add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Brigjend TNI Budiawan Basuki Menerima Kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Di Rindam XIV Hasanuddin appeared first on Teraskota.info.
]]>Menurut Kol Kav Budi Wirman mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Makassar selama dua hari pada tanggal 8 – 9 Desember 2025 dalam kunjungan secara menyeluruh di Makassar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga memberikan Kuliah umum di Universitas Hasanuddin Makassar sekaligus berziarah ke makam Jendral Alm M. Yusuf.
Sementara DanRindam XIV Hasanuddin Brigjend TNI Budiawan Basuki mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Pak Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Rindam XIV Hasanuddin dan banyak memberikan masukan terutama kepada calon siswa Bintara yang berjumlah kurang lebih 475 orang, ungkap Budiawan.
Lebih lanjut Komandan Rindam XIV Hasanuddin yang berpangkat bintang satu ini menganggap kunjungan Menhan luar biasa dan langsung juga bertemu kepada calon siswa Bintara serta memberikan dukungan moril sehingga di harapkan calon siswa Bintara ini bisa menjadi Prajurit yang kuat dan tangguh.

Menteri pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam keterangannya mengatakan di depan para calon siswa Bintara, bahwa ini merupakan salah satu tugas saya dalam melakukan pembangunan penguatan dan memeriksa potensi calon siswa Bintara serta memeriksa secara menyeluruh agar calon siswa Bintara bisa menjadi Prajurit TNI yang handal dan tangguh, ucapnya.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga berpesan kepada prajurit calon siswa Bintara dan seluruh prajurit TNI yang ada di Rindam (Resimen Induk Daerah Militer) XIV Hasanuddin untuk tidak menyakiti rakyat dan harus selalu selalu dekat sama rakyat, tuturnya.
Para calon siswa Bintara juga di tuntut harus mempunyai jiwa bela negara yang tinggi dan harus mengedepankan NKRI dan selalu mendoakan kedua orang tua baik yang masih ada maupun sudah yatim piatu.
Lebih lanjut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ingin memberikan yang terbaik di Lingkup Rindam khususnya bagi para calon siswa Bintara, dan tepat pukul 15:00 Menhan meninggalkan Rindam menuju Bandara Internasional Hasanuddin untuk bertolak kembali ke Jakarta.
(aji)
The post Brigjend TNI Budiawan Basuki Menerima Kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Di Rindam XIV Hasanuddin appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Pesan Menhan dan Ancaman Tertutupnya Bandara Morowali, “Tidak Boleh Ada Republik di Dalam Republik” appeared first on Teraskota.info.
]]>Pernyataan Menhan, “Tidak boleh ada republik di dalam republik,” bukan sekadar peringatan, tetapi alarm keras bagi seluruh elemen negara. Ungkapan itu mencuat ketika terungkap bahwa Bandara Morowali beroperasi tanpa kehadiran otoritas negara, bahkan aparat keamanan pun disebut tidak dapat masuk ke kawasan tersebut.
Jika kondisi itu benar terjadi, maka kita sedang menghadapi gejala serius: menguatnya enclave privat yang tak tersentuh regulasi negara. Dan inilah yang saya sebut sebagai penyempitan kedaulatan secara perlahan.
Bandara Simbol Kedaulatan, Bukan Infrastruktur Korporasi
Bandara bukan sekadar fasilitas transportasi. Ia adalah pintu batas negara wilayah yang seharusnya berada di bawah kontrol penuh otoritas penerbangan, kepabeanan, imigrasi, TNI-Polri dan regulasi keselamatan nasional.
Jika sebuah bandara berdiri dan beroperasi tanpa akses negara, maka itu bukan sekadar pelanggaran administratif, itu adalah ancaman langsung terhadap kedaulatan.
Karena bandara adalah jalur mobilitas manusia, logistik, bahkan alat produksi strategis. Bila jalur ini tertutup dari kontrol negara, maka ia berpotensi menjadi ruang abu-abu kekuasaan yang membahayakan kepentingan nasional.
Untuk Kepentingan Siapa Bandara Ini Dibangun Tertutup?
Pertanyaan Menhan dan juga publik sangat wajar. Bandara Morowali dibangun untuk siapa?! Untuk kepentingan nasional atau kepentingan korporasi tertentu?
Morowali adalah kawasan industri strategis dengan investasi besar, terutama sektor nikel. Tidak ada yang salah dengan investasi, negara justru membutuhkan. Tetapi ketika korporasi membangun ruang transportasi eksklusif tanpa kontrol negara, maka itu menciptakan ketimpangan otoritas, wilayah abu-abu hukum dan potensi penyalahgunaan alur logistik maupun mobilitas tenaga kerja. Jika negara tidak bisa masuk, maka siapa yang sebenarnya berkuasa?
Negara Tidak Boleh Absen di Wilayah Strategis
Indonesia adalah negara hukum. Semua pihak bahkan investor terbesar sekalipun harus tunduk pada konstitusi, regulasi, dan otoritas negara.
Setiap upaya memprivatisasi wilayah strategis adalah bentuk perongrongan terhadap sistem negara-bangsa. Dan di sinilah relevansi pernyataan Menhan, Tidak boleh ada republik di dalam republik.
Ini adalah garis tegas bahwa kedaulatan negara tidak bisa dinegosiasikan atas nama investasi, fasilitas, atau kepentingan ekonomi tertentu. Investasi Boleh Besar, Tapi Kedaulatan Harus Lebih Besar
Indonesia bukan anti investasi. Yang kita tolak adalah model investasi yang menciptakan enclave tertutup, meminggirkan negara, dan mengerdilkan kewenangan aparat.
Investasi harus tumbuh, tetapi kedaulatan negara harus tetap menjadi panglimanya. Karena begitu kedaulatan dilepas, tidak ada jaminan bahwa kepentingan rakyat masih menjadi prioritas. Kedaulatan bukan barang dagangan; ia adalah identitas negara.
Penutup: Menegakkan Kembali Batas Negara
Kasus Bandara Morowali adalah refleksi penting. Negara perlu segera;
1. Melakukan audit total terhadap izin, operasional, dan akses otoritas keamanan.
2. Menentukan standar nasional untuk setiap bandara, publik maupun swasta.
3. Menegakkan kontrol penuh, bukan hanya administratif, tetapi juga keamanan.
4. Mengakhiri seluruh bentuk zona eksklusif yang tidak tunduk pada regulasi negara.
Karena sebuah negara kuat bukan diukur dari besarnya investasi, tetapi dari tegaknya kedaulatan di setiap jengkal wilayahnya. Dan benar kata Menhan; Republik Indonesia hanya satu. Tidak boleh ada republik lain berdiri di dalamnya.
The post Pesan Menhan dan Ancaman Tertutupnya Bandara Morowali, “Tidak Boleh Ada Republik di Dalam Republik” appeared first on Teraskota.info.
]]>