Oleh: Rahmawati Daeng Romba
Dalam kehidupan ini, setiap orang tentu menginginkan keberhasilan. Namun sering kali kita lupa bahwa tidak ada kesuksesan yang datang seketika, bahkan sesuatu yang disebut “instan” pun tetap memerlukan proses. Mie instan saja, sebelum dinikmati, masih harus dimasak terlebih dahulu. Begitu pula dengan kehidupan: segala hal yang bernilai butuh waktu, usaha, dan kesabaran.
Kita hidup di tengah masyarakat yang dinamis, di mana kemajuan seseorang kerap dibandingkan dengan yang lain. Namun hakikatnya, setiap rezeki sudah diatur oleh Allah SWT, dan jalan menuju keberhasilan setiap orang tidaklah sama. Karena itu, naiklah dengan cara yang baik, tanpa harus menjatuhkan orang lain. Sebab keberkahan tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga dari proses dan niat yang tulus di dalamnya.
Allah SWT telah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an agar tidak mengharapkan hasil tanpa usaha. Dalam Surah An-Najm ayat 39, Allah berfirman:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
Wa an laisa lil-insāni illā mā sa‘ā
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39)
Ayat ini menegaskan bahwa rezeki, kesuksesan, dan keberhasilan tidak akan datang begitu saja tanpa ikhtiar. Usaha adalah bagian dari doa yang bergerak. Karena itu, ketika kita berjuang dengan niat baik dan tidak menzalimi orang lain, maka pertolongan Allah akan datang di waktu yang tepat.
Kita juga diingatkan dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Fa inna ma‘al ‘usri yusrā. Inna ma‘al ‘usri yusrā
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6)
Ayat ini memberi harapan agar kita tidak menyerah. Bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada peluang dan jalan keluar yang Allah siapkan. Maka jangan iri melihat kesuksesan orang lain, karena kita tidak tahu berapa banyak perjuangan, air mata, dan doa di baliknya.
Dalam konteks bermasyarakat, semangat ini penting untuk kita tanamkan. Hidup harmonis berarti saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Keberhasilan bersama akan tumbuh jika setiap individu memiliki keikhlasan untuk berusaha dan menghargai usaha orang lain. Masyarakat yang saling mendorong satu sama lain akan lebih cepat maju daripada masyarakat yang saling iri dan curiga.
Karena itu, mari kita mulai dari diri sendiri. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, berbuat baiklah tanpa pamrih, dan tetaplah rendah hati. Sebab kesuksesan sejati bukan hanya tentang apa yang kita capai, tetapi tentang bagaimana cara kita mencapainya.
“Jadi naiklah tanpa menjatuhkan, berjuanglah tanpa merendahkan, dan bersyukurlah tanpa membandingkan.”










