add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Mekar Merona di Kabupaten Gowa appeared first on Teraskota.info.
]]>Kabupaten Gowa adalah tanah yang tidak pernah kehabisan cerita. Dari sejarah kerajaan besar, jejak para pejuang, hingga potret alam Malino yang memesona. Kini, di tengah derasnya arus pembangunan, Gowa kembali menunjukkan jati dirinya: mekar merona sebagai daerah yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga mekar dalam makna sosial, budaya, dan kemanusiaan.
“Mekar merona” adalah simbol harapan. Ia menggambarkan bagaimana Gowa kini tidak lagi sekadar menjadi penyangga Makassar, tetapi berdiri sebagai kabupaten yang berwarna, produktif, dan penuh daya saing. Jalan-jalan baru dibuka, konektivitas semakin terbuka, desa-desa bergeliat dengan program pemberdayaan, dan anak-anak muda mulai berani menatap masa depan dengan semangat berinovasi.
Namun, pertumbuhan yang merona ini harus selalu diiringi kepedulian. Sebab, kemajuan tidak boleh hanya berhenti pada bangunan fisik, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Pendidikan harus terus diperkuat, lapangan kerja harus diperluas, dan kesempatan harus diberikan merata kepada semua kalangan, baik di perkotaan maupun di pelosok pedesaan.
Sebagai masyarakat Gowa, kita patut bangga dengan berbagai pencapaian daerah ini. Tetapi rasa bangga tidak boleh membuat kita terlena. Justru di tengah pesatnya pembangunan, perlu ada kontrol sosial, partisipasi rakyat, dan pengawasan yang kuat agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, melainkan benar-benar mekar di semua lapisan masyarakat.
Mekarnya Gowa hari ini adalah hasil kerja bersama pemerintah, legislatif, pelaku usaha, akademisi, dan tentu saja rakyat. Agar merona itu tetap indah, kita semua harus memastikan bahwa Gowa tidak hanya menjadi kabupaten yang maju, tetapi juga menjadi rumah yang ramah bagi seluruh anak-anaknya.
Gowa adalah bunga yang sedang mekar. Tugas kita adalah menjaga agar keindahan itu tidak layu di tengah jalan, melainkan terus tumbuh, mengharum, dan memberi manfaat bagi bangsa dan generasi yang akan datang.
The post Mekar Merona di Kabupaten Gowa appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Outsourcing, Wajah Baru Perbudakan Modern appeared first on Teraskota.info.
]]>Hal ini ditegaskan oleh Danial Malik, SE., Ak. Daeng Rani, yang menilai outsourcing tidak lebih dari bentuk perbudakan modern di era sekarang.
“Outsourcing sering kali membuat pekerja kehilangan kepastian kerja, hak-hak normatif tidak terpenuhi, dan posisi tawar mereka sangat lemah di hadapan perusahaan. Ini ibarat perbudakan modern, di mana tenaga manusia hanya dipandang sebagai alat produksi yang bisa diganti kapan saja,” ujarnya.
Menurutnya, pekerja outsourcing kerap menghadapi kontrak jangka pendek, upah yang tidak sebanding, hingga minimnya jaminan sosial. Kondisi ini membuat mereka tidak memiliki masa depan yang jelas, padahal tenaga dan pikiran mereka justru menjadi penopang produktivitas perusahaan.
Ia juga menyoroti lemahnya regulasi dan pengawasan pemerintah terhadap perusahaan pengguna jasa outsourcing.
“Selama ini, banyak perusahaan yang memanfaatkan celah hukum untuk menekan hak pekerja. Pemerintah harus hadir memperkuat regulasi agar outsourcing tidak menjadi jalan pintas untuk menindas tenaga kerja,” tegasnya.
Lebih jauh, Danial Malik menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi daerah maupun nasional tidak boleh mengorbankan harkat dan martabat pekerja.
“Kesejahteraan pekerja adalah fondasi pembangunan. Jika pekerja diperlakukan secara adil, mereka akan bekerja dengan produktif dan berdampak positif bagi ekonomi. Tetapi jika hak mereka diabaikan, maka yang terjadi justru ketidakadilan sosial,” tambahnya
The post Outsourcing, Wajah Baru Perbudakan Modern appeared first on Teraskota.info.
]]>