add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post UIM dan Kementerian ATR BPN kerjasama dlm kegiatan Simposium Menjaga Tanah Leluhur dirangkaikan haul 400 tahun Syekh Yusuf appeared first on Teraskota.info.
]]>Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus mengaktualisasikan pemikiran, perjuangan, dan keteladanan Syekh Yusuf Al-Makassary sebagai ulama, pejuang, dan tokoh peradaban dunia.
Dalam rangka mempersiapkan agenda tersebut, Rektor UIM Al-Gazali Prof. Dr. H. Muammar Bakry bersama jajaran pimpinan universitas melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), H. Nusron Wahid, di Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Muammar Bakry secara langsung menyampaikan undangan kepada Menteri ATR/BPN untuk menghadiri dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan haul dan simposium.
Mengusung tema “Menjaga Tanah Leluhur dalam Filosofi To Mangkasara”, simposium ini diharapkan menjadi ruang akademik dan kebudayaan untuk membahas nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Makassar, dalam menjaga amanah leluhur serta mengelola tanah sebagai bagian dari identitas, martabat, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Menurut Prof. Muammar Bakry, tema tersebut dipilih karena memiliki relevansi yang kuat dengan pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassary yang mengajarkan pentingnya menjaga nilai-nilai moral, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Haul 400 Tahun Syekh Yusuf bukan sekadar mengenang sosok ulama besar, tetapi juga menjadi momentum untuk menggali kembali nilai-nilai yang diwariskan beliau. Filosofi To Mangkasara tentang menjaga tanah leluhur memiliki makna yang sangat mendalam, tidak hanya dalam konteks budaya, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ujar Prof. Muammar Bakry.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Menteri ATR/BPN diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi mengenai pentingnya perlindungan hak atas tanah, pengelolaan aset umat, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai strategis tanah sebagai bagian dari warisan bangsa.
Kegiatan ini direncanakan menghadirkan berbagai tokoh nasional, ulama, akademisi, budayawan, peneliti, serta pemangku kebijakan dari berbagai daerah.
Selain pelaksanaan haul sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassary, simposium akan menjadi forum ilmiah untuk mendiskusikan pemikiran dan relevansi ajaran beliau dalam menjawab tantangan sosial, kebangsaan, dan kebudayaan di era kontemporer.
Sebagai salah satu tokoh besar yang telah diakui dunia internasional, Syekh Yusuf Al-Makassary tidak hanya meninggalkan warisan keilmuan dan spiritualitas Islam, tetapi juga teladan perjuangan melawan penjajahan serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Oleh karena itu, peringatan 400 tahun Syekh Yusuf diharapkan menjadi momentum penguatan identitas keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan bagi generasi masa kini.
Melalui penyelenggaraan Haul dan Simposium 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, UIM Al-Gazali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian khazanah keislaman, dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan bangsa.
The post UIM dan Kementerian ATR BPN kerjasama dlm kegiatan Simposium Menjaga Tanah Leluhur dirangkaikan haul 400 tahun Syekh Yusuf appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Ketua DPRD Gowa Muh. Ramli Siddik Paparkan Karakter Wilayah Gowa dalam Audiensi Revisi RTRW di Kementerian ATR/BPN appeared first on Teraskota.info.
]]>Hal tersebut disampaikan Muh. Ramli Siddik dalam audiensi Revisi RTRW Kabupaten Gowa yang digelar di Ruang Rapat Lantai 5 Wing 2 Gedung Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN, Selasa (6/1/2026).
Audiensi ini dipimpin langsung oleh Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu, Dr. Ir. Andi Renald, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., QCRO, bersama jajaran pejabat Kementerian ATR/BPN.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gowa Dr. Hj. Husniah Talendrang, SE, MM, Ketua DPRD Gowa Muh. Ramli Siddik, Wakil Ketua DPRD Hasrul Abdul Rajab, SE, Anggota DPR RI Dapil I Sulawesi Selatan H. Achmad Daeng Se’re, S.Sos, M.Si (Fraksi NasDem), Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, serta para Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.

Dalam paparannya, Muh. Ramli Siddik yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPN ADKASI (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia) menekankan bahwa kebijakan tata ruang nasional harus memberi ruang fleksibilitas bagi daerah dengan karakter geografis dan sosial yang kompleks seperti Kabupaten Gowa.
“Kabupaten Gowa memiliki bentang wilayah yang lengkap, mulai dari dataran rendah, kawasan perkotaan, hingga wilayah pegunungan dan hulu sungai. Kondisi ini tidak bisa diperlakukan dengan pendekatan tunggal seperti daerah yang homogen,” tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Baca juga : SK di Tangan, Senyum Mengembang: PPPK Paruh Waktu Sambut Kepastian Pengabdian di Gowa
Ia menjelaskan, wilayah dataran tinggi Gowa berfungsi strategis sebagai kawasan resapan air, penyangga ekosistem, dan sumber kehidupan masyarakat adat dan petani, sementara wilayah dataran rendah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, permukiman, dan pelayanan publik.

Muh. Ramli Siddik menilai bahwa RTRW bukan semata dokumen teknokratis, tetapi juga instrumen kenegaraan untuk memastikan keadilan pembangunan antarwilayah dan antargenerasi.
“Negara hadir melalui kebijakan tata ruang. Karena itu, RTRW harus mencerminkan keadilan sosial, menjaga kedaulatan pangan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan negara terhadap tata ruang daerah harus sejalan dengan semangat otonomi daerah, tanpa mengabaikan kepentingan nasional dan perlindungan lingkungan hidup.
Baca juga : Ketua DPRD Gowa Hadiri Launching BLUD RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa
Lebih lanjut, Ketua DPRD Gowa menegaskan bahwa wilayah Gowa tidak bisa dilepaskan dari nilai sosial budaya dan sejarah sebagai salah satu pusat peradaban dan kerajaan besar di Sulawesi Selatan.
“Gowa bukan hanya wilayah administratif, tetapi juga ruang hidup masyarakat dengan nilai adat, sejarah, dan budaya yang kuat. Tata ruang harus menghormati ruang-ruang budaya, kawasan adat, serta pola hidup masyarakat yang telah berlangsung turun-temurun,” kata Daeng Rewa.
Ia menambahkan bahwa kebijakan RTRW yang sensitif terhadap aspek sosial budaya akan memperkuat stabilitas sosial dan mencegah konflik agraria di masa depan.
Muh. Ramli Siddik menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Gowa untuk mengawal proses Revisi RTRW agar menghasilkan regulasi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kami di DPRD Gowa akan memastikan RTRW ini tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi benar-benar menjadi fondasi pembangunan yang adil, berwawasan lingkungan, dan berakar pada kearifan lokal,” pungkasnya.
Audiensi ini menjadi bagian penting dalam sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemerintah pusat guna memastikan Revisi RTRW Kabupaten Gowa dapat menjawab tantangan pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan wilayah di masa depan.
The post Ketua DPRD Gowa Muh. Ramli Siddik Paparkan Karakter Wilayah Gowa dalam Audiensi Revisi RTRW di Kementerian ATR/BPN appeared first on Teraskota.info.
]]>