add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Indonesia Sabet Tujuh Medali di Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026 appeared first on Teraskota.info.
]]>Dua medali emas dipersembahkan oleh Jeisya Earlene Kalea Ozora (Jawa Barat) dari nomor putri dan Muhammad Asrul Rafsanjani (Sulawesi Selatan) dari nomor putra. Medali perak diraih Alimuddin (Sulawesi Tenggara) dan Muhammad Bintang (Sulawesi Selatan). Adapun tiga medali perunggu masing-masing disumbangkan Kambaja Rizky Al Hadi Hatan (Papua Tengah), Azriel Megan Dara (Jawa Barat), serta Muhammad Fauzan Ramdhan Ayyub Khan (DKI Jakarta).
Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kun Khmer Indonesia (PB FKKI), Sudirman, menyebut hasil tersebut sebagai prestasi yang patut disyukuri karena melampaui target yang telah ditetapkan.
“Prestasi ini luar biasa. Seluruh atlet menunjukkan dedikasi dan semangat juang tinggi sehingga mampu mengharumkan nama Indonesia dan Merah Putih di ajang dunia,” kata Sudirman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2).
Ia menjelaskan, target awal Indonesia pada kejuaraan ini adalah minimal satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Namun hasil akhir menunjukkan peningkatan signifikan dengan raihan dua emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Selain melampaui target, Indonesia juga mampu bersaing dengan negara-negara kuat Kun Khmer, termasuk tuan rumah Kamboja dan Filipina. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif perkembangan pembinaan atlet Kun Khmer nasional.
Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026 diikuti sejumlah negara Asia Tenggara dan menjadi salah satu agenda internasional penting dalam kalender Kun Khmer. Indonesia menurunkan tujuh atlet dari berbagai daerah sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang PB FKKI.
PB FKKI berharap hasil di kejuaraan dunia ini dapat menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya serta mendorong peningkatan prestasi atlet Kun Khmer Indonesia di tingkat dunia.
The post Indonesia Sabet Tujuh Medali di Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026 appeared first on Teraskota.info.
]]>The post INDONESIA: Antara Hujan, Waktu, dan Kesadaran Bernegara appeared first on Teraskota.info.
]]>Daeng Nuntung
Sore ini saya menikmati secangkir kopi hitam tanpa gula. Langit Kota Makassar dan sekitarnya masih menyisakan awan tebal sejak malam hari.
Hujan turun hampir tanpa jeda, meninggalkan genangan air di jalan-jalan, di lorong-lorong kampung, bahkan di halaman rumah warga.
Aktivitas melambat, orang menunggu reda, dan alam seakan mengajak kita berhenti sejenak untuk merenung.
Dalam keheningan hujan, saya memikirkan Indonesia.
Negeri ini sesungguhnya tidak membutuhkan “orang kuat” yang mendominasi, tetapi membutuhkan sistem yang kuat. Negara modern berdiri bukan karena figur yang mengendalikan segalanya, melainkan karena aturan yang berjalan, hukum yang bekerja, dan pemerintahan yang transparan. Ketika sistem sehat, siapa pun pemimpinnya tetap dapat menjalankan amanah dengan baik. Namun bila sistem lemah, sehebat apa pun sosoknya, negara akan mudah goyah.
Indonesia memerlukan pemerintahan yang efektif dengan masyarakat sipil yang kuat. Civil society bukan lawan negara, melainkan penyeimbang.
Ia menjadi pengingat ketika kekuasaan berlebihan, dan menjadi pendukung ketika kebijakan berpihak pada rakyat. Negara yang sehat adalah negara yang tidak takut dikritik, sebab kritik adalah bagian dari perawatan demokrasi.
Saya teringat filosofi seorang prajurit : ia tahu kapan harus maju bertempur, dan tahu kapan harus pulang memberi ruang bagi generasi baru. Kekuasaan pun demikian.
Jabatan bukan milik pribadi, melainkan amanah. Tidak ada kepemimpinan yang abadi, yang abadi hanyalah tanggung jawab kepada bangsa dan kepada Allah SWT.
Hujan hari ini seakan membawa pesan.
Genangan air mengingatkan kita bahwa setiap kelalaian akan tampak ketika ujian datang.
Drainase yang kurang, perencanaan yang tidak matang, atau kebijakan yang tidak berpihak, semuanya terlihat ketika alam berbicara.
Tetapi hujan juga membawa harapan.
Sesudah hujan, tanah menjadi subur, udara bersih, dan kehidupan tumbuh kembali.
Inilah makna yang sering kita lupakan: kesulitan adalah proses pemurnian. Bangsa pun demikian. Kritik, perbedaan pendapat, bahkan kegaduhan politik jika dihadapi dengan kebijaksanaan akan melahirkan kedewasaan bernegara.
Hari ini adalah Jumat terakhir sebelum berpuasa, Tak lama lagi kita memasuki bulan suci Ramadan. Waktu berjalan cepat, dan Ramadan selalu mengajarkan satu hal : pengendalian diri.
Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi menahan ego, menahan keinginan menguasai, dan menahan nafsu kekuasaan.
Indonesia akan maju bukan karena satu figur, melainkan karena kesadaran bersama: pemimpin yang amanah, rakyat yang peduli, hukum yang adil, dan sistem yang transparan.
Negara yang kuat bukan negara yang ditopang ketakutan, tetapi yang dibangun dengan kepercayaan.
Seperti hujan sore ini, kita percaya bahwa setelahnya akan ada cerah. Sebab janji Allah SWT selalu benar setelah kesulitan, akan ada kemudahan.
Maka tugas kita bukan mencari siapa yang paling kuat, melainkan memastikan yang paling benarlah yang berjalan.
Indonesia tidak sedang menunggu seorang penyelamat.
Indonesia sedang menunggu kesadaran kita semua.
The post INDONESIA: Antara Hujan, Waktu, dan Kesadaran Bernegara appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Seorang Anak SD di Ngada Pergi, Potret Paling Jujur Indonesia Hari Ini appeared first on Teraskota.info.
]]>Namun di sudut negeri bernama Ngada, Nusa Tenggara Timur, masa depan itu runtuh di tangan seorang anak kelas IV SD yang memilih pergi setelah menulis pesan terakhir untuk ibunya.
Ini bukan hanya tragedi daerah. Ini adalah potret paling jujur tentang Indonesia hari ini.
Di satu sisi, Indonesia membanggakan pertumbuhan ekonomi, proyek besar, dan angka-angka optimistis.
Di sisi lain, seorang anak tak mampu menanggung beban hidup yang terlalu berat untuk tubuhnya yang kecil.
Pertanyaannya sederhana tapi menyakitkan, untuk siapa pertumbuhan itu?
Jika negara masih gagal menjamin kebutuhan dasar pendidikan dan rasa aman bagi anak-anak di daerah termiskin, maka pembangunan kita belum menyentuh akar.
Indonesia boleh maju di kota. Tapi di desa-desa sunyi, anak-anak masih bertahan sendirian.
Pendidikan sering disebut senjata paling ampuh melawan kemiskinan. Tapi di banyak tempat, pendidikan justru menjadi sumber tekanan.
Gratis di atas kertas… Berbayar dalam kenyataan…
Buku, alat tulis, seragam, transportasi dan semua itu kecil nilainya bagi negara, tapi bisa menjadi beban besar bagi keluarga miskin.
Dan bagi seorang anak, beban itu berubah menjadi rasa bersalah dan putus asa.
Jika seorang anak SD bisa merasa hidupnya “terlalu mahal”, maka Indonesia sedang gagal melindungi masa kecil warganya.
Surat terakhir anak itu seharusnya tak hanya dibaca sebagai kisah sedih, tapi sebagai laporan kegagalan negara.
Ke mana sistem perlindungan anak?
Ke mana pendampingan psikologis di sekolah dasar?
Ke mana negara sebelum segalanya terlambat?
Indonesia sering hadir setelah tragedi.. Setelah duka.. Setelah viral.
Padahal tugas negara adalah hadir sebelum seorang anak menyerah pada hidup.
Indonesia Emas 2045 tak akan lahir dari jargon. Ia lahir dari anak-anak yang merasa aman, didengar, dan dijaga.
Jika hari ini ada anak Indonesia yang pergi karena merasa tak punya harapan, maka emas itu masih jauh.
Dan tak ada kemajuan yang layak dirayakan selama masih ada anak yang merasa sendirian di negeri sendiri.
Ngada bukan anomali..
Ngada adalah peringatan..
Dan Indonesia harus berani bercermin.
The post Seorang Anak SD di Ngada Pergi, Potret Paling Jujur Indonesia Hari Ini appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Solusi Politik untuk Venezuela: Sikap Tegas Indonesia atas Kedaulatan dan Perdamaian appeared first on Teraskota.info.
]]>Krisis politik yang terus berulang di Venezuela kembali menjadi sorotan dunia internasional. Pemberitaan global beberapa waktu terakhir bahkan menyebut adanya dugaan serius yang menyeret Presiden Venezuela dalam kasus narkotika. Terlepas dari benar atau tidaknya tuduhan tersebut, yang tentu harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang adil dan berdaulat. Disituasi ini, menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas politik suatu negara ketika konflik internal bercampur dengan tekanan eksternal.
Dalam konteks inilah, sikap Indonesia menjadi penting untuk ditegaskan. Indonesia secara konsisten memegang prinsip tidak mencampuri urusan politik dalam negeri negara lain, karena hal tersebut merupakan hak penuh rakyat Venezuela sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Prinsip non-intervensi ini bukanlah sikap pasif, melainkan bagian dari nilai luhur diplomasi Indonesia yang berakar pada konstitusi dan semangat Konferensi Asia Afrika.
Namun demikian, Indonesia juga menentang keras segala bentuk pelanggaran kedaulatan wilayah oleh kekuatan militer asing di mana pun itu terjadi. Krisis politik, termasuk yang disertai tuduhan terhadap pemimpin negara, tidak boleh dijadikan alasan pembenar untuk intervensi militer, tekanan bersenjata, atau tindakan koersif yang melanggar hukum internasional. Sejarah telah mengajarkan bahwa solusi militer justru memperpanjang penderitaan rakyat sipil dan merusak tatanan sosial serta budaya suatu bangsa.
Isu penangkapan atau dugaan keterlibatan pemimpin Venezuela dalam kejahatan narkotika, apabila benar, harus diselesaikan melalui mekanisme hukum nasional yang transparan, adil, dan independen, bukan melalui tekanan politik atau campur tangan asing. Rakyat Venezuela memiliki hak penuh untuk menentukan masa depan politiknya melalui cara-cara konstitusional dan damai.
Baca juga : Zohran Kwame Mamdani dan Pelajaran Multikultural dari New York untuk Indonesia
Dari perspektif kebijakan publik dan budaya, konflik berkepanjangan seperti yang terjadi di Venezuela bukan hanya persoalan kekuasaan, tetapi juga menyangkut rusaknya kepercayaan publik, melemahnya institusi negara, serta tergerusnya nilai-nilai kebangsaan. Budaya damai hanya dapat tumbuh apabila proses politik dijalankan secara bermartabat, menghormati hukum, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas ambisi kelompok.
Indonesia, dengan pengalaman sejarahnya dalam menyelesaikan konflik melalui dialog dan rekonsiliasi, dapat terus mendorong penyelesaian krisis Venezuela melalui jalur politik, diplomasi, dan mediasi internasional yang berimbang. Solusi politik adalah jalan yang paling rasional, manusiawi, dan beradab, bukan hanya bagi Venezuela, tetapi juga bagi tatanan perdamaian dunia.
Pada akhirnya, krisis Venezuela menjadi pengingat bagi semua bangsa bahwa kedaulatan bukan sekadar soal wilayah, melainkan juga tentang hak rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa intimidasi, senjata, dan intervensi asing. Di sinilah Indonesia harus tetap berdiri tegak, menjaga prinsip, mengedepankan perdamaian, dan menolak militerisme dalam bentuk apa pun.
The post Solusi Politik untuk Venezuela: Sikap Tegas Indonesia atas Kedaulatan dan Perdamaian appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Pesan Menhan dan Ancaman Tertutupnya Bandara Morowali, “Tidak Boleh Ada Republik di Dalam Republik” appeared first on Teraskota.info.
]]>Pernyataan Menhan, “Tidak boleh ada republik di dalam republik,” bukan sekadar peringatan, tetapi alarm keras bagi seluruh elemen negara. Ungkapan itu mencuat ketika terungkap bahwa Bandara Morowali beroperasi tanpa kehadiran otoritas negara, bahkan aparat keamanan pun disebut tidak dapat masuk ke kawasan tersebut.
Jika kondisi itu benar terjadi, maka kita sedang menghadapi gejala serius: menguatnya enclave privat yang tak tersentuh regulasi negara. Dan inilah yang saya sebut sebagai penyempitan kedaulatan secara perlahan.
Bandara Simbol Kedaulatan, Bukan Infrastruktur Korporasi
Bandara bukan sekadar fasilitas transportasi. Ia adalah pintu batas negara wilayah yang seharusnya berada di bawah kontrol penuh otoritas penerbangan, kepabeanan, imigrasi, TNI-Polri dan regulasi keselamatan nasional.
Jika sebuah bandara berdiri dan beroperasi tanpa akses negara, maka itu bukan sekadar pelanggaran administratif, itu adalah ancaman langsung terhadap kedaulatan.
Karena bandara adalah jalur mobilitas manusia, logistik, bahkan alat produksi strategis. Bila jalur ini tertutup dari kontrol negara, maka ia berpotensi menjadi ruang abu-abu kekuasaan yang membahayakan kepentingan nasional.
Untuk Kepentingan Siapa Bandara Ini Dibangun Tertutup?
Pertanyaan Menhan dan juga publik sangat wajar. Bandara Morowali dibangun untuk siapa?! Untuk kepentingan nasional atau kepentingan korporasi tertentu?
Morowali adalah kawasan industri strategis dengan investasi besar, terutama sektor nikel. Tidak ada yang salah dengan investasi, negara justru membutuhkan. Tetapi ketika korporasi membangun ruang transportasi eksklusif tanpa kontrol negara, maka itu menciptakan ketimpangan otoritas, wilayah abu-abu hukum dan potensi penyalahgunaan alur logistik maupun mobilitas tenaga kerja. Jika negara tidak bisa masuk, maka siapa yang sebenarnya berkuasa?
Negara Tidak Boleh Absen di Wilayah Strategis
Indonesia adalah negara hukum. Semua pihak bahkan investor terbesar sekalipun harus tunduk pada konstitusi, regulasi, dan otoritas negara.
Setiap upaya memprivatisasi wilayah strategis adalah bentuk perongrongan terhadap sistem negara-bangsa. Dan di sinilah relevansi pernyataan Menhan, Tidak boleh ada republik di dalam republik.
Ini adalah garis tegas bahwa kedaulatan negara tidak bisa dinegosiasikan atas nama investasi, fasilitas, atau kepentingan ekonomi tertentu. Investasi Boleh Besar, Tapi Kedaulatan Harus Lebih Besar
Indonesia bukan anti investasi. Yang kita tolak adalah model investasi yang menciptakan enclave tertutup, meminggirkan negara, dan mengerdilkan kewenangan aparat.
Investasi harus tumbuh, tetapi kedaulatan negara harus tetap menjadi panglimanya. Karena begitu kedaulatan dilepas, tidak ada jaminan bahwa kepentingan rakyat masih menjadi prioritas. Kedaulatan bukan barang dagangan; ia adalah identitas negara.
Penutup: Menegakkan Kembali Batas Negara
Kasus Bandara Morowali adalah refleksi penting. Negara perlu segera;
1. Melakukan audit total terhadap izin, operasional, dan akses otoritas keamanan.
2. Menentukan standar nasional untuk setiap bandara, publik maupun swasta.
3. Menegakkan kontrol penuh, bukan hanya administratif, tetapi juga keamanan.
4. Mengakhiri seluruh bentuk zona eksklusif yang tidak tunduk pada regulasi negara.
Karena sebuah negara kuat bukan diukur dari besarnya investasi, tetapi dari tegaknya kedaulatan di setiap jengkal wilayahnya. Dan benar kata Menhan; Republik Indonesia hanya satu. Tidak boleh ada republik lain berdiri di dalamnya.
The post Pesan Menhan dan Ancaman Tertutupnya Bandara Morowali, “Tidak Boleh Ada Republik di Dalam Republik” appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Kapolri Tegaskan Kehadiran Polisi Kawal Demokrasi, Bukan Batasi untuk Pendapat appeared first on Teraskota.info.
]]>Hal tersebut disampaikan Sigit melalui sambutan video dalam dialog publik bertema “Penyampaian Pendapat di Muka Umum: Hak dan Kewajiban, Tindakan Anarkistis Menjadi Tanggung Jawab Hukum” yang digelar di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025).
Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti akademisi Franz Magnis Suseno, Rocky Gerung, Direktur Amnesty International Usman Hamid, anggota Kompolnas Choriul Anam, serta perwakilan KontraS Dimas Bagus.
“Kehadiran Polri bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjamin agar kegiatan tersebut dapat dijalankan secara aman, tertib dan tidak mengganggu hak warga negara lainnya,” kata Sigit.
Ia menekankan Polri kini mengedepankan pendekatan pelayanan dan humanis dalam pengamanan demonstrasi. Pendemo juga diupayakan dapat berdialog dengan pemangku kepentingan terkait.
“Pendekatan ini menempatkan dialog dan komunikasi bersama stakeholder terkait untuk mau bersama-sama mendengarkan aspirasi yang disampaikan,” jelasnya.
Namun demikian, Sigit mengingatkan adanya potensi penyusupan yang bisa memicu kericuhan.
“Di sisi lain, realita dinamika di lapangan menunjukkan bahwa beberapa kegiatan penyampaian pendapat tidak hanya diikuti oleh pengunjuk rasa, tetapi juga ditumpangi oleh perusuh yang membuat kegiatan bergeser menjadi tindakan yang kontraproduktif yang berdampak pada tindakan anarkis, kerusuhan, dan korban jiwa,” ujarnya.
Kapolri memastikan jajaran Polri akan merespons sesuai prosedur demi meminimalkan dampak kericuhan dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.
“Dalam menghadapi situasi tersebut, Polri senang bisa hadir untuk melindungi hak-hak masyarakat lain yang terganggu dengan tetap menjunjung tinggi HAM. Polri telah memiliki serangkaian SOP dalam penanganan unjuk rasa,” kata dia.
Melalui forum ini, Sigit berharap lahir gagasan konstruktif untuk meningkatkan profesionalisme kepolisian dalam penanganan aksi massa sekaligus menjaga ruang demokrasi. “Semoga forum diskusi ini dapat menjadi wadah strategis untuk merumuskan gagasan-gagasan konstruktif guna mewujudkan Polri yang lebih profesional dan dekat dengan masyarakat, serta adaptif dalam upaya memelihara stabilitas kamtibmas negeri,” ungkapnya.
“Khususnya dalam menjaga dan mewujudkan ruang demokrasi yang menjadi hak warga negara, sehingga suara kritis dapat terus disampaikan dalam rangka check and balances sebagai alat kontrol,” sambung dia
Sumber: Humas Polres Gowa
The post Kapolri Tegaskan Kehadiran Polisi Kawal Demokrasi, Bukan Batasi untuk Pendapat appeared first on Teraskota.info.
]]>