Siapa Basri Kajang? Sosok yang Kini Jadi Saksi Kunci Paling Dicari Pansus Angket DPRD Gowa

  • Bagikan
Foto: Basri Kajang.

Teras, Gowa – Nama Basri Kajang mendadak menjadi perhatian dalam rangkaian rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa yang tengah menyelidiki dugaan penyimpangan program Seragam Sekolah Gratis Tahun Anggaran 2025.

Nama tersebut berulang kali muncul dalam berbagai keterangan saksi maupun dokumen yang diterima pansus selama proses pendalaman berlangsung. Kondisi itu membuat Basri Kajang masuk dalam daftar saksi prioritas yang dinilai penting untuk dimintai klarifikasi secara langsung.

Ketua Pansus Hak Angket DPRD Gowa, Muh Kasim Sila, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas apabila saksi yang telah dipanggil kembali tidak memenuhi undangan rapat pansus.

“Kalau tidak hadir lagi di tanggal 22 Juni, maka sesuai dengan aturan, kami akan panggil paksa,” tegas Kasim usai rapat pendalaman pansus.

Menurut Kasim, kehadiran saksi-saksi yang namanya berulang kali disebut dalam proses penyelidikan sangat penting guna memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara utuh dan objektif.

Dalam rapat pendalaman yang berlangsung di Kantor DPRD Gowa, pansus menghadirkan sejumlah pihak terkait, mulai dari perwakilan perusahaan pengadaan seragam sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, unsur Inspektorat, hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Tahun Anggaran 2025.

Salah satu fakta menarik yang mencuat dalam rapat tersebut adalah keterangan PPK terkait adanya seseorang yang datang membicarakan kegiatan pengadaan seragam sekolah dan mengaitkan dirinya dengan Bupati Gowa.

Keterangan itu kemudian didalami oleh Wakil Ketua Pansus Asrul Makkaraus yang mempertanyakan dasar keyakinan PPK bahwa orang tersebut benar-benar memiliki keterkaitan dengan Bupati.

“Jangan sampai dia mengada-ada bilang suruhan Ibu Bupati. Karena banyak orang-orangnya Ibu Bupati juga. Dari mana Ibu bisa yakin bahwa hari ini betul-betul disuruh sama Ibu Bupati?” tanya Asrul.

Baca Juga  Jelang Rapat Paripurna Hak Angket DPRD Gowa, Polres Gowa Siapkan 900 Personel

PPK menjawab bahwa dirinya tidak pernah menerima arahan langsung dari Bupati. Namun, ia mengaku memahami bahwa orang yang datang menemuinya merupakan sosok yang mengaitkan dirinya dengan Bupati Gowa.

“Secara langsung tidak. Tapi ketika datang ke saya, saya sudah paham bahwa itu adalah orangnya Ibu Bupati,” ujarnya.

Saat kembali didalami, PPK menjelaskan bahwa hanya orang tersebut yang datang secara khusus membicarakan kegiatan pengadaan seragam sekolah gratis.

“Kan dia cuma satu-satunya yang datang ke saya terkait dengan kegiatan ini. Dan dia menyebut Ibu Bupati,” katanya.

Keterangan-keterangan tersebut kini menjadi bagian dari materi yang sedang ditelusuri pansus untuk mengetahui sejauh mana peran pihak-pihak yang disebut dalam proses pengadaan program seragam sekolah gratis.

Dengan penyelidikan yang terus bergulir, perhatian publik kini tertuju pada kehadiran Basri Kajang dan sejumlah saksi lainnya yang dinilai memiliki informasi penting dalam mengungkap fakta di balik program yang menjadi salah satu objek Hak Angket DPRD Gowa tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *