menekankan bahwa kegiatan silaturahmi diharapkan mampu menjaga keharmonisan sosial di wilayah Somba Opu.
“Ketika aspirasi tersampaikan dengan baik, potensi konflik atau ketidakpuasan dapat diminimalisir. Kita ingin membangun kebersamaan, solidaritas, dan lingkungan yang harmonis,” tuturnya.
Silaturahmi ini direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkala di berbagai titik wilayah Somba Opu sebagai bagian dari komitmen Hasrul Abdul Rajab untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif dan dekat dengan masyarakat.
The post Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab Serap Aspirasi Warga Somba Opu Lewat Silaturahmi Akrab appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Data BLT Somba Opu Semraut, Nama Siluman, Alamat Lintas Daerah, Operator Diduga Jadi Aktor Kunci appeared first on Teraskota.info.
]]>Di Tompo Balang, kekacauan terungkap saat sejumlah warga mendapati nama mereka masuk dalam daftar penerima BLT. Padahal, mereka sama sekali tidak pernah mengurus berkas, mengisi formulir, atau bahkan mengetahui adanya proses pendataan. Namun nama mereka tercetak rapi dalam dokumen pencairan.
Lebih mengherankan, warga yang tidak pernah merasa mendaftar itu tetap diberikan berkas pencairan. Seolah-olah sistem pendataan hanya mengikuti format administrasi, tanpa memastikan keabsahan data. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: siapa yang menginput nama, dan berdasarkan data siapa?
Beberapa kasus bahkan melibatkan penerima yang memiliki alamat di luar kelurahan. Temuan ini kian mengikis kepercayaan bahwa proses verifikasi dijalankan sesuai prosedur. Di Tompo Balang, kejanggalan seperti ini bukan satu dua kali terjadi, melainkan hampir menjadi pola yang berulang dari tahun ke tahun.
Jika Tompo Balang dianggap bermasalah, maka Pandang-pandang jauh lebih pelik. Di kelurahan ini, terdata sejumlah penerima BLT yang beralamat di Kota Makassar, wilayah yang jelas berada di luar kecamatan Somba Opu. Meski demikian, nama tersebut lolos mulus dalam daftar penerima.
Di tengah kekacauan ini, suara dari akar rumput ikut menguatkan dugaan tersebut. Ketua RW 08 Lingkungan Mangasa, Kelurahan Pandang-pandang, Dg Nai, mengungkapkan bahwa penerima BLT kerap tidak mencerminkan kondisi sosial warga miskin di wilayahnya. Menurutnya, nama-nama yang tidak lagi tinggal di lingkungan itu, bahkan yang sudah pindah ke luar negeri, masih saja muncul sebagai penerima.
“Yang betul-betul tidak mampu ini selalu tidak masuk,” kata Dg Nai. “Ada nama yang sudah lama pindah ke Malaysia tapi masih keluar terus. Daftar BLT itu memang tidak tepat.”
Ia juga mempersoalkan rantai pendataan yang tidak transparan. RW dan RT diminta mengumpulkan data, tetapi tidak pernah tahu siapa yang memegang kendali akhir. “Kita ini disuruh mendata. Tapi siapa yang kumpulkan dan siapa operatornya, saya tidak tahu. Kita hanya setor data ke kelurahan,” ujarnya.
Dg Nai meyakini bahwa operator memegang peran besar dalam proses seleksi dan input data. Namun hasil verifikasi sering terlambat, tidak akurat, dan menimbulkan kecurigaan bahwa ada pihak yang lebih berperan daripada sekadar menginput data. “Saya yakin operator yang menilai dan memverifikasi. Tapi hasilnya selalu terlambat dan selalu tidak tepat,” ucapnya.
Pernyataan itu menyingkap dugaan lama, bahwa operator merupakan “pintu tunggal” yang menentukan siapa yang masuk dalam daftar penerima dan siapa yang tersingkir. Posisi tersebut memberi ruang luas untuk kelalaian sekaligus peluang permainan data.
Seorang sumber lain yang memahami alur pendataan BLT menegaskan hal serupa. Menurutnya, sistem pendataan seharusnya mengandalkan verifikasi berlapis. Namun dalam praktiknya, operator menjadi figur sentral yang menentukan alur data. “Kalau operator longgar, data bisa dipermainkan. Itu bisa terjadi kapan saja,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kerentanan ini menjadi pintu masuk bagi munculnya “nama siluman”, alamat tidak sesuai, hingga penerima fiktif. Semua itu terjadi dalam ruang administratif yang minim pengawasan teknis dari kelurahan maupun kecamatan. Akibatnya, bantuan yang seharusnya menyasar warga paling rentan justru meleset dari target.
Indikasi kekacauan serupa disebut terjadi di beberapa kelurahan lain di Somba Opu. Masalah ini menunjukkan bahwa pendataan BLT tidak hanya bermasalah secara lokal, tetapi mengandung cacat sistemik. Dari validasi lapangan hingga verifikasi berjenjang, banyak tahapan yang berjalan setengah hati.
Dengan jumlah penerima mencapai ribuan orang, kesalahan data bukan lagi sekadar keteledoran teknis. Terdapat potensi pembiaran yang merugikan warga miskin yang sangat membutuhkan bantuan. Sementara itu, kelompok yang tidak layak justru diuntungkan oleh celah pendataan yang longgar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Somba Opu belum mengeluarkan penjelasan resmi. Tidak ada klarifikasi mengenai mekanisme kontrol internal, tanggung jawab operator, maupun langkah perbaikan yang akan ditempuh.
Di tengah bingungnya warga menerima daftar penerima BLT yang berubah-ubah, pertanyaan besar terus menggantung, apakah BLT benar-benar disusun untuk membantu rakyat miskin, atau hanya menjadi daftar panjang yang membuka ruang permainan di balik layar?
The post Data BLT Somba Opu Semraut, Nama Siluman, Alamat Lintas Daerah, Operator Diduga Jadi Aktor Kunci appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Bupati Gowa dan Wakil Ketua DPRD Tinjau Langsung Pengerjaan Drainase dan Ruas Jalan di Kecamatan Somba Opu appeared first on Teraskota.info.
]]>Dalam kunjungan lapangan tersebut, turut mendampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gowa dan Camat Somba Opu. Peninjauan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai perencanaan dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Gowa, Taufik Surrullah, S.IP yang merupakan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Somba Opu, menyampaikan apresiasi atas langkah Bupati Gowa yang turun langsung melihat kondisi lapangan. Menurutnya, langkah ini sangat positif karena pemerintah daerah bisa mengetahui secara nyata kebutuhan masyarakat terkait infrastruktur.
“Kegiatan yang dilakukan oleh Ibu Bupati sangat positif, karena dengan turun langsung beliau bisa melihat kondisi riil di lapangan, khususnya di wilayah Kecamatan Somba Opu. Hal ini juga memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai skala prioritas pembangunan yang segera dilaksanakan,” jelas Taufik.

Bupati Gowa dalam penjelasannya juga menyoroti kondisi beberapa saluran drainase yang mengalami pendangkalan akibat tertutup bangunan warga serta tumpukan sampah. Ia menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk menjaga fungsi saluran air agar tidak terjadi penyumbatan saat musim hujan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas saluran air serta tidak membuang sampah ke got. Drainase ini sangat penting untuk mencegah banjir dan menjaga kelancaran aliran air,” tegas Bupati Gowa.
Masyarakat Kecamatan Somba Opu menyambut baik kunjungan ini karena dianggap sebagai bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga. Dengan adanya sinergi antara eksekutif dan legislatif, diharapkan pengerjaan jalan dan drainase di Kecamatan Somba Opu dapat berjalan lancar serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Gowa.
The post Bupati Gowa dan Wakil Ketua DPRD Tinjau Langsung Pengerjaan Drainase dan Ruas Jalan di Kecamatan Somba Opu appeared first on Teraskota.info.
]]>