add_action('wp_enqueue_scripts', function() {
if(is_home()) {
wp_enqueue_script('slick', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick.min.js', array('jquery'), '1.0', true);
wp_enqueue_script('slick-headline', get_template_directory_uri() . '/assets/js/slick-headline-init.js', array('slick'), '1.0', true);
}
});
The post Dankodaeral VI Tabur Bunga di Perairan Morowali di Hari Dharma Samudera di Atas Kapal Perang KRI Marlin-877 appeared first on Teraskota.info.
]]>Acara untuk pertama kalinya digelar di Morowali ini berlangsung di geladak KRI Marlin-877 kapal perang jajaran Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VI dan bertindak sebagai Perwira Upacara Letkol Mar Ready Oktapriadi, S.A.P., CACA., CTMP. yang sehari hari menjabat sebagai Pabanlid Pamgal Sintel Kodaeral VI.
Upacara dengan mengelar prosesi tabur bunga ke laut tersebut dilaksanakan untuk mengenang peristiwa heroik Pertempuran Laut Aru serta menghormati jasa para pahlawan yang gugur demi mempertahankan kedaulatan NKRI.
Aksi simbolis ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada arwah para prajurit samudera yang telah mendahului. Dankodaeral VI menyampaikan bahwa peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2026 ini mengusung semangat untuk terus memperkuat kesiapsiagaan prajurit matra laut dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia, khususnya di wilayah kerja Kodaeral VI.
“Hari ini merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi TNI Angkatan Laut. Peringatan Hari Dharma Samudera sejatinya adalah bentuk penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur dalam mempertahankan kedaulatan NKRI di laut” ujar Dankodaeral VI.
Lebih lanjut Dankodaeral VI menjelaskan mengenang kembali peristiwa heroik Pertempuran Laut Aru 64 tahun silam. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Komodor Yos Sudarso beserta awak KRI Macan Tutul adalah bukti nyata dedikasi tanpa batas kepada ibu pertiwi. Semangat itulah yang harus senantiasa mengalir di dalam nadi setiap prajurit Kodaeral VI, ujarnya
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Morowali, Sejumlah pejabat teras Kodaeral VI di antaranya Asrena Dankodaeral VI, Asintel Dankodaeral VI,Asops Dankodaeral VI, Danlanal Palu, Koorsmin Dankodaeral VI, Komandan KRI Marlin-877 , Danposal Morowali Utara serta forkopimda Kab. Morowali.
Acara diakhiri dengan ramah tamah , foto bersama, dan peninjauan ke KRI Marlin-877 untuk melihat lebih dekat alutsista kebanggaan TNI Angkatan Laut serta meninjau bakti sosial dan bakti kesehatan . Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan sukses, meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat Morowali.
The post Dankodaeral VI Tabur Bunga di Perairan Morowali di Hari Dharma Samudera di Atas Kapal Perang KRI Marlin-877 appeared first on Teraskota.info.
]]>The post Penangkapan Aktivis Picu Aksi Massa, Kantor PT RCP Morowali Dibakar appeared first on Teraskota.info.
]]>Aksi pembakaran tersebut dipicu penangkapan seorang aktivis bernama Arlan Dahrin oleh aparat kepolisian di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT RCP.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Arlan ditangkap sekitar pukul 18.15 WITA oleh anggota Polres Morowali saat berada di kebun milik masyarakat yang hingga kini masih berpolemik dan diduga diserobot oleh pihak perusahaan.
Mengetahui penangkapan itu, warga Desa Torete sempat berupaya memblokir jalan untuk menghadang kendaraan polisi. Namun, tiga unit mobil aparat berhasil menembus blokade dan membawa Arlan meninggalkan lokasi.
Baca juga : Gerak-Misi Angkat Fakta Baru, Dugaan Kerusakan 10 Hektare di Hutan Erelembang
Tak lama berselang, puluhan warga mendatangi Markas Polsek Bungku Selatan/Pesisir di Desa Lafeu. Mereka datang menggunakan sepeda motor dan mobil, sebagian membawa obor sebagai simbol perlawanan dan protes.
Warga menilai penangkapan Arlan sebagai tindakan sewenang-wenang aparat. Mereka menuntut agar Arlan segera dibebaskan.
“Tujuan kami hanya satu, bebaskan Arlan Dahrin. Dia bukan koruptor, bukan teroris. Kenapa ditangkap seperti itu, sementara pelaku korupsi dan penjual lahan negara justru dibiarkan,” ujar seorang perempuan warga Desa Torete dengan nada geram.
Baca juga : Zohran Kwame Mamdani dan Pelajaran Multikultural dari New York untuk Indonesia
Usai menggelar aksi di Mako Polsek, massa kemudian bergerak menuju kantor PT RCP di Desa Torete. Di lokasi tersebut, warga melakukan pembakaran sebagai bentuk pelampiasan kemarahan.
Warga menduga kuat adanya keterlibatan pihak perusahaan dalam proses penangkapan Arlan.
Dugaan itu mencuat setelah diketahui bahwa sebelum penangkapan, sejumlah petugas keamanan perusahaan sempat mengambil dokumentasi keberadaan Arlan di lokasi pendudukan lahan yang masih disengketakan dan berada dalam wilayah IUP PT RCP.
The post Penangkapan Aktivis Picu Aksi Massa, Kantor PT RCP Morowali Dibakar appeared first on Teraskota.info.
]]>