add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Hotel Whiz Prime Sudirman Makassar Rayakan Hari Jadi Ke-9, Tawarkan Nginap dengan Rangkaian Acara Spesial appeared first on Teraskota.info.
]]>Dalam rangka memeriahkan hari jadi yang ke-9 tahun, Hotel Whiz Prime Sudirman Makassar menghadirkan penawaran special, Seperti promo harga kamar Flash Sale dengan harga IDR.199.999,- dengan Periode Booking di tanggal 01 – 06 Juli 2026 dan Periode Menginap di tanggal 07 – 12 Juli 2026.
Selain Promo Kamar, Acara Anniversary juga di rangkaikan dengan Kegiatan social seperti Membersihkan tempat ibadah, Donor Darah yang bekerja sama dengan PMI, Serta acara hiburan lainnya.
“Ulang tahun ke-9 ini adalah bukti komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik serta membuat Para tamu merasa nyaman menginap di Hotel Whiz Prime Sudirman Makassar. Terima kasih atas kepercayaan dari para tamu kami , dukungan rekan bisnis, vendor, dan supplier yang senantiasa berjalan bersama kami. Setiap kepercayaan dan dukungan yang diberikan menjadi semangat bagi kami untuk terus bertumbuh, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi setiap tamu,” Ujar Andrityo Hartoyo General Manager Whiz Prime Sudirman Makassar.
Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, silakan menghubungi kami di nomor telepon (0411) 3690888 atau melalui WhatsApp di 0811 4460 5588. Detail promo lainnya juga dapat diakses melalui website resmi di www.intiwhiz.com.
The post Hotel Whiz Prime Sudirman Makassar Rayakan Hari Jadi Ke-9, Tawarkan Nginap dengan Rangkaian Acara Spesial appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Hiyar Abdi Hamzah Daeng Nuntung: Dugaan Pungli Pelantikan Kepala Sekolah Harus Diusut, Jika Terbukti Wajib Dianulir appeared first on Teraskota.info.
]]>
Teras, Makassar – Pemerhati Kebijakan Publik dan Budaya sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Nurkarya Tidung Makassar, Hiyar Abdi Hamzah Daeng Nuntung, S.E., M.M., meminta DPRD Kota Makassar, khususnya Komisi D yang membidangi pendidikan, untuk mengawal secara serius dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pelantikan 369 kepala sekolah SD dan SMP yang dilakukan Wali Kota Makassar di Lapangan Karebosi pada 23 Juni 2026.
Menurut Hiyar, apabila dugaan pungutan liar yang belakangan mencuat benar-benar terbukti melalui proses pemeriksaan yang objektif dan sesuai ketentuan hukum, maka pelantikan tersebut patut dievaluasi bahkan dapat dianulir karena berpotensi menimbulkan cacat administrasi maupun cacat hukum.
“Komisi D DPRD Kota Makassar harus menjalankan fungsi pengawasannya secara maksimal. Jika ditemukan adanya praktik pungutan liar atau penyimpangan dalam proses seleksi maupun pelantikan kepala sekolah, maka hasil pelantikan tersebut harus ditinjau kembali. Apabila terbukti melanggar ketentuan, pelantikan wajib dianulir agar dunia pendidikan tidak tercoreng oleh praktik yang mencederai prinsip meritokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih,” tegas Hiyar.
Ia menilai dunia pendidikan harus dijauhkan dari praktik transaksional karena jabatan kepala sekolah merupakan amanah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, bukan komoditas yang dapat diperjualbelikan.
Selain itu, Hiyar meminta Komisi D DPRD Kota Makassar segera mengadakan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk menginventarisasi seluruh sekolah berprestasi yang kepala sekolahnya dimutasi maupun dinonaktifkan (nonjob). Hasil inventarisasi tersebut diharapkan menjadi rekomendasi resmi DPRD kepada Pemerintah Kota Makassar agar kepala sekolah yang memiliki rekam jejak prestasi dan dimutasi atau dinonaktifkan tanpa dasar yang objektif dapat dikembalikan pada jabatan dan sekolah asalnya demi menjaga keberlanjutan program pendidikan.
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada kepala sekolah yang berhasil membawa sekolahnya meraih atau sedang mengikuti penilaian Program Adiwiyata Nasional maupun Adiwiyata Mandiri. Mutasi atau penonaktifan terhadap kepala sekolah berprestasi dapat menghambat keberlanjutan program, memengaruhi proses penilaian, serta berpotensi menghilangkan capaian yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Kepala sekolah yang memiliki prestasi, terutama yang sedang membawa sekolah mengikuti penilaian Adiwiyata Nasional maupun Adiwiyata Mandiri, sepatutnya dipertahankan pada sekolahnya. Apabila terdapat kepala sekolah berprestasi yang dimutasi atau dinonaktifkan tanpa dasar yang objektif dan terukur, maka Pemerintah Kota Makassar perlu mengembalikan serta mengangkat kembali yang bersangkutan pada sekolah asalnya demi menjaga kesinambungan program, prestasi sekolah, dan kepentingan peserta didik,” ujar Hiyar.
Menurutnya, penghargaan terhadap kepala sekolah berprestasi merupakan bagian dari penerapan sistem merit dalam birokrasi. Prestasi, integritas, kompetensi, dan rekam jejak kinerja harus menjadi dasar utama dalam setiap kebijakan mutasi maupun pengangkatan kepala sekolah.
Hiyar berharap Wali Kota Makassar mengevaluasi kembali kebijakan pelantikan tersebut apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum maupun penyimpangan prosedur, sekaligus memberikan perlindungan kepada kepala sekolah berprestasi agar kualitas pendidikan Kota Makassar tetap terjaga.
“Tujuan utama kebijakan pendidikan adalah menjaga mutu layanan pendidikan. Oleh karena itu, setiap keputusan mutasi maupun pengangkatan kepala sekolah harus mengedepankan integritas, profesionalisme, prestasi, dan kepentingan peserta didik. Bagi kepala sekolah yang terbukti berprestasi dan telah memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan sekolah, khususnya yang sedang mengantarkan sekolah meraih prestasi tingkat nasional, sudah selayaknya dikembalikan dan diangkat kembali pada sekolah tersebut apabila sebelumnya dimutasi atau dinonaktifkan tanpa alasan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutup Hiyar.
The post Hiyar Abdi Hamzah Daeng Nuntung: Dugaan Pungli Pelantikan Kepala Sekolah Harus Diusut, Jika Terbukti Wajib Dianulir appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Aksi Kemanusiaan Donor Darah di Swiss-Belinn Panakkukang Berhasil Mengumpulkan 144 Kantong Darah appeared first on Teraskota.info.
]]>Program donor darah ini merupakan bagian dari komitmen Swiss-Belinn Panakkukang Makassar dalam mendukung kegiatan sosial dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Makassar.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi harapan bagi banyak pasien yang sedang menjalani perawatan medis.
Manajemen Swiss-Belinn Panakkukang Makassar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendonor, mitra kerja sama, tenaga medis, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar dan sukses.
Melalui kegiatan donor darah ini, Swiss-Belinn Panakkukang Makassar berharap dapat terus menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas serta menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi melalui aksi sederhana namun berdampak besar.
The post Aksi Kemanusiaan Donor Darah di Swiss-Belinn Panakkukang Berhasil Mengumpulkan 144 Kantong Darah appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Pameran Karya Seni Mewarnai Semarak SMPN 13 Makassar, Sekaligus Matangkan Persiapan PPDB 2026 appeared first on Teraskota.info.
]]>Guru Seni Budaya SMP Negeri 13 Makassar, Sudmawaty, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pameran tersebut merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran Seni Budaya yang menampilkan berbagai hasil karya dan pertunjukan siswa.
“Pameran hasil karya ini merupakan bagian dari pengambilan nilai semester genap untuk kelas VII dan VIII. Seluruh kegiatan yang masuk dalam mata pelajaran Seni Budaya ditampilkan pada kesempatan ini, mulai dari seni tari hingga seni rupa,” ujarnya.
Menurutnya, siswa menampilkan berbagai tarian tradisional lokal maupun Nusantara. Selain itu, hasil karya seni rupa siswa juga dipamerkan, baik yang dikerjakan secara individu maupun kelompok.
Salah satu penampilan yang mendapat apresiasi dari para pengunjung adalah tarian Sara Lao yang dibawakan oleh siswi kelas VII F. Tarian tersebut merupakan tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Kepala UPT SPF SMP Negeri 13 Makassar, Drs. Ramli, mengatakan bahwa kegiatan pameran tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi pembelajaran, tetapi juga sebagai media edukasi budaya bagi para siswa.
“Melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih mengenal dan memahami nilai-nilai budaya daerah maupun budaya Nusantara. Ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, SMP Negeri 13 Makassar juga menyampaikan kesiapan sekolah dalam menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Ramli menegaskan bahwa seluruh fasilitas pendukung pembelajaran telah siap untuk menyambut calon peserta didik baru. SMPN 13 Makassar didukung berbagai sarana yang memadai, di antaranya perpustakaan, laboratorium IPA, dan laboratorium komputer.
“Seluruh fasilitas sekolah telah kami siapkan untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi siswa baru yang akan bergabung tahun ini,” jelasnya.
Untuk Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 13 Makassar membuka kuota sebanyak 352 siswa baru yang akan ditempatkan dalam 11 Ruang Kelas Belajar (RKB).
Pihak sekolah juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua siswa di Kota Makassar, agar mencatat jadwal pelaksanaan PPDB yang akan dimulai secara serentak pada 15 Juni 2026.
Dengan berbagai fasilitas yang tersedia serta komitmen dalam pengembangan akademik dan budaya, SMP Negeri 13 Makassar optimistis dapat menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama.
(aji)
The post Pameran Karya Seni Mewarnai Semarak SMPN 13 Makassar, Sekaligus Matangkan Persiapan PPDB 2026 appeared first on Teraskota.info.
]]>The post National Kun Khmer Fight Perdana Digelar di Makassar, Jadi Ajang Seleksi Atlet Nasional appeared first on Teraskota.info.
]]>Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh itu diikuti atlet putra dan putri dari sejumlah klub di Makassar, beberapa daerah di Sulawesi Selatan, hingga peserta dari luar provinsi.
Total terdapat 12 partai pertandingan dengan jumlah 24 atlet yang tampil pada kategori pro amatir dan amatir.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Federasi Kun Khmer Indonesia (PB FKKI), Drs. Salim A. Halid, mengatakan event tersebut menjadi bagian dari penajaman pembinaan atlet secara berkelanjutan pasca Kejuaraan Nasional Kun Khmer ke-3 yang digelar akhir Desember 2025 di Karebosi Link Makassar.
“Event ini merupakan penajaman pembinaan atlet yang berkelanjutan pasca Kejurnas Kun Khmer ke-3 di Makassar,” ujarnya.
Menurutnya, National Kun Khmer Fight Day menjadi salah satu metode pembinaan bagi atlet-atlet unggulan yang diproyeksikan tampil pada berbagai ajang nasional maupun internasional.
“Fight Day ini adalah metode pembinaan atlet-atlet unggulan untuk diproyeksikan ke multi event maupun single event di luar negeri,” katanya.
Salim menjelaskan, atlet yang berhasil meraih kemenangan pada event tersebut akan dipersiapkan mengikuti Asean Kun Khmer Championship 2026 yang direncanakan berlangsung di Malaysia.
Selain itu, PB FKKI juga menargetkan keterlibatan atlet Kun Khmer Indonesia pada ajang SEA Games 2027 Kuala Lumpur apabila cabang olahraga tersebut resmi dipertandingkan.
“In Shaa Allah Kun Khmer akan dipertandingkan di SEA Games 2027 Kuala Lumpur,” jelasnya.
Ia menambahkan, National Kun Khmer Fight Day direncanakan menjadi agenda rutin yang digelar setiap dua bulan sekali secara bergilir di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, atlet yang mampu mencatat tiga kemenangan beruntun tanpa terkalahkan di kelasnya akan mendapatkan sabuk juara dan masuk kategori atlet unggulan untuk dipersiapkan tampil pada event profesional di dalam maupun luar negeri.
Selain menjadi ajang pembinaan dan seleksi atlet, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkenalkan olahraga Kun Khmer lebih luas kepada masyarakat.
Salim turut mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Makassar, untuk hadir menyaksikan langsung pertandingan National Kun Khmer Fight Day 1 di Kampung Popsa Makassar.
“Kami mengajak masyarakat Makassar untuk datang menyaksikan event ini sekaligus mendukung perkembangan olahraga Kun Khmer di Sulawesi Selatan,” tutupnya. (*)
The post National Kun Khmer Fight Perdana Digelar di Makassar, Jadi Ajang Seleksi Atlet Nasional appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Pelaku Pengancaman Bersenjata Tajam di Bitoa Masih Berkeliaran, Warga Ketakutan appeared first on Teraskota.info.
]]>Peristiwa yang menggegerkan warga itu terjadi di Kompleks Kodam, Bitoa, Kota Makassar, Minggu (26/4/2026). Laporan polisi telah tercatat dengan Nomor: LP/B/434/IV/2026/SPKT/Polda Sulawesi Selatan tertanggal 27 April 2026.
Pelapor berinisial SP, yang juga merupakan korban dalam dugaan tindak pidana pengancaman tersebut, melaporkan langsung kejadian ini ke pihak kepolisian.
Menurut penasehat hukum korban, Abd Kadir, insiden bermula saat korban tengah menggelar rapat bersama warga di sebuah pos RW di wilayah Kompleks Aditarina, Ujung Bori, Kecamatan Manggala. Situasi yang awalnya kondusif mendadak berubah tegang.
“Pelaku yang diketahui bernama Dandi tiba-tiba berteriak dari kejauhan sambil menunjuk ke arah korban. Ia diduga sudah tersulut emosi karena merasa tersinggung dan menganggap urusannya dicampuri korban,” ujar Abd Kadir, Senin (27/4/2026).
Tak lama berselang, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan berjalan mendekati korban dalam kondisi mengancam. Beruntung, warga yang berada di lokasi sigap melerai sebelum terjadi hal yang lebih berbahaya.
Tidak hanya melakukan pengancaman, pelaku juga diduga melontarkan penghinaan terhadap profesi advokat dengan ucapan yang dinilai merendahkan dan tidak pantas. Aksi tersebut semakin memperkeruh suasana dan memicu ketegangan di tengah warga.
Meski laporan resmi telah diterima, hingga kini pelaku belum diamankan. Hal ini memicu keresahan warga sekaligus desakan keras kepada aparat penegak hukum untuk segera bertindak.
Tim kuasa hukum menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sepele. “Ini sudah masuk ranah pidana serius. Ada unsur pengancaman dengan senjata tajam serta penghinaan terhadap profesi. Kami mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku,” tegasnya di hadapan awak media.
Kekhawatiran juga disampaikan warga sekitar. Mereka mengaku cemas pelaku akan kembali dan mengulangi aksinya.
“Kami khawatir dan waswas. Takut pelaku datang lagi bersama teman-temannya dan membuat keributan di kompleks,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih diharapkan segera mengambil langkah tegas guna menjamin keamanan warga serta menindaklanjuti laporan yang telah masuk.
The post Pelaku Pengancaman Bersenjata Tajam di Bitoa Masih Berkeliaran, Warga Ketakutan appeared first on Teraskota.info.
]]>The post PERADIN Sulsel Buka Puasa Sambil Gelar Dialog appeared first on Teraskota.info.
]]>Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Ali Murah, Jalan Perintis Kemerdekaan No.14 tersebut mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Organisasi Advokat PERADIN di Sulawesi Selatan.” Dialog ini diikuti jajaran pengurus DPW PERADIN Sulsel, para Ketua DPC PERADIN kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, serta sejumlah advokat yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Ketua panitia kegiatan, Muh. Safri Tunru, SHI, C.NS, C.MK, menjelaskan bahwa dialog ini digelar sebagai ruang diskusi untuk menakar arah perkembangan organisasi advokat PERADIN di Sulawesi Selatan.
“Pertemuan ini untuk menampung berbagai masukan terkait kendala, situasi, dan kondisi yang sering dihadapi advokat dalam menjalankan profesinya, baik dalam proses persidangan maupun pada tahap penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam praktiknya masih sering ditemukan persoalan yang berkaitan dengan pemenuhan perlindungan hak asasi manusia serta perlindungan hukum bagi advokat saat mendampingi klien.
Menurutnya, melalui forum dialog tersebut diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah strategis ke depan agar advokat dapat menjalankan profesinya secara profesional tanpa adanya kriminalisasi.
“Minimal kita bisa menentukan langkah-langkah perbaikan bersama ke depan, sekaligus memastikan tidak ada lagi advokat yang dikriminalisasi ketika sedang menjalankan tugas membela kliennya,” jelas Safri.
Sementara itu, Ketua DPW PERADIN Sulawesi Selatan, Abd. Rahman SH, MH, menyampaikan bahwa kegiatan dialog yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antaradvokat.
Ia berharap kebersamaan tersebut dapat semakin memperkuat solidaritas organisasi PERADIN di Sulawesi Selatan.
“Semoga melalui kegiatan ini silaturahmi antaranggota semakin erat dan PERADIN Sulsel ke depan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai organisasi advokat,” tutupnya.
The post PERADIN Sulsel Buka Puasa Sambil Gelar Dialog appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Ramadhan Leadership Camp Pemprov Sulsel, Resmi Dimulai di Asrama Haji Makassar appeared first on Teraskota.info.
]]>Melalui Ramadhan Leadership Camp, Pemprov Sulsel menegaskan komitmen penguatan kapasitas ASN secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek teknokratis, tetapi juga nilai integritas dan spiritualitas.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai pelaksanaan Ramadhan Leadership Camp melalui upacara pembukaan yang digelar di Aula Arafah, Asrama Haji Makassar, Minggu, 22 Februari 2026 pagi. Kegiatan ini menjadi titik awal pembinaan kepemimpinan ASN Pemprov Sulsel selama bulan suci Ramadhan.
Upacara pembukaan dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan dan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur ASN lingkup Pemprov Sulsel. Para peserta mengenakan busana sesuai ketentuan, mencerminkan kesederhanaan, kerapian, serta kekhidmatan suasana Ramadhan.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan lembaga vertikal turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa Ramadhan Leadership Camp dirancang sebagai sarana pembekalan komprehensif bagi ASN, khususnya dalam penguatan wawasan kebangsaan, pemahaman program prioritas Presiden dan Pemerintah Provinsi, serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pembekalan ini juga menitikberatkan pada pembinaan karakter dan akhlak ASN agar semakin profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Ramadhan Leadership Camp menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan Prof. Muhammad Jufri dalam laporannya menyampaikan bahwa Ramadhan Leadership Camp merupakan salah satu program prioritas Gubernur Sulsel yang dilaksanakan melalui BPSDM sebagai upaya penguatan kapasitas ASN secara holistik.
“Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis dan manajerial, tetapi juga pada dimensi integritas, karakter kepemimpinan, serta penguatan spiritual ASN,” kata Prof. Jufri.
Ia menjelaskan, latar belakang pelaksanaan kegiatan ini didasari kebutuhan akan ASN yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan daerah yang semakin kompleks dan dinamis.
Momentum bulan suci Ramadhan dipandang tepat untuk menginternalisasikan nilai-nilai amanah, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepemimpinan berkarakter.
Tercatat sebanyak 938 peserta mengikuti Ramadhan Leadership Camp, yang terdiri atas 735 pejabat struktural lingkup Pemprov Sulsel, 100 kepala sekolah, 16 direksi BUMD, serta panitia pelaksana yang sekaligus menjadi peserta.
Selama pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian materi strategis, di antaranya Kebijakan Nasional dengan tema Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam ASTA CITA, Wawasan Kebangsaan, Success Story Swasembada Pangan, serta Spiritual Leadership yang membahas Rukun Iman, meliputi iman kepada Allah, malaikat Allah, dan kitab-kitab Allah, disertai kegiatan spiritual lainnya.
Untuk mengukur capaian pembelajaran, setiap peserta menjalani evaluasi melalui pre-test dan post-test pada setiap materi. Evaluasi aspek spiritual dilakukan melalui penyetoran hafalan Juz 30 kepada ustaz dan ustazah pendamping yang dijadwalkan sebelum pelaksanaan salat tarawih berjamaah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap terbangun kepemimpinan ASN yang berintegritas, berkarakter, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus tercipta keseimbangan antara kapasitas intelektual, emosional, dan spiritual dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
The post Ramadhan Leadership Camp Pemprov Sulsel, Resmi Dimulai di Asrama Haji Makassar appeared first on Teraskota.info.
]]>The post TPP ASN Sulsel Disesuaikan, Pemprov Tegaskan Gaji Pokok dan Hak Wajib Tetap Aman appeared first on Teraskota.info.
]]>Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemprov Sulsel, Erwin Sodding, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan untuk memastikan proporsi belanja pegawai berada dalam batas ideal sebagaimana ketentuan nasional, yakni pemerintah pusat memberikan Mandatory Spending (belanja wajib) maksimal 30 persen dari total belanja APBD pada tahun 2027.
“Faktanya, porsi belanja pegawai kita memang sudah cukup besar. Sementara pemerintah daerah ditargetkan pada 2027 agar belanja pegawai tidak melebihi 30 persen dari total APBD,” ujar Erwin saat dihubungi, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika fiskal nasional, khususnya terkait pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang turut memengaruhi kapasitas fiskal pemerintah daerah, termasuk Sulawesi Selatan.
Menurut Erwin, Pemprov Sulsel harus melakukan penyesuaian pada sejumlah alokasi anggaran yang bersifat tidak wajib. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hak-hak dasar ASN tetap terlindungi.
“Selama ini, TKD cukup menopang fiskal APBD Sulsel. Namun dalam kondisi saat ini, mau tidak mau ada beberapa area yang harus disesuaikan,” katanya.
Dalam implementasinya, penyesuaian TPP ASN dilakukan secara proporsional dengan penyesuaian 20 persen.
Erwin memastikan bahwa penyesuaian tersebut tidak menyentuh komponen gaji pokok maupun hak wajib ASN lainnya. Penyesuaian hanya diberlakukan pada komponen yang bersifat tambahan, termasuk TPP.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan serupa tidak hanya diterapkan di Sulawesi Selatan, melainkan juga di berbagai daerah lain di Indonesia sebagai respons atas kebijakan fiskal nasional dan implementasi Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).
Meski mengalami penyesuaian, Erwin mengklaim bahwa besaran TPP ASN Pemprov Sulsel masih relatif kompetitif dibandingkan sejumlah daerah lain.
Di beberapa daerah, ada yang penyesuaian TPP-nya mencapai 50 persen, bahkan 70 persen. Ada juga yang hampir tidak lagi memberikan TPP.
Melalui kebijakan ini, Pemprov Sulsel menargetkan struktur belanja daerah yang lebih sehat, berimbang, serta berkelanjutan, sehingga ruang fiskal dapat lebih optimal untuk mendukung peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai informasi, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mengamanatkan pembatasan proporsi belanja pegawai maksimal 30 persen dari total belanja APBD. Pemerintah daerah diberikan waktu penyesuaian selama lima tahun sejak undang-undang tersebut diundangkan, yakni hingga tahun 2027.
The post TPP ASN Sulsel Disesuaikan, Pemprov Tegaskan Gaji Pokok dan Hak Wajib Tetap Aman appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Ubah Sampah Jadi Emas, LPPM Politeknik Indonesia Berdayakan Dasawisma Sudiang Raya Makassar appeared first on Teraskota.info.
]]>Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk “Transformasi Sampah Menjadi Emas: Pemberdayaan Dasawisma dalam Implementasi Ekonomi Sirkular dan Sanitasi Berbasis Masyarakat” ini digelar dengan antusiasme tinggi pada Sabtu (14/02/2026). Bertempat di lingkungan RT 05/RW 01, acara ini tidak sekadar menjadi ajang sosialisasi, tetapi bertujuan besar mengubah pola pikir (mindset) masyarakat: dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah secara mandiri yang bernilai ekonomi tinggi.
Ketua Tim Pelaksana Kegiatan, Ir. Junardin Djamaluddin, S.P., M.Si., IALI., menegaskan bahwa edukasi ini adalah langkah konkret dan tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sanitasi perkotaan yang kian kompleks. Menurutnya, keterlibatan akademisi sangat diperlukan untuk menjembatani teori pengelolaan lingkungan dengan praktik nyata di tingkat rumah tangga.
“Kami ingin masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai kotoran yang menjijikkan, tetapi sebagai aset yang berharga. Dengan sentuhan manajemen ekonomi sirkular, sampah domestik yang dihasilkan dari dapur ibu-ibu Dasawisma di RT 05/RW 01 Keurahan Sudiang Raya ini bisa ditransformasikan menjadi ‘emas’ atau nilai rupiah yang nyata. Ini adalah solusi ganda: lingkungan bersih, ekonomi keluarga pun terbantu,” ujar Ir. Junardin dalam sambutan pembukaannya yang disambut hangat oleh warga.
Lebih lanjut, Ir. Junardin menjelaskan bahwa pemilihan Kelurahan Sudiang Raya sebagai lokasi pengabdian bukan tanpa alasan. Wilayah Biringkanaya merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan pemukiman yang sangat pesat di Makassar, sehingga manajemen sampah yang buruk di tingkat rumah tangga dapat berdampak fatal bagi kesehatan lingkungan dan sistem drainase kota.
Kegiatan intensif selama satu hari ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama untuk memberikan pemahaman komprehensif dari hulu ke hilir. Narasumber pertama, Risnawati Anwas, S.KM., M.Kes., memaparkan materi krusial terkait sanitasi lingkungan berbasis masyarakat. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa kesehatan keluarga dimulai dari cara mengelola limbah di dapur sendiri.
“Pemilahan sampah dari sumbernya adalah garda terdepan dalam mencegah penumpukan sampah yang menjadi sarang penyakit, mulai dari diare hingga risiko stunting akibat lingkungan yang tidak higienis. Sampah yang tidak terkelola juga seringkali menyumbat drainase di wilayah Biringkanaya, yang pada akhirnya memicu banjir lokal. Jika kita disiplin memilah, kita menyelamatkan kesehatan lingkungan kita sendiri,” tegas Risnawati.
Sementara itu, untuk menyentuh aspek kemandirian ekonomi, narasumber kedua, Tri Fira Yuniza, SE., M.Ak, memberikan edukasi mendalam mengenai tata kelola keuangan berbasis sampah. Sebagai pakar akuntansi, ia tidak hanya berteori, tetapi langsung memberikan simulasi perhitungan angka.
Tri Fira mendemonstrasikan bagaimana sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan logam yang selama ini dibuang cuma-cuma, jika dipilah dan dikelola secara kolektif, dapat dikonversi menjadi tabungan atau bahkan investasi emas yang menguntungkan. “Ini bukan sulap, ini matematika sederhana. Jika kelompok Dasawisma memiliki sistem pencatatan yang rapi, sampah-sampah ini adalah ‘modal’ yang selama ini kita buang sia-sia ke TPA,” jelasnya.
Membangun Roadmap Mandiri Dasawisma
Fokus utama kegiatan LPPM Politeknik Indonesia kali ini bukan sekadar memberikan teori searah, melainkan pendampingan langsung dalam penyusunan program mandiri.
Selain itu, para peserta yang terdiri dari ibu-ibu penggerak Dasawisma juga diajak berdiskusi untuk merancang roadmap pengelolaan sampah di lingkungan mereka sendiri.
Warga didorong untuk merancang secara mandiri system pengelolaan sampah rumah tangga mulai jalur distribusi penjemputan sampah, menentukan titik kumpul sementara, hingga menyepakati mekanisme penyetoran ke Bank Sampah terdekat.
Hasilnya, para peserta berhasil menyusun draf rencana kerja yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi sosial di RT 05/RW 01 di Kelurahan Sudiang Raya.
Ketua RT 05/RW 01 Kelurahan Sudiang Raya yang turut hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiasi LPPM Politeknik Indonesia. Pihaknya berharap model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di RT 05/RW 01 ini dapat segera berjalan konsisten sehingga nantinya bisa menjadi percontohan (pilot project) bagi RT dan RW lain di wilayah Kelurahan Sudiang Raya Kota Makassar.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara Tim Pelaksana dari Politeknik Indonesia dan pengurus Dasawisma RT 05/RW. 01 Kelurahan Sudiang Raya. Ir. Junardin Djamaluddin menggaransikan bahwa timnya tidak akan melepaskan pendampingan begitu saja jika pihak mitra membutuhkannya.
“Pengabdian ini adalah awal. Kami akan dengan senang hati melakukan monitoring berkala untuk memastikan rencana mandiri yang disusun ibu-ibu hari ini benar-benar berjalan jika diinginkan. Dengan kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, kita membuktikan bahwa masalah sanitasi di Kelurahan Sudiang Raya dapat teratasi sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkas Ir. Junardin.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, harapannya bahwa warga Sudiang Raya memiliki senjata baru dalam mengelola lingkungan: pengetahuan yang mumpuni dan semangat untuk mengubah limbah menjadi berkah.
The post Ubah Sampah Jadi Emas, LPPM Politeknik Indonesia Berdayakan Dasawisma Sudiang Raya Makassar appeared first on Teraskota.info.
]]>