Drum Corps Pramuka Unhas Siap Berlaga di Piala Raja HB X, Usung Budaya Sulsel

  • Bagikan
Drum Corps Pramuka Universitas Hasanuddin (Unhas) menyatakan kesiapan mengikuti Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengkubuwono X Tahun 2025

MAKASSAR – Drum Corps Pramuka Universitas Hasanuddin (Unhas) menyatakan kesiapan mengikuti Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengkubuwono X Tahun 2025, yang digelar di Yogyakarta pada 10–12 Oktober mendatang.

Keikutsertaan ini menjadi babak baru, bagi Drum Corps Pramuka Unhas untuk unjuk prestasi sekaligus memperkenalkan entitas budaya Sulawesi Selatan di panggung nasional, meski waktu persiapan relatif singkat.

Ketua Gudep Pramuka Unhas, Prof. Dr. Muhammad Tamar, M.Psi., memberikan restu dan arahan strategis agar persiapan dilakukan secara matang serta melibatkan pembina dan alumni.

“Kami memberikan kesempatan kepada Dewan Racana dan Unit Drum Corps Pramuka untuk mengevaluasi diri,” ujar Prof. Dr. Muhammad Tamar, M.Psi.

“Sekiranya yakin dapat menyiapkan materi dan konsep serta mampu menangkap respon baik pihak Rektor waktu Dies Natalis lalu, silahkan dipersiapkan dengan matang,” tambahnya.

Pesan Ketua Gudep ini menjadi landasan semangat bagi para anggota Drum Corps. Prof. Tamar juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses persiapan.

“Libatkan pembina, kakak-kakak Purna lainnya agar kegiatan ini bisa dipersiapkan dengan baik. Harapannya, melalui kegiatan ini kalian mendapatkan pengalaman yang berharga dan menunjukkan prestasi untuk Unhas dan Pramuka Unhas,” tutupnya.

Sementara Ir. Junardin Djamalauddin, SP., M.Si, selaku Pembina, menyatakan dukungan atas keikutsertaan Drum Corps Pramuka Unhas dalam kegiatan berskala nasional.

“Pada dasarnya kami pembina akan siap selalu memberikan support kepada adik-adik untuk berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan nasional, karena tentunya ini bagian dari pembinaan serta banyak pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini,” ujar Ir. Junardin Djamalauddin.

Selain itu, Ia juga mengingatkan bahwa jika memang jadi mengikuti event kali ini harus menghasilkan prestasi yang gemilang.

“Hanya saja memang perlu untuk dipersiapkan dengan matang agar bukan sekadar mengikuti even bergengsi ini, tetapi dapat memberikan prestasi yang luar biasa bagi Unhas, apalagi ini adalah event lomba Marching Band tingkat nasional,” katanya.

Baca Juga  Bendahara DPD APDESI Merah Putih Sulsel Dorong Pelibatan Desa dalam Monitoring Program Makan Bergizi Gratis

Ia juga mengingatkan bahwa persiapan event nasional membutuhkan effort yang besar, bahkan pernah dilakukan persiapan latihan selama setahun untuk event serupa di masa lalu.

Menurut Romi R. Lebang, salah satu tim pelatih untuk event ini, tim Drum Corps Pramuka Unhas telah memantapkan pilihan untuk berkompetisi pada cabang Concert Marching Art (Konser).

Keputusan ini diambil mengingat waktu persiapan yang sangat mepet, di mana undangan baru diterima sekitar akhir Agustus 2025.

Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2025 sendiri sejatinya menggelar empat nomor lomba, yaitu Street Parade (Kirab), Concert Band (Konser Duduk), Concert Marching Art (Konser), dan Marching Field Show (Display). Namun, Drum Corps Unhas akan fokus di nomor Konser.

“Sejauh ini materi dan konsep telah kami persiapkan dan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan pihak penyelenggara,” jelas Romi R. Lebang.

Sesuai petunjuk pelaksanaan, penampilan tim akan mengusung entitas budaya Sulawesi Selatan dengan membawakan tiga lagu dalam durasi total maksimal 15 menit di atas panggung.

Cabang Concert Marching Art (Konser) akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025, bertempat di GOR Among Raga Yogyakarta. Dalam lomba ini, tim Drum Corps Unhas akan bersaing di Klasemen Umum (Open Class) yang diperuntukkan bagi peserta dari perguruan tinggi, klub, atau instansi.

Persiapan yang matang sangat krusial karena sistem penilaian dalam Concert Marching Art ini mengadopsi standar World Marching Band Organization (WMBO). Total penilaian 100% didistribusikan ke dalam tiga kategori utama: Music (60%) mencakup Technique (30%) dan Ensemble (30%), Visual (20%) mencakup Content (10%) dan Achievement (10%) dan Overall Effect (20%) mencakup Repertoire (10%) dan Fulfillment (10%).

Baca Juga  Ketua DPRD Gowa H. Fahmi Adam Tegaskan Pokok Pikiran DPRD Bukan Formalitas, Harus Jadi Arah Utama Pembangunan

Salah satu tantangan adalah kepatuhan terhadap regulasi penampilan, termasuk larangan penggunaan peralatan elektronik dan larangan bagi pemain tiup, pits instrument, dan perkusi untuk melakukan gerakan konfigurasi atau perubahan bentuk, hanya diperbolehkan gerakan visual di tempat.

Dengan sisa waktu yang hanya tinggal hitungan hari menuju kompetisi, Romi R. Lebang dan seluruh tim Drum Corps Pramuka Unhas sangat mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat, khususnya civitas akademika Unhas.

“Kami sangat mengharapkan dukungan, support dari seluruh elemen masyarakat terutama Unhas sehingga kami dapat berpartisipasi pada kegiatan. Kami akan membawakan entitas budaya Sulawesi Selatan dengan mengusung 3 lagu dalam penampilan kami. Mohon dukungan dan doanya,” ujar Romi R. Lebang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *