TERAS, MAKASSAR – Sosok pengacara muda Randi Qadri resmi dilantik sebagai Ketua RW 07 Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala oleh Wali Kota Makassar di lapangan Karebosi pada, Selasa (30/12/2025).
Namanya kian dikenal publik sebagai advokat yang memilih turun langsung ke tengah masyarakat, mengabdikan profesinya untuk memperjuangkan hak-hak warga kecil melalui Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Barisan Pejuang Keadilan (YLBH-BPK) Sulawesi Selatan.
Dalam pemilihan RW lalu, Randi meraih kemenangan meyakinkan. Ia unggul telak dan terpilih melalui mekanisme pemungutan suara oleh para Ketua RT dengan perolehan suara penuh, sebanyak 5 suara. Bagi warga, angka tersebut bukan sekadar jumlah, tetapi simbol kepercayaan penuh yang diberikan tanpa ragu.
Dikenal dengan julukan “Pengacara Kembar”, Randi menyelesaikan pendidikan Pascasarjana Ilmu Hukum di Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar. Reputasinya sebagai advokat yang dekat dengan warga bukan tanpa alasan.
Ia hadir di saat masyarakat membutuhkan, bukan hanya ketika kasus sudah membesar, tetapi sejak awal permasalahan muncul.
Rekam jejaknya menunjukkan keterlibatan langsung dalam berbagai penanganan kasus warga, termasuk sengketa lahan berskala besar yang melibatkan ribuan masyarakat Bitowa, melawan pihak-pihak yang diduga mengklaim tanah yang telah lama dibeli warga. Di banyak kesempatan, ia berdiri di depan, membela warga tanpa pamrih.
Lebih dari sekadar advokat, Randi sering terlihat berjalan dari lorong ke lorong, menyapa warga, mendengar keluhan mereka, dan memberikan edukasi hukum gratis untuk masyarakat kurang mampu.
Ia membuka layanan konsultasi hukum tanpa biaya di kantor LBH tempatnya mengabdi, sebuah langkah kecil yang berarti besar bagi masyarakat yang kerap merasa tidak memiliki akses ke keadilan.
Randi terdaftar sebagai advokat di Kongres Advokat Indonesia (KAI) DPD Sulawesi Selatan, Randi juga tidak berjalan sendirian. Ia memiliki saudara kembar bernama Sandi Pajri, yang juga berprofesi sebagai pengacara. Keduanya dikenal luas sebagai pembela rakyat kecil, sepasang saudara yang memilih menjadikan profesinya sebagai ladang ibadah dan kemanusiaan.
Kini, setelah resmi menjabat sebagai Ketua RW 07, Randi menegaskan bahwa amanah warga adalah bagian dari jalan hidupnya. Ia berkomitmen memperkuat pelayanan publik di tingkat lingkungan, memastikan suara warga tidak hanya didengar, tetapi ditindaklanjuti.
“Menjadi RW bukan jabatan, tetapi ladang pengabdian. Bukan untuk dihormati, tetapi untuk melayani,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Harapan besar disematkan warga di pundaknya.
Dengan semangat baru, masyarakat menanti perubahan positif di RW 07 Bitowa lebih dekat, lebih cepat, lebih manusiawi.
Randi Qadri bukan hanya ketua RW. Bagi warga, ia adalah tetangga yang menjadi sandaran, pengacara yang menjadi keluarga, dan pemimpin yang lahir dari kepercayaan warga.










